Beranda » 2016 » Desember » 10

Arsip harian: 2016-12-10

Titip Lembata dalam Program Pemerintah Pusat

WEEKLYLINE.NET – Pembukaan Expo Nusantara dalam rangkaian Hari Nusantara (Harnus) ke-16 di Pelabuhan Laut Lewoleba Lembata, Jumat, 09 Desember 2016 malam diwarnai penembakan 2037 buah kembang api.

Semaraknya suasana pembukaan Expo Nusantara itu membuat ribuan warga Lembata yang memenuhi pelataran Pelabuhan Laut Lewoleba, Lembata berdecak kagum dan sangat menikmati suasana indah di malam itu.

Saat membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri, Wakil Gubernur NTT, Benny Litelnony mewakili Mendagri dalam sambutannya mengatakan, menjadi sebuah kebanggan yang besar bagi masyarakat NTT dan Lembata karena pemerintah pusat menetapkan Lembata sebagai tempat dilaksanakan Harnus 2016.

“Lembata harus bangga menjadi bagian dari NKRI. Pemerintah pusat memberikan dukungan yang besar untuk memajukan Lembata melalui perayaan nasional Harnus. Karena itu, saya berharap, Lembata harus membuka diri dengan daerah lainnya sehingha semakin dikenal di seantero Indonedia hingga dunia,” kata Benny Litelnoni

Selain itu, kepada pejabat-pejabat yang datang dari berbagai kementerian di Jakarta Benny berharap setelah melihat kondisi Lembata secara real ini, harus bisa membuat program dan terobosan untuk membangun Lembata ini.

“Pejabat-pejabat dari pusat yang datang di Lembata pada Harnus ini harus bisa membuat program utk membangun Lembata, karena Lembata merupakan bagian dari NKRI yang harus dibangun seperti daerah lainnya. Kami titip Lembata dalam program pemerintah pusat,” kata Benny.

Benny yang juga membaca sambutan Mendagri selaku Ketua Panitian Harnus tahun ini menjelaskan, Indonesia merupakan negara kepulauan, karena itu pemerintah menetapkan setiap tanggal 13 Desember harus diperingati sebagai Hari Nusantara dan tahun ini merupakan peringatan Harnus yang ke – 16 dan dilaksanakan di Lembata.

Mendagri berharap, dengan peringatan Harnus ini, generasi muda.harus diarahkan untuk mencintai laut karena potensi laut sangat kaya yang dapat menghidupi kehidupan mereka.

“Pemerintah sangat peduli terhadap kehidupan masyarakat pesisir yang masih mengalami kesulitan hidup. Meski demikian masyarakat pesisir telah menjaga dan mengawal wilayah laut dengan sangat baik hingga saat ini,” tulis Mendagri, Tjahyu Kumolo.

Sementara, Penjabat Bupati Lembata, Sinun Petrus Manuk dalam ucapan selamat datangnya mengatakan, masyarakat dan pemerintah Kabupaten Lembata sangat bangga karena pemerintah pusat mempercayakan daerah ini sebagai tuan rumah perayaan nasional Harnus ke 17 tahun ini.

“Ini momentum yang sangat berharga karena pemerintah pusat yang menetapkan Lembata sebagai tuan rumah Harnus, maka Lembata pasti mendapatkan perhatian besar pasca Harnus ini. Lembata merupakan bagian yang tak terpisahkan dari NKRI, karena itu Lembata juga harus dibangun dengan baik,” kata Manuk.

Seremonial pembukaan itu diawali dengan tarian beku sebagai tariarikn selamat dating. Dan berbagai tarian tradisional Lembata laingnya termasuk menari dolo dolo bersama pejabat yang hadir. (sandrowangak)

Indonesia Luar Biasa Karena Lembata Keren

WEEKLYLINE.NET – Indonesia menjadi Negara yang luar biasa karena salah satu wilayah yang membentuk NKRI memiliki pemandangan dan potensi kelautan yang keren. Tanpa Lembata Indonesia tidak disebut Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pemerintah Pusat menetapkan Lembata sebagai tempat diselenggarakan Hari Nusantara (Harnus) ke-17 karena besarnya potensi kelautan daerah ini.

“Karena semangat yang besar dari masyarakat Lembata yang begitu.gigih berjuang untuk mempromosikan sumber daya kelautan dan budaya bahari di daerah ini dalam kaitannya dengan membangun poros marotim dunia maka pemerintah pusat menetapkan Lembata sebagai tuan rumah perayaan nasional Harnus tahun ini,” kata Rochayati Basra Ketua Bidang Nusantara Expo Harnus ke-17.

Dalam sambutannya pada pembukaan Expo Nusantara di pelataran Pelabuhan Laut Lewoleba, Jumat, 09 Desember 2016 malam, Richayati menjelaskan, untuk expo Nusantara tahun di di Lembata, pantia membangun 135 buah stand, dan yang sudah terisi sebanyak 115 stand.

Pada akhir sambutannya Basra meminta semua pejabat dan pengunjung yang hadir untuk memekikan Lembata, Keren, Indonesia Luar Biasa.

Expo Nusantara ini diikuti oleh berbagai Istansi pemerintahan itu dibuka oleh Wakil Gubernur NTT, Beny Litelnoni, dengan menggunting pita dipintu masuk areal pameran.

Rochayati Basra (berjilbab) mengajak ibu Penjabat Bupati Lembata, memberikan jempol untuk Lembata yang keren (foto:sandro)
Rochayati Basra (berjilbab) mengajak ibu Penjabat Bupati Lembata, memberikan jempol untuk Lembata yang keren (foto:sandro)

Beni selepas menggunting pita ditemani Penjabat Bupati Lembata, Sinun Petrus Manuk, Ketua Bidang Nusantara Expo Harnus 2016 Rochayati Basra dan beberapa perwira Angkatan TNI Angkatan Laut meninjau dan mengunjungi areal expo nusantara.

Expo Nusantara ini, walau standnya dijual seharga Rp. 25 juta, tetapi terisi semua. Nyaris semua Dinas Kelautan Provinsi seluruh Indonesia ikut berpartisipasi. Sebut saja mdisalnya, DKP Provinsi Jatim, DKP Provinsi Sulawesi Selatan, DKP Provinsi Jawa Tengah dan termasuk dari mabes TNI Angkatan Laut yang memamerkan alutista TNI AL. Selain DKP ada juga peserta dari BMUN dan beberapa instansi vertical lainnya. (sandrowangak)

Mereka Berdamai Karena Suapan Piter Manuk

WEEKLYLINE.NET – Konflik urat saraf antara Pemerintah Desa Jontona dan Badan Pemusyawaratan Desa di Desa Jontona berakhir damai.

Perdamaian ini terjadi bermula dari kedua bela pihak menghadap Penjabat Bupati Lembata, Sinun Petrus Manuk di ruangan kerjanya, 6 Desember 2016.

dalam pertemuan itu Penjabat Bupati Lembata, Drs. Pieter Manuk mengingatkan, kepada Kepala Desa Jontona,Niko Watun dan Ketua BPD Desa Jontona, Raymundus Key dan jajarannya masing-masing agar selalu kompak dan damai untuk membangun Desa Jontona, Kecamatan Ile Ape Timur yang lebih maju dan sejahtera.

“Perbedaan pendapat itu wajar. Tapi jangan ciptakan konflik berkepanjangan. Ada masalah apapun diselesaikan secara baik dalam bingkai semangat persatuan dan persaudaraan demi kemajuan pembangunan. Masyarakat jangan dikorbankan,” kata Piter Manuk

Hadir pula Camat Ileape, Stanis Witak, Kepala Desa Jontona dan Ketua DPD Desa Jontona dan anggota untuk membicarakan masalah pencairan dana desa untuk percepatan pembangunan di desa itu.

Alokasi Dana Desa mencapai lebih dari 1 Miliar, sampai dengan saat ini belum dicairkan karena adanya konflik Kepala Desa dan BPD Desa Jontona.

Penjabat Bupati Lembata, Pieter Manuk ketika beraudensi dengan aparat Desa Jontona didampingi, Kepala BPMD, Thomas Tipdes, SH.Mhum, Kabag Hukum, Pieter Loba, SH. M.hum, Kabag Pemerintahan, Mundus Asan , SE dan Kabag Humas Setda, Karel Burin, SH.

Dalam pertemuan itu, Penjabat Bupati Lembata, Pieter Manuk menegaskan, dana boleh dicairkan untuk memepercepat pembangunan semenisasi jalan di Desa Jontona yang mencapai 1 KM yang kini sangat dinantikan masyarakat. Tapi dengan syarat Kepala Desa dan BPD Desa Jontona jangan konflik lagi.

Namun harus komitmen untuk kompak dan damai demi membangun Desa ini lebih maju dan sejahtera.

Beberapa harti kemudian, Manuk melakukan kunjungan kerja di Desa Jontona. Dihadapan seluruh masyarakat Jontona, Manuk mengingatkan kembali pesannya agar kedua belah pihak menghentikan konflik ini dan bersatu membangun desa.

Sesaat setelah menyampaikan pesan Manuk mendamaikan keduanya dengan menyuapkan tumpeng kepada Nikolau Ake Watun dan Raymundus Key. Berdamailah demi Jontona. (sandrowangak)