Beranda » 2016 » Desember » 09

Arsip harian: 2016-12-09

Hiburan Malam di Ende Berkedok Prostitusi

WEEKLYLINE.NET – Makin maraknya persoalan perdagangan manusia di ntt mebuat publik semakin serius untuk meperbincangkan nya soal perdagangan manusia pada tempat hiburan malam yang di duga berkedok prostitusi pada tempat hiburan malam.

Banyaknya tenpat hiburan malam di Kabupaten Ende ini yang di duga tidak mengantong dengan ijin legalitasnya yang yang jelas tetapi sekarang suda mulai berkembang pada kedok prosti tusi pada tempat hiburan malam tersebut.

Berdasarkan informasi yang di himpun media ini jumad 09 Desember 2016 pada warga di sekitar tempat hiburan malam yang ada di Kota Ende di antaranya BB kafe dan dwins kafe bahwa kedua kafe tersebut tidak mengantongi ijin dan yang lebih ane hanya mengantongi ijin sebagai tempat karoke keluarga tetapi tempat tersebut menyediakan ledis dan minuman keras untuk di perdagangkan.

Yopi Edmundu (28 ) warga kelurahan mautapaga ketika diminta tanggapan terkait dengan maraknya tempat hiburan malam di ende yang sudah mulai mengarah pada prostitusi mengatakan ini suda tidak benar lagi.

“Dan sebaiknya tempat hiburan malam tersebut di tutup saja karna ini sepertinya suda mengarah untuk mempengaruhi pada penyakit masyarakat untuk terjerumus pada hal yang berkedok prostitusi tersebut,” ungkapnya.

Lanjut Yopi pemerintah dan pihak yang berwewenang sebaiknya segerah mengambil tindakan yang tegas dan bila perlu tutup saja kafe – kafe di Ende ini terutama di kafe dwins dan bb kafe karna dari segi kelayakan lokasi sudah tidak memungkinkan karna berdekatan langsung dengan rumah ibadat dan berada pada pertengahan perahan warga.

“Ini sudah banyak kritikan yang muncul dari berbagai pihak karna di anggap bahwa pemerintah sendiri yang suda mencedarai kota budaya dan toleransi umat beragama di Kota Ende ini karna membiarkan oknum membuka tempat hiburan malam di dalam kota dan bersampingan langsung dengan rumah ibadat,” ungkap yopi

Di selah terpisah yopi menambahkan pemerintah jangan hanya melakukan razia pada kos – kos san saja sebaiknya lakukan razia pada tempat hiburan malam tersebut karna suda pastinya perbuatan yang seharusnya di cega adalah pada tempat hiburan malam tersebut.(f.siga)

64 Peserta Ikut Expo Budaya Lembata

WEEKLYLINE.NET – Dalam rangka perayaan Hari Nusantara di Lembata 2016, Pemerintah Kabupten Lembata, melalui Dinas Perindustrian dan Perdagagangan menggelar Expo Budaya Lembata.

Kegiatan expo ini diikuti oleh 64 orang peserta dari seluruh kelompok binaan dan perorangan serta dinas dilingkup Setda Kabupaten Lembata.

Ansel Bahi, Koordinator Expo Harnus 2016, yang juga Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan Kabupaten Lembata, kepada weeklyline.net di lokasi expo, 9 Desember 2016, menjelaskan untuk perayaan Hari Nusantara digelar expo Budaya Lembata dan expo Nusantara.

Expo Budaya Lemnbata, diikuti oleh berbagai kalangan di Lembata dan juga ada peserta dari luar Lembata.

“Untuk peserta dari Lembata berjumlah 64 kelompok. Dan stand yang kami sediakan tidak dibayar,” ungkap Bahi.

Kerajinan tangan khas Lembata (foto:sandro)
Kerajinan tangan khas Lembata (foto:sandro)

Lebih jauh Bahi menjelaskan, selain peserta dari Kabupaten Lembata, ada beberapa peserta dari luar daerah Lembata yakni, dari Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Belu dan Maumere.

Bahi mengungkapkan Expo Budaya Lembata dibagi medunjadi dua bagian yakni Expo Kuliner Khas Lembata dan Expo Kerajinan Khas Lembata.

Secara keseluruhan Expo sesungguhnya dikelolah oleh dua Even Organizer yakni Expo Nusantara dikelolah oleh EO local yang ditunjuk oleh Pemerintah Daerah. Sementara Expo Nasional dikelolah oleh EO yang ditunjuk oleh Kementrian Perindustrian dan perdagangan Republik Indonesia. Berdasarkian informasi, stand kementrian ini dijual 25 juta.

Kegiatan Expo ini, dihadiri oleh Ketua Bidang Nusantara Expo yang juga Kepala Pusat Penelitian dan pengembangan Inovasi Daerah Balitbang Kemendagri, Dr. Dra. Rochayati Basra, M.Pd, Penjabat Bupati Lembata, Sinun Petrus Manuk dan Gubernur NTT, Frans Leburaya.

Kegiatan Expo ini dibuka oleh Gubernur NTT, Frans Leburaya, mewakili Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo yang dimeriahakan dengan tarian Beku sebagai tarian selamat datang.

Anak anak SMK Ile Ape (foto:sandro)
Anak anak SMK Ile Ape (foto:sandro)

Pantauan Media Ini beberapa seluruh stand yang mengikuti expo Budaya Lembata seolah berlomba memamerkan kerajinan tangan dari bahan local Lembata. Misalnya, Stand milik Darma Wanita Kabupaten Lembata, memamerkan kerajinan tangan berupa tas wanita, sandal jepit, aksesoris wanita, cinderamata kapal layar dari kain tenun motif lembata.

Stand SMK I Ilepa Ape, menyediakan berbagai cinderamata kerajinan kayu. Ada garuda dari kayu jati. Ada kapal layar tradisional. Ada asbak gelang dan berbagai kerajinan menarik lainnya.

Sementara itu, expo Nusantara diikuti berbagai instansi, misalnya BUMN, Angkatan Laut, Dukcapil Lembata dan intansi lainnya dengan harga stand Rp.25 juta. (sandrowangak)

Ribuan Pemilih Pemula Terancam Tak Memilih

WEEKLYLINE.NET – Sedikitnya 1.532 pemilih pemula yang terdata oleh petugas pemutakhiran data Pemilih, dipastikan tidak dapat menggunakan hak pilih, lantaran belum memiliki E-KTP.

Barnabas Marak, Ketua Divisi Teknis KPU Lembata, kepada weeklyline.net, Kamis, 7 Desember 2016 mengatakan, petugas pemutakhiran data pemilih telah mendata 1.532 pemilih pemula tetapi tidak bisa terdata dalam daftar pemilih tetap (DPT).

“Pemilih pemula, semua didata tetapi tidak semua pemilih masuk DPT karena masih ada 1.532 yang belum punya E-KTP. Solusinya mereka didorong terus untuk merekam data kependudukannya di dispenduk untuk mendapatkan E-KTP atau surat keterangan penganti sementara E-KTP, agar nanti di hari H dapat mengunakan hak pilih mereka sebagai pemilih tambahan yang akan dilayani dari jam 12.00 s/p 13.00 di TPS dimana mereka berdomisili,” ujar Marak.

Pleno KPU Lembata, menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 72.415, namun 1.532 pemilih pemula tidak masuk DPT kendati telah terdata sebagai pemilih. Ketiadaan E-KTP, syarat menggunakan hak suara, menyebabkan para pemilih pemula terancam tidak dapat memilih.

Kepala Dinas Kependudukan Kabupaten Lembata, Wens Pukan menjelaskan, pihaknya terus melakukan pelayanan kepada pemilih pemula dengan sistim jemput bola. Pihaknya menyasar pelayanan E-KTP maupun Surat keterangan pengganti pemilih di sejumlah sekolah di Lembata.

“Pelayanan terus kami intensifkan ke sekolah-sekolah agar pemilih pemula dapat menggunakan hak suaranya dalam Pilbup nanti. Dari Pengalaman selama ini, animo masyarakat masih sangat rendah, mengurus KTP pada saat membutuhkan saja, tidak jauh-jauh hari. Tetapi kita tetap jemput bola. Mudah-mudahan bisa diatasi, ” ujar Wens Pukan.

Pukan menegaskan, pengurusan E-KTP tidak dipungut biaya.(sandrowangak)

Pulau Lembata Dikepung 21 Kapal Perang + 1000 Personil TNI AL

WEEKLYLINE.NET – Hari Nusantara digelar di Pulau Lembata yang rencananya akan dihadiri Joko Widodo, mendapat pengawalan super ketat.

Pengawalan yang dilakukan oleh Tentadra Nasional Indonesia ini bukan saja di titik injak Presideen, Wulen Luo, areal pelabuhan Lewoleba tetapi Pulau Lembata yang dikelilingi laut ini pun dikepung. Tidak main main, demi menjaga keamanan sang presiden dan mendukung Hari Nusantara, Markas Besar Angkatan Laut memerintahkan puluhan kapal perang ke Lembata.

Komandan Satuan Tugas Hari Nusantara Lembata 2016, Kolonel Laut (P) Haris Bima, kepada wartawan di Lewoleba, Kamis, 8 Desember 2016, mengungkapkan kedatangan Presiden Jokowi, menjadi prioritas demi terselenggaranya puncak perayaan Harnus 2016.

Untuk itu, TNI AL mengirimkan puluhan kapal perang ke Lembata. saat ini sudah adabeberapa kapal perang yang berlabuh di Teluk Lewoleba, diantara KRI Dewa Ruci, KRI Makasar, KRI Terapang dan KRI Tangker Arung Samudra.

Selain itu akan ada penambahan beberapa armada Kapal Perang dalam melakukan tugas pengawalan, pasing sail dan mendukung kesuksesan Hari Nusantara.

“Untuk sementara jumlah kapal yang terdata melakukan pengawalan di Pulau Lembata dan mendukung kegiatan Harnus sebanyak 21 buah. Kapal perang tersebut akan melakukan pasing sail saat puncak perayaan, dan melakukan pengawlan serta penjagaan di perairan luar lokasi atau di luar Teluk Lewoleba,” ungkap Haris Bima.

Dansatgas Harnus yang sehari hari menjabat sebagai Komandan Satuan Kapal Patroli Armada RI Kawasan Timur (Armada Timur) ini, lebih jauh menjelaskan selain puluhan kapal perang tersebut, TNI Angkatan Laut juga menyiapkan 1000 personil dalam kegiatan ini.

Sebelumnya diberitakan hanya ada 12 kapal perang yang melakukan pengawalan di Pulau Lembata. Hal ini disampaikan Komandan Pos Angkatan Laut Lembata, Fransisco BJ berdasarkan informasi yang masuk ke Markas Komandan Pos Angkatan Laut Lembata. Data sementaara yang masuk saat itu menurut Fransisco, yakni KRI Dewa Ruci, KRI Terapang, KRI Surabaya, KRI Makasar, Untung Surapati, KRI Hasan Basri, KRI Kakap, KRI Sura, KRI Singa, KRI Arung Samudra berjenis kapal tangker untuk menyuplai bahan bakar. Selain itu dua.kapal.yanglain adalah KAL Kembang dan KAL Balibo.

Saat ini, sudah empat kapal yang masuk di Teluk Lewoleba yakni KRI Terapang labuh dipelabuhan Lewoleba, sekira pkl. 11.00, lalu menjelang petang KRI Tangket Arun legoh jangkar sekitar pkl.17.24 dan malam hari sekira pkl.21.54 KRI Legendaris Dewa Ruci labuh di Pelabuhan Laut Lewoleba dan KRI Makasar.

Selain Keempat kapal ini, berdasarkan DWD-Diperkirakan Waktu Tiba, KRI Surabaya esok hari, 9 Desember 2016 dan diikuti KRI lainnya. (sandrowangak)

TNI AL Peduli, Operasi Kesehatan di Lembata

WEEKLYLINE.NET – ​​Sedikitnya 409 pasien pengidap berbagai penyakit, membanjiri hari pertama kegiatan pengobatan gratis Karya Bakti TNI Lantamal VII Kupang di Lembata. Pengobatan gratis tersebut tidak hanya untuk penyakit umum namun juga penyakit dalam, melibatkan 30 Tim medis dan ahli bedah.

Mayor Laut, Dokter Slamet Rahardjo ditemui di sela-sela kegiatan pengobatan gratis, kepada weeklyline.net, Kamis 8 Desember 2016 menjelaskan, Karya bhakti TNI Lantamal VII, digelar guna memeriahkan peringatan Hari Nusantara yang digelar 9-13 December nanti.

“Sebagai daerah yang minus pelayanan kesehatan seperti Lembata, kami pandang penting untuk mendekatkan pelayanan. Dengan menggunakan KRI Makasar, kami boyong semua peralatan medis termasuk peralatan bedah dari Kupang untuk melayani masyarakat secara gratis selama dua hari, bertempat di RS St. Damian Lewoleba,” ujar Dokter Raharjo.

Disebutkan, pihaknya melakukan operasi Hernia, ,benjolan-benjolan di tubuh disamping penyakit umum. Tim Lanal menyertakan 30 orang petugas medis, termasuk Dokter ahli bedah. Juga menyertkan dua dokter spesialis yakni spesiali anak dan penyakit dalam.

“Ini merupakan operasi TNI AL non perang, dalam rangka Harnus,” ujar Dokter Rahardjo.

Karya Bakti TNI Lantamal VII Kupang di Lembata berisi pemeriksaan kesehatan gratis, bhakti social dan penyuluhan kesehatan di sejumlah sekolah selama dua hari.

Pengobatan gratis oleh Tim medis TNI AL ini mendapat sambutan hangat dari warga Lembata.(sandrowangak)

Empat Kapal Mangkrak, Diduga Bahan Dibawah Standar

WEEKLYLINE.NET – Sebanyak empat buah kapal bantuan Pemerintah Propinsi NTT kepada masyarakat kelompok tani nelayan Desa Keliwumbu kecamatan Mauroleh Kabupaten Ende tidak dapat di fungsikan.

Berdasarkan pantauan media ini pada hari Rabu, 07 Desembar 2016 di sekitar pesisir pantai Ropa Desa Keliwumbu Kecamatan Mauroleh Kabupaten Ende. Terdapat empat unit kapal Viber 3 GT terlihat parkir di sekitar pinggiran Pantai Ropa.

Informasi yang di himpun oleh media ini dari masyarakat di sekitar pantai tersebut bahwa kapal ini di perbantukan sekitar tahun 2014 lalu tetapi suda terlihat berlabuh sejak beberapa bulan terakhir ini.

Hal ini di sebabkan oleh kualitas kapal yang di adakan tidak sesuai dengan potensi ombak di daerah kita ini sehingga kapal mudah rusak.

Boi (35 ) salah seorang warga Desa Waka yang di temui di Pante Ropa yang sedang mau melakuan aktifitasnya melaut ketika di minta tanggapan terkait dengan kondisi kapal yang belum lama di perbantukan tetapi sudah tidak dapat si fiungsikan,.

“Kapal jenis viber yang diperbantukan ini sepertinya hanya untuk memenuhi jenis tender pekerjaan saja sedangkan kualitas viber yang di gunakan untuk membuat kapal mungkin yang berkualitas di bawah standar, ini di buktikan dengan keadaan kapal yang kita liat sekarang ini kapal tidak mampu bertahan lama dengan kondisi kapal sudah rusak parah,” ungkap Boi.

Untuk itu Boi berharap pemirintah dalam hal ini baik pemerintah pusat maupun daerah kalau ingin punya niat mau membantu masyarakat kecil sebaiknya memilih pihak penyedia yang lebih mengutamakan kualitas dari kapal tersebut sehingga masyarakat dapat manfaat kan dengan baik jangan hanya satu tahun ada dilaut dan masa pemeliharaan selesai akhirnya kapal juga ikut selesai.

Ketua forum pembela masyarakat kecil Adrianus so ketika di minta tanggapannya terkait dengan persoalan kapal ini beliau mengatakan pihak nya sangat mengharapakan kepada pemerintah dalam hal ini dinas perikanan dan kelautan Kabupaten Ende yang tentu sebagai perpanjangan tangan agar dapat menyampaikan persoalan ini kepada Dinas Perikanan dan kelautan Propinsi agar kedepannya dalam melakukan pengadaan kapal lebih jeli memili penyedia yang lebing mengutamakan kualitas dari kapal jenis viber tersebut sehingga masyarakat kecil dapat memanfaatkan bantuan tersebut dalam rentan waktu yang lama ketimbang memili penyedia yang hanya mementingkan keuntungan ketimbang kepentingan masyarakat.

Ardian menambahkan kepada pihak penegak hukum terkait dengan masalah tersebut diharapkan untuk melakukan pengawasan dan bila perlu melakuan uji petik terhadap jenis kapal tersebut sehingga kita bisa tau singkron antara anggaran yang di sesiakan dengan kualitas kapal tersebut agar masyarakat kecil tidak hanya di jadikan sebagai korban dan untuk kepentingan individu dalam memperkaya diri.

Hinggga berita ini di turunkan pihak dinas perikanan dan kelautan propinsi belum bisa di konfirmasi terkait tahun bntuan jumlah dana dan sember dana yang digunakan dan penyedia untuk pengadaan kapal tersebut.(f.siga)

Lomba Renang dan Dayung Rebut 50 Juta

WEEKLYLINE.NET – Panitia Hari Nusantara 2016 di Kabupaten Lembata menggelar lomba Dayung Perahu Tradisional dan Lomba Renang. Hadiah yang ditawarkan pun bukan main main. Total hadiah yang disediakan oleh panitia sebesar Rp. 50juta.

Komandan Pos Angkatan Laut, Fransisco BJ, kepada weeklyline.net, 8 Desember 2016 di Pos Angkatan Laut Pelabuhan Lewoleba, menjelaskan lomba dayung perahu tradisional dan lomba renang dibuka untuk semua lapisan masayarakat Lembata.

“Kami sudah membuka pendaftaran lomba renang dan lomba dayung perahu tradisional gratis untuk semua kalangan masyarakat. Tanpa memungut biaya,” ungkap Fransisco.

Dia menjelaskan saat pendaftaran dibuka, ada peserta dari luar Kabupaten yang mendaftar. Misalnya, peserta dari Kota Kupang, Berly Bire berumur 12 tahun dan menjadi peserta termuda untuk lomba renang.

Perlombaan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Nusantara 2016 dan memperkenalkan laut kepada semua kalangan masyarakat.

Fransisco lebih jauh mengungkapkan perlombaan perahu tradisional dan lomba renang ini akan menempuh jarak 1000 meter.

“Rencananya Lomba Dayung Perahu Tradisional digelar dengan titik start dari pelabuhan jetti milik Ben Tenti dan finish di Pelabuhan Jetti milik pemda Lembata,” ungkap Fransisco.

Sementara lomba Renang dimulai dari Pelabuhan Jobber, lalu peserta diarahkan ke tengah laut dan berenang berbelok menuju pelabuhan jetti milik pemda Lembata.

Sampai dengan saat ini total selain total hadiah sebanyak 50 juta, panitia juga menyiapkan perahu untuk perlombaan sebanyak 30 buah dan dayung juga pakaian renang. Untuk renang panitia mempersilakan peserta untuk memakai pakaian sendiri agar lebih nyaman.

Disinggung soal jumlah peserta yang sudah mendaftar, Fransisci mengungkapkan untuk Lomba Dayung Perahu Tradisional sudah 53 tim yang mendaftar sementara Lomba Renang sudah 123 peserta. Untuk lomba dayung, satu tim terdiri dari dua orang.

Untuk itu, Fransisco menginformasikan bahwa pada tanggal 11 Desember 2016, Pkl.06.00 akan digelar technical meeting dan apel bersama, sebelum lomba dayung diselenggarakan. Lalu sehsri sebelum puncak perayaan Harnus, 12 Desember 2016, digelar lomba renang yang rencananya dibuka oleh danlanal maumere, Kolonel Marinir Firman Johan. (sandrowangak)