Beranda » 2016 » Juni

Arsip Bulanan: Juni 2016

Witak Ketemu Novanto Untuk Ambil SK

WEEKLYLINE.NET_Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lembata, Lukas Witak-Edi Leu sudah pasti diusung Partai Golkar. Mereka sudah bertemu dengan Ketua DPP Golkar, Setya Novanto. Hanya menunggu Surat Keputusan DPP yang sedang dalam diproses.

Partai Golkar Lembata dalam pilkada Lembata kali ini, tidak ingin terlambat bermain dalam menentukan pilihan politik. Mereka memilih lebih cepat satu langkah saat bakal calon Bupati dan Wakil Bupati lain masih bingung mencari pintu, Golkar membuka sudah membuka pintu untuk Lukas Witak.

Golkar lalu menggandeng Demokrat dengan pilihan politik mengusung Edi Leu, sebagai kader yang militant dan teruji. Koalisi Golkar-Demokrat ini menghasilkan keputusan partai untuk mengusung Lukas Witak sebagai Bakal Calon Bupati dan Edi Leu sebagai Bakal Calon Wakil Bupati.

Keseriusan kedua partai besar ini dalam memenangkan pertarungan politik di negeri Ikan Paus, membuat kedua partai pengusung ini lalu mempertemukan Lukas-Edi dengan I.A.Medah sebagai ketua DPD I Golkar NTT dan Setya Novanto, Ketua DPP Partai Golkar.

Hasilnya, Jumad, 23 Juni 2016, dihadapan pengurus DPD II Partai Golkar, DPD I Partai Golkar, Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto menyetujui dan memutuskan menerima usulan dari DPD II Lembata dan DPD I partai Golkar NTT. Bahwa Lukas – Edi akan diusung oleg Golkar dan Demokrat.

Hal ini disampaikan oleh Tim Ahli I.A.Medah, Laurensius Leba Tukan, saat menghubungi WEEKLYLINE.NET melalui telepon seluler, Sabtu, 25 Juni 2016.

Leba Tukan mengungkapkan, Setya Novanto sudah menyetujui dan memutuskan untuk mengusung Lukas – Edi sebagai Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Lembata pada pilkada 2017 mendatang.

“Tinggal menunggu penetapan melalui Surat Keputusan DPP. Mungkin hari Senin atau selasa SK sudah diserahkan,” ungkap Leba Tukan.

Penetapan melalui SK DPP Partai Golkar ini akan dikirim ke DPD II Lembata melalui DPD I Partai Golkar pada, Senin, 27 Juni 2016 atau Selasa, 28 Juni 2016 mendatang.

Dan Surat Keputusan tersebut akan diserahkan kepada DPD II lalu dilanjutkan kepada Lukas dan Edi sebagai syarat kelengkapan dalam proses pendaftaran di KPUD yang akan dilakukan pada bulan September mendatang. (sandrowangak)

Astuti Membawa Pulang Dua Juta Setelah Lulus TKK

WEEKLYLINE.NET_Luar biasa, patut dibanggakan, bagaimana tidak, TKK St. Dominikus Riangpuho menyerahkan SKTB (Surat Keterangan Tamat Belajar), sebagai apresiasi kepada 44 siswa siswinya untuk melanjutkan tingkat pendidikan Sekolah Dasar, 20 Juni 2016.

Dalam acara penyerahan SKTB tersebut, berbagai acara yang sangat kreatif dan atraktif yang ditunjukkan oleh Siswa siswi Tk St. Dominikus kepada tamu undangan dan orang tua, diantaranya; paduan suara Hymne guru, dan puisi untuk guru sebagai ungkapan rasa terima kasih.

Elisabeth Naru Nitit, Kepala Sekolah Tkk st. Dominikus Riangpuho, dalam sambutannya, menyampaikan sebanyak 44 siswa telah melaksanakan Kurikulum 2013.

Dengan melaksanakan kurikulum 2013 berarti lembaga sekolah telah melaksanakan tujuan yakni anak dilatih untuk mandiri. Salah satu bukti nyata adalah menabung. Dengan menabung sejak usia dini, anak diajarkan untuk hidup hemat.

Alhasil selama dua tahun, tanpa terasa tabungan anak benar benar menggiurkan. Dengan jumlah tabungan yang terbanyak atas nama Astuti Purnama Sari dengan jumlah tabungan Rp 2.300.000. Anak dari Abdullah Bape dan Kamsiah Tete Lewar, dimana keseharian pekerjaan orang tuanya sebagai Nelayan.

Dan jumlah tabungan terbanyak kedua adalah Marko Ardianus Tung Lili dengan jumlah tabungan sebanyak Rp. 2.200.000. Anak dari seorang petani Apolonaris Tung Lili dan Getrudis Jawa Tukan.

Berbeda dengan itu, Pater Bernadus Boli Udjan,SVD yang sempat hadir, menyampaikan salah satu misi sekolah Katolik adalah menghasilkan “ata diken” (manusia yang baik). Luar biasa.

Membawa acara diatas panggung, menghafal lagu dan puisi yang begitu panjang, namun tidak ada satu kesalahanpun ketika berhadapan dengan orang tua. Menjadi ata diken apabila bisa bekerja sama dengan orang lain.

Kemudian Pater Bernadus Boli Udjan, SVD meminta anak anak untuk melakukan pemainan anak kampung yakni bom bong kawah dan lima lado. Nampak senyum gembira ketika anak anak secara sepontan melakukanya dengan baik bersama Pater.

“Dalam permainan ini, secara tidak langsung anak diajarkan untuk bekerja sama. Hasil pembelajaran inilah menjadikan “ata diken”, tutupnya.

Lain lagi, Sr. Maria Reineldis, OP, Pengelola TK St. Dominikus Riangpuho, mengharapkan setidaknya orang tua dan guru sekolah Dasar bisa melanjutkan apa yang telah anak anak dapatkan di bangku Tk. sebuah nilai pendidikan walaupun kelihatanya kecil namun kemudian memiliki dampak yang sangat besar. Paling tidak kejujuran dan disiplin yang telah di tanam sejak dini.

Disela sela waktu yang tersisa, Kabar NTT sedikit menggoda ibu dari Astuti Purnama Sari, Kamsiah Tete Lewar, sebagai seorang muslimah yang sedang berpuasa, mengatakan dengan dengan nada santai, menggunakan dialeg Lamahalanya yang kental; uang dari hasil tabungan ini, setidaknya kebutuhan anak di priosritaskan ketika anak masuk ke Sekolah Dasar, sambil menyisip kelebihan tersebut untuk kebutuhan di saat Lebaran. (Jemmy Paun)

Pekerjaan Rumah Leburaya Untuk Flores

WEEKLYLINE.NET_Menteri Pariwisata Arief Yahya meminta Gubernur Nusa Tenggara Timur untuk segera membentuk Badan Otoritas Pariwisata (BOP) Flores dengan tugas utama memastikan dan mengawal konsep 3A (Atraksi, Akses dan Amenitas) sebagai prasyarat pengembangan destinasi utama pariwisata.

“Soal atraksi pariwisata, tidak ada yang meragukan kualitas, keunikan, dan kehebatan NTT dengan ikon Komodonya, termasuk di dalamnya Labuan Bajo, Kelimutu di Ende dan seterusnya sampai ke Alor dan Sumba serta semua potensi wisata yang ada. Semuanya bagus-bagus dan layak disebut berkelas dunia,” kata Menteri Arief Yahya di Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggara Barat di Pulau Flores, Kamis.

Soal akses pariwisata ke Flores, kata Menpar, sudah ada komitmen dari Menteri Perhubungan Ignatius Jonan untuk menaikkan status Bandara Komodo di Labuan Bajo menjadi bandara internasional.

Landasan pacunya akan diperpanjang dan diperlebar agar bisa didarati pesawat-pesawat berbadan lebar dari negara originasi (masuknya unsur kebudayaan yang sama sekali baru dan sebelumnya tidak dikenal sehingga menimbulkan perubahan besar dalam masyarakat).

“Diminta atau tidak diminta, kalau kebutuhan sektor pariwisata mensyaratkan infrastruktur perhubungan, sudah pasti akan dibangun negara. Ini yang sering kami sebut Indonesia Incorporated,” kata Menteri Arief Yahya.

Saat ini, Bandara Komodo rata-rata mengangkut 600 orang setiap harinya. Tentu, kapasitas dan daya angkutnya harus dinaikkan, untuk memenuhi target 500 ribu wisman setahun di 2019. Akses itu mirip benwidth dalam transfer data dalam telekomunikasi yang dihitung dengan bit per second (bps).

“Kalau benwidth nya rendah, jangan berharap bisa up load dan down load data dan gambar dengan cepat,” katanya dan menambahkan soal amenitas, itu “pekerjaan rumah” yang harus segera dikebut.

“Jika target tahun 2019 kunjungan wisman ke Flores dengan ikon Komodo, Labuan Bajo, adalah 500 ribu, maka kapasitas kamar dan segala fasilitasnya pun harus sebanding. Tentu saat ini, daya tampung kamar hotel dan resort jauh dari cukup, dan untuk membangunnya pun butuh waktu,” katanya.

Amenitas ini mirip dengan server dalam teknologi komunikasi. Jika akses atau benwidth sudah besar, server atau memory cardnya tidak cukup, maka data pun tidak bisa terkirim dan tersimpan dengan baik.

“Mana yang harus didahulukan? Dua dari tiga A itu? Dua-duanya harus dimulai secara paralel. Tiga A itu adalah syarat sebuah destinasi bisa dipromosikan besar-besaran sesuai dengan target originasi. Itulah mengapa Kemenpar di awal tahun mengutamakan tiga greaters, Bali, Jakarta dan Kepri (Batam-Bintan), karena lebih siap dengan 3A-nya. Paling siap infrastruktur pariwisatanya,” katanya.

Menteri Arief Yahya mencontohkan Tanjung Kelayang Belitung, satu dari 10 “Bali Baru” yang sudah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata di era Presiden Joko Widodo, yang cepat diproses hanya dalam tiga bulan.

“Agustus 2016 nanti sudah ada ground breaking beberapa hotel chain yang bertaraf internasional di sana. Bupati dan gubernurnya semangat dan agresif. Saya sering bilang, CEO commitment itu paling penting. Keseriusan pimpinan daerah itu paling strategis untuk percepatan sebuah kawasan itu jadi,” Arief Yahya.

Ia menambahkan lahan yang dikelola untuk KEK tahap I sudah diselesaikan 324,4 hektare, dan sudah diserahkan lagi 757 hektare di Desa Juru Sebrang, untuk dibangun KEK lagi di Belitung. Sementara itu, Gubernur Bangka Belitung menyiapkan lagi lahan seluas 1.000 hektare di Bangka untuk KEK yang bisa dijadikan sebagai pusat amnitas yang berkelas dunia, dan siap menampung wisatawan lebih banyak lagi.

“Ketika 3A itu progres, maka segala rupa promosi dan sales bisa dilakukan lebih gencar dan terarah. Kegiatan-kegiatan sport tourism seperti Tour de Flores juga bisa digarap lebih profesional. Ini akan menambah atraksi di Flores, sekaligus meningkatkan promosi destinasinya,. Karena itu, BOP Flores perlu dipercepat,” demikian Arief Yahya. (alfredtnuname/sandrowangak)

Inilah Empat Destinasi Unggulan Pariwisata di Lembata

WEEKLYLINE.NET_Menyadari Pariwisata sebagai leading sektor pembangunan Kabupaten Lembata, pemerintah melakukan pengembangan empat destinasi unggulan pariwisata di Lembata.

  1. Atadei-Lamalera Explore
    Atadei-Lamalera explore, menyuguhkan pemandangan alam yang masih natural, dengan panas bumi-dapur alam di Watuwawer, Tanjung Wolowutung lokasi Sarang Burung Walet, Pasir Putih di Mingar dan atraksi penangkapan ikan paus di Lamalera.
  1. Nuhanera Spot
    Menyunguhkan pemandangan alam bawah laut yang mempesona. Wisatawan juga bisa melakukan perjalanan ke kampung adat Lewohala dan tracking di Gunung Ile Ape atau Ile Lewotolok.
  1. Bukit Doa
    Kawasan terpadu sebagai wisata rohani yang akan dikembangkan menjadi city tour dan pemandangan teluk Waijarang yang mampu menyihir pesona wisatawan.

    Pemandangan Bukit Doa menjelang senja (foto: sandrowangak)
    Pemandangan Bukit Doa menjelang senja (foto: sandrowangak)
  1. Geopark Batutara Tourism
    Batutara, merupakan sebuah gunung berapi ditengah laut yang memiliki letusan lahar api sepanjang waktu,  selama 20 menit berselang.

Inilah empat destinasi unggulan yang saat ini menjadi fokus pembangunan pariwisata oleh pemerintah Kabupaten Lembata. (sandrowangak)

Pulau Itu Siapa Pemiliknya?

WEEKLYLINE.NET_Pemerintah kabupaten lembata sedang menggenjot peningkatan ekonomi masyarakat melalui pariwisata sebagai leadng sektor. Salah satunya melalaui festival bahari nuhanera. Sayangnya, Pulau Nuhanera itu siapa pemiliknya ?

Lembata sebuah pulau di ujung gugusan kepualauan propinsi Nusa tenggara Timur. Banyak wisatawan tak bisa menampik dengan keindahan pemandangan dan keanekaragaman atraksi budaya di negeri yang oleh oleh Orang Holandia belanda disebut Lomblen ini.

Bahkan banyak wisatawan, setelah datang ke Lembata berdecak kagum dan member pujian, Lembata is the last paradise-Lembata Surga Terakhir.

Sebut saja misalnya, alam bawah laut Nuhanera di teluk waienga itu. Banyak kelompok Scuba Dive memuji alam bawah laut Nuhanera menyamai Taman Laut Bunaken. Indah dan mempesona. Teduh dan alami.

Dan masih banyak lagi obyek wisata yang dikemas Pemerintah Kabupaten Lembata. Komitmen pembangunan Pariwisata sebagai leading sektor dimulai sejak tahun 2011 dalam rencana jangka panjang dan menengah, pariwisata menjadi program unggulan Kabupaten Lembata. Berbagai kegiatan dilakukan untuk peningkatan pendapatan masyarakat di sektor ini.

Kembali ke soal tentang Nuhanera. Diteluk ini dikelilingi sebanyak 14 desa dengan panjang pantai 91 km. Desa desa pesisir yang mengitari Teluk Nuhanera adalah Watodiri, Todanara, Jontona, Lamawolo, Lamatokan di Kecamatan Ile Ape. Sedangkan Lamatuka, Baopana, Merdeka, Hadakewa, Lerahinga, Tapolangun, Waienga, Tapobaran dan Lewolein, di Kecamatan Lebatukan.

Dengan banyaknya desa yang mengitari teluk Waienga ini maka kepemilikan Pulau Nuha, di teluk Nuhanera atau Waienga, menjadi sorotan. Apalagi saat ini Nuhanera sudah menjadi terkenal. Ini soal hak ulayat.

bahkan Bupati Lembata, Yentji Sunur juga menyoroti soal kepemilikan pulau Nuha ini.

Menurut Yentji Sunur, dalam rangka menjaga perkembangan dan menghindari berbagai persoalan kedepannya, kepemilikan pulau kecil Nuhadi Teluk Hadakewa ini harus jelas sehingga pengembangan kedepannya tidak menemui hambatan.

Masyarakat juga minta untuk menjaga kelestarian Taman Laut Nuhaera dengan tidak melakukan hal-hal yang dapat merusak keindahan yang sudah ada.

Kawasan tersebut memiliki keindahan bawah laut yang tidak kalah dari Bunaken dan dipersiapkan menjadi ikon wisata masa depan Lembata.

Teluk Waienga memiliki panjang garis pantai 91 km dan lebar masuk teluknya sekitar 1 km. Wilayah tersebut terbagi ke dalam 14 desa dari 3 kecamatan di pesisir teluk.

Oleh masyarakat lokal, Nuhanera dipercayai sebagai tempat tinggal leluhur atau orang yang sudah meninggal. Beberapa kearifan lokal di desa-desa pesisir Teluk Waienga seperti menjaga laut dan larangan penangkapan ikan pada musim tertentu sehingga mendukung perlindungan kawasan ini dan sebagai tempat bertelur dan beranak pianak ikan/biota laut.

Hingga saat ini Teluk Waienga dikunjungi wisatawan penyelam dengan kapal pinisi (live on boat). Wisatawan juga banyak yang menyempatkan menyambangi kampung adat Lewohala serta trekkingke Gunung Ilelewotolok.

Sekedar untuk diketahui, masyarakat yang saat ini mendiami 14 desa di pesisir Teluk Waienga sebagian besar berasal dari Lewohala, sebuah kampung adat dengan 77 suku di lereng gunung Ile Ape (Ile Lewotolok).

Kadis Pariwisata Lembata, Longginus Lega SE melalui media ini mengajak masyarakat untuk memberi suport bagi Pemda untuk pengembangan sektor pariwisata.

Diakuinya di tengah masyarakat maupun diantara elit-elit politik masih ada polemik tentang pariwisata sebagi sektor unggulan tetapi Lembata baginya dalam konteks investasi puya kekayaan bidang pariwisata yang menjanjikan sehingga dukungan penuh harus ada agar Pemda dapat bekerja optimal menggandeng masyarakat dan pihak swasta mengembangkan sektor ini.

Menurut Lega, pemerintah terus berusaha mendorong berbagai pihak untuk terlibat dalam sektor ini. Kedepannya diharapkan masyarakat dan pihak swasta berperan aktif memajukan sektor ini.

“Pemerintah berusaha mendorong dengan melakukan pendampingan serta memfasilitasi berbagai kegiatan. Kemajuan sektor ini kedepan sangat bergantung kepada masyarakat dan pihak swasta,” ungkap Lega. (sandrowangak)

Nuhanera, Seperti Teluk Yang Jatuh Dari Surga

WEEKLYLINE.NET_Teluk Waienga atau Nuhanera merupakan teluk dengan pemandangan mempesona.

Dikelilingi perbukitan dengan Gunung Ile Ape, (Ile Lewotolok), membuat pemnadangan Teluk ini seperti sebuah danau ditengah kawah besar. Apalagi ditunjang dengan laut yang teduh pada 91 km sepanjang garis pantai.

Bukan hanya itu, Waienga juga memiliki potensi alam bawah laut yang aduhai untuk snorkeling dan diving. Siapa sangka teluk yang saat ini dikenal dengan Nuhanera ini menjadi kesohor seantero dunia.

Dan karena keindahannnya itu, pemerintah Kabupaten Lembata, melalui Dinas Pariwisata, merancang strategi untuk mempromosikan Nuhanera melalui event Festival Bahari Nuhanera. Festival ini sudah digelar sejak tahun 2013 lalu.

Dan 2016, festival Nuhanera akan kembali di gelar dengan berbagai kegiatan. Tujuannya cuman satu, menduniakan Lembata melalui Nuhanera.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pariwisata, Kabupaten Lembata, Longginus Lega, SE kepada media ini, Kamis, 22 Juni 2016.

“Festival ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui kegiatan kepariwisataan berbasis wisata bahari. Sebab Teluk Nuhanera memiliki alam bawah laut luar biasa. Kita ingin membangun masyarakat Lembata yang maju dan mandiri,” ungkap Lega.

Ia merinci ada berbagai kegiatan Festival Bahari Nuhanera Agustus 2016 yang akan digelar lomba mincing, lomba dayung perahu tradisional, lomba kebersihan pantai di 14 desa pesisir Teluk Nuhanera dan pemilihan putra putri bahari.

Menyadari potensi keindahan bahari bawah laut Nuhanera, maka Dinas Pariwisata bersama 14 Desa di pesisir, membangun kesepakatan untuk menjaga potensi ini. Caranya, nelayan di pesisir Teluk Waienga, harus menangkap ikan dengan menjala dan memancing sesuai dengan kearifan budaya lokal.

Nuhanera = Bunaken
Lebih jauh Longginus Lega mengungkapkan, hasil survey bawah laut melalui program pengembangan destinasi wisata terpadu yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata bersama tim suvey dari kepulauan seribu dan antv menunjukan bahwa Nuhanera memiliki potensi bawah laut yang setara dengan Bunaken di Manado.

Selain taman bawah laut, terdapat juga spesies ikan yang langkah sehingga hampir setiap minggu kapal-kapal pinisi dari Bali selalu datang ke teluk Hadakewa ini untuk menikmati keindahan Nuhanera.

Menurut Lega, Pariwisata sebagai leading sektor pembangunan telah terbukti di banyak daerah mampu membawa masyarakat keluar dari kemiskinan ekonomi.

Untuk itulah, Pemda Lembata menangkap peluang ini karena Lembata memiliki potensi keindahan alam dan budaya yang luar biasa. (sandro wangak)

Aku Yang Kau Tuju

sesekali kubiarkan hujan runtuh di hati
agar kau memandang

bukan hanya lewat cermin yang diam
parau suaramu memanggil
tetaplah hanya senyum yang membuka

kau akan bertamu
sesering mungkin, aku tahu
semampu bunga bunga
menjadi buah di musim penghujan
lunglai, rontok diterpa gerimis
tetaplah aku yang kau tuju

sementara aku
mengeram kabut di mata
semua jalan tak bercahaya
meski sesekali kupinjam senyummu jadi lentera
aku masih di simpang yang sunyi

Luh widyastuti

KTP Anak Menunggu Petunjuk Pemerintah Pusat

WEEKLYLINE.NET_Dinas Dukcapil Belum Terbitkan KIA Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Kupang belum menerbitkan kartu identitas anak (KIA) karena belum ada petunjuk dari pemerintah pusat.

“Sampai sekarang Dinas Kependudukan Kota Kupang belum menerbitkan KIA sebab belum ada petunjuk dari pemerintah pusat,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Kupang David Marts Mangi, SH yang dihubungi melalui telepon seluler, 22 Juni 2016.

David mengatakan, sesuai surat edaran dari pemerintah pusat pada tahun 2016 mulai dilaksanakan penerbitan kartu identitas anak semacam kartu tanda penduduk (KTP) bagi anak mulai dari usia 0 hingga umur 17 tahun.

Namun tidak semua kabupaten/kota di tahun 2016 ditunjuk, hanya beberapa kota saja yang mulai menerbitkan Kartu Identitas Anak di maksud. Sehingga diharapkan pada tahun 2017 apabila ada petunjuk lanjutan untuk kabupaten/kota yang lain di Indonesia, maka Kota Kupang akan siap untuk meleksanakan apa yang menjadi instruksi Pemerintah Pusat.

Sebeb menurut David, untuk semua itu mempunyai dampak terkait alokasi anggaran baik dalam APBN maupun pada APBD nantinya. Sehingga lanjut David, apabila semuanya telah siap, maka Dukcapil sebagai lembaga yang bertanggungjawab untuk hal dimaksud akan segera melaksanakannya nanti.

Informasi yang berhasil dihimpun WEEKLYLINE.NET Dinas Dukcapil Kota Kupang mengatakan, uji coba pembuatan KIA sampai sekarang belum dilakukan, karena blankonya juga belum disiapkan melalui APBN, sama dengan blangko KTP-elektronik. Sehingga diharpkan nantinya kabupaten dan kota juga akan menerima blangko dari pusat untuk menerbitkan KIA.

Sehingga menurut sumber itu, tidak cukup menyiapkan anggaran tetapi juga mesti didukung dengan peralatan cetak termasuk computer agar mempermudah dalam proses penerbitan KIA dimaksud. Termasuk database anak usia 0 sampai 17 tahun kurang satu hari juga penting terlebih dahulu disiapkan.

Khususnya anak usia dini mulai dari pendidikan taman bermain (TK/PAUD) sampai SMA. Perlu dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan Kota Kupang dengan mengambil data jumlah siswa per sekolah dan per kelas agar bisa diketahui banyak anak di tingkat pendidikan, ujar sumber itu. Tujuan pemberian KIA kepada anak yakni, selain supaya adminstrasi kependudukan di Indonesia memiliki satu data yang akurat, juga agar seluruh masyarakat termsuk anak-anak ketika dewasa nanti anak-anak langsung punya identitas yang terdaftar.

Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan, setiap warga Negara perlu memiliki identitas kependudukan yang ditandai dengan pemberian NIK dan KTP sejak anak. Hal ini penting dalam rangka menerapkan sistem single identity.

Sehingga keinginan Pemerintah Indonesia untuk tertib administrasi kependudukan dan penggunaan administrasi kependudukan semakin baik dapat terwujud.(goristakene)