Beranda » 2016 » Juni » 26

Arsip harian: 2016-06-26

Witak Ketemu Novanto Untuk Ambil SK

WEEKLYLINE.NET_Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Lembata, Lukas Witak-Edi Leu sudah pasti diusung Partai Golkar. Mereka sudah bertemu dengan Ketua DPP Golkar, Setya Novanto. Hanya menunggu Surat Keputusan DPP yang sedang dalam diproses.

Partai Golkar Lembata dalam pilkada Lembata kali ini, tidak ingin terlambat bermain dalam menentukan pilihan politik. Mereka memilih lebih cepat satu langkah saat bakal calon Bupati dan Wakil Bupati lain masih bingung mencari pintu, Golkar membuka sudah membuka pintu untuk Lukas Witak.

Golkar lalu menggandeng Demokrat dengan pilihan politik mengusung Edi Leu, sebagai kader yang militant dan teruji. Koalisi Golkar-Demokrat ini menghasilkan keputusan partai untuk mengusung Lukas Witak sebagai Bakal Calon Bupati dan Edi Leu sebagai Bakal Calon Wakil Bupati.

Keseriusan kedua partai besar ini dalam memenangkan pertarungan politik di negeri Ikan Paus, membuat kedua partai pengusung ini lalu mempertemukan Lukas-Edi dengan I.A.Medah sebagai ketua DPD I Golkar NTT dan Setya Novanto, Ketua DPP Partai Golkar.

Hasilnya, Jumad, 23 Juni 2016, dihadapan pengurus DPD II Partai Golkar, DPD I Partai Golkar, Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto menyetujui dan memutuskan menerima usulan dari DPD II Lembata dan DPD I partai Golkar NTT. Bahwa Lukas – Edi akan diusung oleg Golkar dan Demokrat.

Hal ini disampaikan oleh Tim Ahli I.A.Medah, Laurensius Leba Tukan, saat menghubungi WEEKLYLINE.NET melalui telepon seluler, Sabtu, 25 Juni 2016.

Leba Tukan mengungkapkan, Setya Novanto sudah menyetujui dan memutuskan untuk mengusung Lukas – Edi sebagai Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Lembata pada pilkada 2017 mendatang.

“Tinggal menunggu penetapan melalui Surat Keputusan DPP. Mungkin hari Senin atau selasa SK sudah diserahkan,” ungkap Leba Tukan.

Penetapan melalui SK DPP Partai Golkar ini akan dikirim ke DPD II Lembata melalui DPD I Partai Golkar pada, Senin, 27 Juni 2016 atau Selasa, 28 Juni 2016 mendatang.

Dan Surat Keputusan tersebut akan diserahkan kepada DPD II lalu dilanjutkan kepada Lukas dan Edi sebagai syarat kelengkapan dalam proses pendaftaran di KPUD yang akan dilakukan pada bulan September mendatang. (sandrowangak)

Astuti Membawa Pulang Dua Juta Setelah Lulus TKK

WEEKLYLINE.NET_Luar biasa, patut dibanggakan, bagaimana tidak, TKK St. Dominikus Riangpuho menyerahkan SKTB (Surat Keterangan Tamat Belajar), sebagai apresiasi kepada 44 siswa siswinya untuk melanjutkan tingkat pendidikan Sekolah Dasar, 20 Juni 2016.

Dalam acara penyerahan SKTB tersebut, berbagai acara yang sangat kreatif dan atraktif yang ditunjukkan oleh Siswa siswi Tk St. Dominikus kepada tamu undangan dan orang tua, diantaranya; paduan suara Hymne guru, dan puisi untuk guru sebagai ungkapan rasa terima kasih.

Elisabeth Naru Nitit, Kepala Sekolah Tkk st. Dominikus Riangpuho, dalam sambutannya, menyampaikan sebanyak 44 siswa telah melaksanakan Kurikulum 2013.

Dengan melaksanakan kurikulum 2013 berarti lembaga sekolah telah melaksanakan tujuan yakni anak dilatih untuk mandiri. Salah satu bukti nyata adalah menabung. Dengan menabung sejak usia dini, anak diajarkan untuk hidup hemat.

Alhasil selama dua tahun, tanpa terasa tabungan anak benar benar menggiurkan. Dengan jumlah tabungan yang terbanyak atas nama Astuti Purnama Sari dengan jumlah tabungan Rp 2.300.000. Anak dari Abdullah Bape dan Kamsiah Tete Lewar, dimana keseharian pekerjaan orang tuanya sebagai Nelayan.

Dan jumlah tabungan terbanyak kedua adalah Marko Ardianus Tung Lili dengan jumlah tabungan sebanyak Rp. 2.200.000. Anak dari seorang petani Apolonaris Tung Lili dan Getrudis Jawa Tukan.

Berbeda dengan itu, Pater Bernadus Boli Udjan,SVD yang sempat hadir, menyampaikan salah satu misi sekolah Katolik adalah menghasilkan “ata diken” (manusia yang baik). Luar biasa.

Membawa acara diatas panggung, menghafal lagu dan puisi yang begitu panjang, namun tidak ada satu kesalahanpun ketika berhadapan dengan orang tua. Menjadi ata diken apabila bisa bekerja sama dengan orang lain.

Kemudian Pater Bernadus Boli Udjan, SVD meminta anak anak untuk melakukan pemainan anak kampung yakni bom bong kawah dan lima lado. Nampak senyum gembira ketika anak anak secara sepontan melakukanya dengan baik bersama Pater.

“Dalam permainan ini, secara tidak langsung anak diajarkan untuk bekerja sama. Hasil pembelajaran inilah menjadikan “ata diken”, tutupnya.

Lain lagi, Sr. Maria Reineldis, OP, Pengelola TK St. Dominikus Riangpuho, mengharapkan setidaknya orang tua dan guru sekolah Dasar bisa melanjutkan apa yang telah anak anak dapatkan di bangku Tk. sebuah nilai pendidikan walaupun kelihatanya kecil namun kemudian memiliki dampak yang sangat besar. Paling tidak kejujuran dan disiplin yang telah di tanam sejak dini.

Disela sela waktu yang tersisa, Kabar NTT sedikit menggoda ibu dari Astuti Purnama Sari, Kamsiah Tete Lewar, sebagai seorang muslimah yang sedang berpuasa, mengatakan dengan dengan nada santai, menggunakan dialeg Lamahalanya yang kental; uang dari hasil tabungan ini, setidaknya kebutuhan anak di priosritaskan ketika anak masuk ke Sekolah Dasar, sambil menyisip kelebihan tersebut untuk kebutuhan di saat Lebaran. (Jemmy Paun)

Pekerjaan Rumah Leburaya Untuk Flores

WEEKLYLINE.NET_Menteri Pariwisata Arief Yahya meminta Gubernur Nusa Tenggara Timur untuk segera membentuk Badan Otoritas Pariwisata (BOP) Flores dengan tugas utama memastikan dan mengawal konsep 3A (Atraksi, Akses dan Amenitas) sebagai prasyarat pengembangan destinasi utama pariwisata.

“Soal atraksi pariwisata, tidak ada yang meragukan kualitas, keunikan, dan kehebatan NTT dengan ikon Komodonya, termasuk di dalamnya Labuan Bajo, Kelimutu di Ende dan seterusnya sampai ke Alor dan Sumba serta semua potensi wisata yang ada. Semuanya bagus-bagus dan layak disebut berkelas dunia,” kata Menteri Arief Yahya di Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggara Barat di Pulau Flores, Kamis.

Soal akses pariwisata ke Flores, kata Menpar, sudah ada komitmen dari Menteri Perhubungan Ignatius Jonan untuk menaikkan status Bandara Komodo di Labuan Bajo menjadi bandara internasional.

Landasan pacunya akan diperpanjang dan diperlebar agar bisa didarati pesawat-pesawat berbadan lebar dari negara originasi (masuknya unsur kebudayaan yang sama sekali baru dan sebelumnya tidak dikenal sehingga menimbulkan perubahan besar dalam masyarakat).

“Diminta atau tidak diminta, kalau kebutuhan sektor pariwisata mensyaratkan infrastruktur perhubungan, sudah pasti akan dibangun negara. Ini yang sering kami sebut Indonesia Incorporated,” kata Menteri Arief Yahya.

Saat ini, Bandara Komodo rata-rata mengangkut 600 orang setiap harinya. Tentu, kapasitas dan daya angkutnya harus dinaikkan, untuk memenuhi target 500 ribu wisman setahun di 2019. Akses itu mirip benwidth dalam transfer data dalam telekomunikasi yang dihitung dengan bit per second (bps).

“Kalau benwidth nya rendah, jangan berharap bisa up load dan down load data dan gambar dengan cepat,” katanya dan menambahkan soal amenitas, itu “pekerjaan rumah” yang harus segera dikebut.

“Jika target tahun 2019 kunjungan wisman ke Flores dengan ikon Komodo, Labuan Bajo, adalah 500 ribu, maka kapasitas kamar dan segala fasilitasnya pun harus sebanding. Tentu saat ini, daya tampung kamar hotel dan resort jauh dari cukup, dan untuk membangunnya pun butuh waktu,” katanya.

Amenitas ini mirip dengan server dalam teknologi komunikasi. Jika akses atau benwidth sudah besar, server atau memory cardnya tidak cukup, maka data pun tidak bisa terkirim dan tersimpan dengan baik.

“Mana yang harus didahulukan? Dua dari tiga A itu? Dua-duanya harus dimulai secara paralel. Tiga A itu adalah syarat sebuah destinasi bisa dipromosikan besar-besaran sesuai dengan target originasi. Itulah mengapa Kemenpar di awal tahun mengutamakan tiga greaters, Bali, Jakarta dan Kepri (Batam-Bintan), karena lebih siap dengan 3A-nya. Paling siap infrastruktur pariwisatanya,” katanya.

Menteri Arief Yahya mencontohkan Tanjung Kelayang Belitung, satu dari 10 “Bali Baru” yang sudah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata di era Presiden Joko Widodo, yang cepat diproses hanya dalam tiga bulan.

“Agustus 2016 nanti sudah ada ground breaking beberapa hotel chain yang bertaraf internasional di sana. Bupati dan gubernurnya semangat dan agresif. Saya sering bilang, CEO commitment itu paling penting. Keseriusan pimpinan daerah itu paling strategis untuk percepatan sebuah kawasan itu jadi,” Arief Yahya.

Ia menambahkan lahan yang dikelola untuk KEK tahap I sudah diselesaikan 324,4 hektare, dan sudah diserahkan lagi 757 hektare di Desa Juru Sebrang, untuk dibangun KEK lagi di Belitung. Sementara itu, Gubernur Bangka Belitung menyiapkan lagi lahan seluas 1.000 hektare di Bangka untuk KEK yang bisa dijadikan sebagai pusat amnitas yang berkelas dunia, dan siap menampung wisatawan lebih banyak lagi.

“Ketika 3A itu progres, maka segala rupa promosi dan sales bisa dilakukan lebih gencar dan terarah. Kegiatan-kegiatan sport tourism seperti Tour de Flores juga bisa digarap lebih profesional. Ini akan menambah atraksi di Flores, sekaligus meningkatkan promosi destinasinya,. Karena itu, BOP Flores perlu dipercepat,” demikian Arief Yahya. (alfredtnuname/sandrowangak)