Beranda » 2016 » Desember » 20

Arsip harian: 2016-12-20

Karena Itu, Fiona Pun Rela Ke Puncak Ile Ape

WEEKLYLINE.NET – Mendaki gunung tidak hanya dapat dilakukan oleh komunitas-komunitas pecinta alam saja, semua orang bisa melakukannya asalkan punya kemampuan dan semangat untuk tetap menjaga dan mencintai alam di sekitarnya.

Siapa sangka model papan atas, Fiona Callaghan juga tertarik dan mau memburu pesona alam di belahan Indonesia. Menariknya, mantan finalis putri Indonesia tahun 2009 ini, rela mendaki puncak Ile Ape hanya untuk mencari view dan setting pemotretan di Puncak Ile Ape yang eksotik.

Fiona datang sendiri ke Lembata, dan ditemani salah seorang Fotografer Lokal, Erna Ruing yang juga pegawai Dinas Pariwisata Kabupaten Lembata.

Ketertarikan model kelahiran Kinabalu, Malaysia ini dengan pemadangan Gunung Ile Ape membuatnya mengabadikan beberapa foto modelnya dengan pakaian adat asli Ile Ape.

Pada kepala Fiona, terbalut mahkota buluh ayam khas penari wanita Ile Ape, juga kain sarung tenunan asli dan aksesoris wanita ile ape lainnya, semisal gelang gading dan manik manik asli.

Eksotis dan elegan, itulah kesan dari kostum adat ile ape yang dikenakan Fiona Callaghan, wanita kelahiran 25 Maret 1985 ini.

Kepada weeklyline.net, Erna Ruing mengungkapkan kehadiran Fiona presenter Jendela Wisata di MNCTV di Lembata adala bagian dari perjalanan wisata Fiona, dan mencoba mencoba busana adat lembata dan busana ile ape menjadi pilihan wanita yang pernah menjadi Speaker for LSPR Fashion Day Urban SAGA “Seminar Fashion Journalism“ in The London School of Public Relations ini. Luar biasa. Bukan hanya memilih busana adat asli ile ape, tetapi juga melakukan pemotretan di puncak ile ape dekat kawah gunung berapi itu.

“Dia dating karena dia tertarik dengan keindahan alam di Lembata dan ingin mencoba busana adat asli ile ape,” ungkap Ruing, Selasa, 20 Desember 2016.

Selama berada di Lembata, Fiona mengunjungi beberapa obyek wisata, diantaranya, Kampung Nelayan Ikan Paus, Lamalera, Teluk Waienga, Pulau Siput di Teluk Lewoleba dan Gunung Ile Ape serta mengunjungi beberapa penenun busana tradisional di Ile Ape dan Ile Ape Timur.

Bagi Fiona, berkunjung ke Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tak ada salahnya untuk mencoba mendaki Gunung Ile Ape sembari menikmati lembayung senja keindahan alam yang disuguhkan dan melakukan pemotretan di puncak itu berpadu busana adat daerah setempat.

Sekedar diketahui, Gunung Ile Ape merupakan sebuah gunung yang masih aktif dan selalu mengeluarkan lahar belerang. Gunung ini memiliki panorama alam yang indah dengan keberadaan kawah-kawah di beberapa bagian gunung.

Panorama alam pegungungan Ile Ape merupakan sebuah obyek menarik bagi wisatawan yang melakukan kegiatan pendakian (hiking) sambil menikmati keindahan alam yang berada di sekitar pegunungan.

Semua orang yang berkunjung ke Lembata pasti akan terpesona oleh keindahan Ile Ape, gunung berapi di semenanjung kecil, tepatnya di samping Teluk Lewoleba. Lokasinya cukup fotogenik karena langsung terlihat saat merapat ke Lembata dengan kapal laut ataupun dengan pesawat terbang.

Jika cuaca sedang cerah, pilot pesawat terbang Susi Air tak akan sungkan melakukan atraksi mengelilingi gunung tersebut. Ile Ape merupakan landmark-nya Lembata. Ile Ape merupakan gunung dengan ketinggian 1450 meter diatas permukaan laut.

Dengan posisinya yang cukup strategis, jika berada di puncak gunung tersebut telah menemukan tempat yang sangat ideal untuk berburu sunset maupun sunrise. Terdapat punggung gunung yang sangat cocok sebagai lokasi berkemah didekat kawah dengan areal pasir putih yang membentang.

Dari lokasi berkemah pemandangan pemandangan matahari terbenam sangat menakjubkan, karena jauh dibawahnya terlihat serangkaian teluk-teluk, baik teluk utara maupun teluk selatan.

Selain itu juga akan terlihat keindahan-keindahan gunung Ile Boleng, gunung yang terletak di ekor pulau Adonara, menghadap ke Pulau Lembata yang hanya dipisahkan oleh selat sempit.

Dalam pendakian akan dijumpai kaldera seluas hampir 1 km2 yang sudah ada sejak 1889 dan akan membuat anda terpana dengan pasir kalderanya yang berwarna agak putih. Batok gunung memiliki retakan-retakan belerang berwarna kuning cerah.

Di lereng bagian timur pemandangan lain terbentang laut di teluk Jontona seolah danau luas dengan sebuah pulau kecil di tengahnya bagaikan view Danau Toba. Gunung Ile Ape di Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu ikon dari keindahan alam Indonesia.

Tidak heran jika Ile Ape menarik banyak wisatawan mancanegara untuk mendakinya dan melihat langsung keindahan Gunung Ile Ape. Selain itu Gunung Ile Ape merupakan salah satu tempat terindah yang menjadi incaran oleh banyak fotografer.

Catatan media ini, pernah beberapa pendaki perempuan dari Aceh mengibarkan bendera Merah Putih saat HUT RI beberapa tahun lalu. Mereka menyebut Gunung ini sebagai gunung Cinta Kasih.

Ketika mendengar kata Gunung Ile Ape yang akan terbayang adalah keindahan gunung ini dan cerita-cerita seru selama pendakian, tidak heran Gunung Ile Ape merupakan sebuah gunung yang esksotis dan sebuah ikon di Lembata, NTT.

Cerita Ile Ape seluruh pemadangan yang eksotik akan semakin kesohor dengan hadirnya Fiona Callaghan, bertepatan dengan Harnus2016 lalu, yang juga pernah menjadi Juri untuk Pemilihan Putra Putri Bahari Kepulauan Seribu 2008 dan aktifis untuk Pulau Komodo dalam Rangka New 7 Wonders of Natures. Walahualam. (sandrowangak)

PLAN International komit Ciptakan Generasi Emas Lembata

WEEKLYLINE.NET – Delapan puluh persen perkembangan otak manusia terjadi di usia dini.

Itu sebabnya, periode ini merupakan momen tepat untuk menanamkan nilai dan pendidikan pada anak, termasuk status gizi yang menjadi salah satu aspek terpenting guna mendukung tumbuh-kembang, pembentukan karakter, serta kecerdasan yang akan dibawa hingga usia dewasanya.

Oleh karena itu, pendidikan anak usia dini (PAUD) menjadi sebuah sarana yang tepat dalam memberikan pengenalan nutrisi yang tepat dengan stimulasi yang sesuai tahapan tumbuh-kembang Si Kecil.

Dalam program PAUD, orangtua dan guru bisa saling bekerja sama dalam menuntun anak menjadi generasi yang hebat. Namun, penyelenggaraan PAUD tersebut masih menghadapi berbagai masalah, sehingga konsep PAUD pun mulai bergeser.

Para ahli pun merekomendasikan perlunya untuk melakukan pengembangan terhadap anak usia dini secara holistik dan terintegrasi. “Peraturan Presiden No. 60 (2013) mengamanatkan agar pengembangan anak usia dini hendaknya dilakukan secara holistik integratif.

Bahkan, UNESCO menyarankan, 75 persen anak Indonesia wajib mendapat hak-hak untuk mendapatkan pendidikan usia dini secara holistik. Namun, kita masih sanggup memenuhinya hanya sekitar 30 persen.

Karenanya, seluruh layanan sosial dasar bagi anak didorong untuk dapat terintegrasi, terutama pada layanan posyandu dan PAUD juga BKB HI.

Hal ini disampaikan Denny Rahardian, dari Plan International Program Area Lembata, saat membawakan materi terkait Road Map Program Pendidikan Anakn Usia Dini Holistik Integratif di Hotel Olympic, Lewoleba Lembata, Senin, 19 Desember 2016.

Rahardian menguraikan pengembangan PAUD holistik integratif adalah pengembangan anak usia dini yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam, meliputi berbagai aspek fisik dan non-fisik, termasuk mental, emosional, dan sosial.

“Pengembangan PAUD holistik integratif juga bertujuan memenuhi 5 pilar hak anak. Mulai dari hak anak untuk terhindar dari penyakit, serta hak terpenuhi kecukupan gizi agar dapat bereksplorasi dan mengembangkan kemampuan otaknya dengan maksimal,” ungkap Rahardian.

Selain itu, anak juga perlu distimulasi sedini mungkin, mendapatkan pengasuhan yang baik, serta hak mendapatkan perlindungan dari kekerasan fisik dan psikologis.

“Lima pilar inilah yang disebut pengembangan PAUD holistik integratif. Ini yang perlu dipertanggungjawabkan agar berjalan dengan baik oleh semua pemangku kepentingan,” ungkapnya.

Hal ini penting untuk ditindaklanjuti sehingga perlu adanya penyusunan Roadmap dan anggaran PAUD HI Kabupaten Lembata berikut target angka partisipasi.

Sebab, untuk propinsi NTT, misalnya, telah menetapkan angka partisipasi PAUD HI, sebesar 75 persen pada tahun 2019. Dan sampai saat ini baru mencapai 55,73 %. Dan berdasarkan hasil diskusi pada pertemuan pembentukan gugus tugas PAUD HI tingkat propinsi NTT, hanya lima kabupaten yang baru memiliki Gugus Tugas PAUD HI. Yakni, Lembata, TTS, TTU, SIkka dan Nagekeo.

“Terbentuknya Gugus Tugas dilima kabupaten ini juga karena intevensi dan advokasi karya dari Plan International,” jelas Rahardian lokakarya Roadmap PAUD HI kerjasama Plan International Program Area Lembata dan LPM

Untuk Lembata, Plan International sudah melakukan advokasi di 89 desa seluruh Lembata, dan replikasi 10 desa oleh Pemda Kabupaten Lembata.

Untuk itu dia berharap agar, lokakarya roadmap yang menghadirkan semua tenaga Perencana di beberapa SKPD Setda Kabupaten Lembata bias melakukan kebijakan anggaran agar pengembangan PAUD HI di Lembata bias berjalan dengan baik demi menciptakan generasi emas Lembata. (sandrowangak)

Ada Gambar Herman Yohanes di Pecahan Rp. 100 Yang Baru

WEEKLYLINE.NET – Sebagai bentuk penghormatan dan rasa nasionalisme yang tinggi atas jasa pahlawan, gambar 12 pahlawan nasional akan diabadikan dalam desain uang baru yang akan segera diterbitkan Bank Indonesia (BI).

Salah satunya adalah gambar pahlawan yang barasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yakni Prof. Dr. Ir Herman Johannes pada uang logam pecahan Rp100.

Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur, Naek Tigor Sinaga kepada media ini melalui email, Senin, 19 Desember 2016.

Sinaga mengatakan, memasuki penghujung tahun 2016, dan sebagaimana diamanatkan UU No. 7 tahun 2011 tentang mata uang rupiah, maka Bank Indonesia akan mulai mengeluarkan dan mengedarkan uang NKRI tahun emisi 2016 secara serentak di seluruh Indonesia.

“Kita patut berbangga bahwa salah satu pahlawan nasional yang berasal dari NTT yaitu Prof. Dr. Ir Herman Johanes terpilih sebagai salah satu dari 12 pahlawan nasional yang diabadikan pada seri mata uang baru tersebut,” tandasnya.

Berikut nama-nama pahlawan besarta keterangan diabadikan pada masing-masing pecahan mata uang rupiah yang akan diedarkan Bank Indonesia.

Pertama, Gambar Pahlawan Nasional Dr. (H.C.) Ir. Soekarno dan Dr. (H.C.) Drs. Mohammad Hatta sebagai gambar utama pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp 100.000,00 (seratus ribu rupiah)

Kedua Gambar Pahlawan Nasional Ir. H. Djuanda Kartawidjaja sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp50.000,00 (lima puluh ribu rupiah);

Ketiga, Gambar Pahlawan Nasional Dr. G.S.S.J. Ratulangi sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp20.000,00 (dua puluh ribu rupiah);

Keempat, Gambar Pahlawan Nasional Frans Kaisiepo sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp10.000,00 (sepuluh ribu rupiah);

Kelima, Gambar Pahlawan Nasional Dr. K.H. Idham Chalid sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp5.000,00 (lima ribu rupiah)

Keenam, Gambar Pahlawan Nasional Mohammad Hoesni Thamrin sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp2.000,00 (dua ribu rupiah);

Ketuju, Gambar Pahlawan Nasional Tjut Meutia sebagai gambar pada bagian depan Rupiah kertas NKRI dengan pecahan Rp1.000,00 (seribu rupiah);

Kedelapan, Gambar Pahlawan Nasional Mr. I Gusti Ketut Pudja sebagai gambar pada bagian depan Rupiah logam NKRI dengan pecahan Rp1.000,00 (seribu rupiah);

Kesembilan, Gambar Pahlawan Nasional Letnan Jenderal TNI (Purn) Tahi Bonar Simatupang sebagai gambar pada bagian depan Rupiah logam NKRI dengan pecahan Rp500,00 (lima ratus rupiah);

Kesepuluh, Gambar Pahlawan Nasional Dr. Tjiptomangunkusumo sebagai gambar pada bagian depan Rupiah logam NKRI dengan pecahan Rp200,00 (dua ratus rupiah);

Kesebelas, Gambar Pahlawan Nasional Prof. Dr. Ir. Herman Johanes sebagai gambar pada bagian depan Rupiah logam NKRI dengan pecahan Rp100,00 (seratus rupiah). (*/sandrowangak)

Berpolitik, Belajar Sportivitas dari Ring Tinju

WEEKLYLINE.NET – Willem Lojor menyampaikan bahwa kehadiran Chris John bisa sekaligus memberikan motivasi tentang sportivitias dalam pertandingan yang bisa disebarkan selama pilkada Lembata yang saat ini sedang dalam tahapan kampanye.

Untuk itu, dia meminta agar para politis Lembata biusa beljar sportivitas dari seorang atlet tinju.

Lembata yang akan menyelenggarakan pemilukada keempat di era otonomi, perlu belajar dari tinju. Di atas Ring para petinju bisa berdarah-darah memukul dan menangkis.

Tetapi setelah turun dari ring semua harus berdamai lagi karena pukul memukul hanya sekedar tontonan.

Yang Menang menghargai yang kalah dan yang Kalah Wajib mengakui serta menghormati yang Menang, Setelahnya tidak boleh ada benci dan dendam

Willem Lodjor yang datang bersama The Dragon, Chris John tiba di Lewoleba, Ibukota Lembata, Senin, 19 Desember 2016 siang dan langsung menyaksikan pertndingan tinju pada malam harinya di pelataran halaman Kantor Bupati lama.

Pertandingan tinju yang dikemas dalam Lembata Super Fight 2016 memainkan tiga partai tinju yang akan ditandingkan, masing-masing 6 ronde.

Pertama, Kelas Menengah, yang akan memperebutkan Sabuk Kapolres Lembata, AKBP Wresni Haryadi Satya Nugroho, ST. Pada pertandingan ini, Marco Tuhumuri dari King Lembata Boxing Camp Jakarta akan berhadapan dengan Jecsen Papua dari Banteng PDIP BcJkt.

Di kelas Bantam Yr akan berhadapan antara Marzel Nuban dari Citra Lembata dan Jack Medison dari Grobogan Jawa Tengah Pertandingan ini akan memperebutkan sabuk Ketua DPRD Lembata, Ferdi Koda.

Pertadingan juga akan digelar antara Thomas Tope Hurek dari Citra Lembata dengan Stefanus Nana Kumbala (Flobamora Gym Jkt). Tope dan Kumba la memperebutkan Sabuk Penjabat Bupati Lembata, Sinun Petrus Manuk.

Partai utama ini sebenarnya merupakan puncak dari rangkaian pertandingan amatir yang dilaksanakan pada tanggal 16 – 18 Desember. Pada ajang ini, petinju amatir melalui gemblengan Hamid Kosim menunjukkan prestasinya.

Dengan kehadiran Chris John, diharapkan petinju amatir yang telah berlatih dapat memperoleh pelajaran langsung dari sang mantan juara Dunia Super Champion.

Lebih lanjut, Lojor yang juga Direktur Utama Lembata Promotion Sport & Security menandaskan bahwa pertunjukkan tinju kali ini dapat memotivasi putera dan puteri Lembata untuk bisa menggeluti secara serius tinju sebagai salah satu karir profesional.

“Kita ingin agar putra putri Lembata melihat tinju sebagai olaraga yang bias menghidupkan,” ungkapnya. (sandrowangak)

Mencari Bakat Ke Lembata, Bukti Chris John Petarung Sejati

WEEKLYLINE.NET – Chris John bukan saja seorang petarung sejati diatas ring. tetapi juga petarung dalam mencari bakat petinju muda.

Walau sudah gantung sarung tinju, tetapi juara dunia WBA ini tetap bertarung. Kali ini The Dragon, julukan Chris John bertarung ke pelosok untuk mencari bakat petinju muda Indonesia.

Dan kali ini melalui Reality Show Chris John Mencari Juara Indonesia, bekerja sama dengan King Lembata Boxing dan Pemda Lemnbata menghadirkan Chris John di Kota Lewoleba, Senin, 19 Dersember 2016.

The Dragon yang memiliki reality show yang santer di salah satu di Lewoleba Lembata tepatnya di depan Kantor lama Bupati Lembata untuk menyaksikan tinju amatir dan professional yang digelar Senin, 19 Desember 2016 malam.

Welem Lodjor Penata Tanding dari King Lembata Boxing kepada wartawan di Hotel Rejeki Lewoleba menerangkan, kehadiran petinju yang dijuluki ‘The Dragon’ ini adalah untuk memotivasi petinju muda asal NTT.

Suami dari Alberta Lureng (yang juga adalah petinju prof wanita) mengatakan NTT selalu jadi gudang tinju. Karena itu atlit muda harus didorong. Apabila anak-anak termotivasi, maka dengan mudah akan difasilitasi untuk berlatih di berbagai sasana baik lokal maupun nasional.

Lebih lanjut, Lojor yang juga Direktur Utama Lembata Promotion Sport & Security menandaskan bahwa pertunjukkan tinju kali ini dapat memotivasi putera dan puteri Lembata untuk bisa menggeluti secara serius tinju sebagai salah satu karir profesional.

“Kita ingin agar putra putri Lembata melihat tinju sebagai olaraga yang bias menghidupkan,” ungkapnya.

Hal itu sejalan dengan rekan-rekan Lojor dari Atadei yang ingin mendorong lahirnya para atlit muda melalui didirikannya SMK Olahraga San Bernardino pada tahun ajaran 2017/2018. Melalui sekolah kejuruan ini, diharapkan lebih banyak atlit yang akan termotivasi minimal untuk menjadi juara dalam bidang atletik. Jalan akan menjadi mudah karena SMK Yang bernaung di bawah Yayasan Koker Niko Beeker ini telah bekerjasama dengan atlit senior Eduardus Nabunome dan Chris John.

Kunjungan Chris John akan juga dilaksanakan pertandingan tinju yang dijuluki: Lembata Super Fight 2016. Ada 3 partai tinju yang akan ditandingkan, masing-masing 6 ronde.

Pertama, Kelas Menengah, yang akan memperebutkan Sabuk Kapolres Lembata, AKBP Wresni Haryadi Satya Nugroho, ST. Pada pertandingan ini, Marco Tuhumuri dari King Lembata Boxing Camp Jakarta akan berhadapan dengan Jecsen Papua dari Banteng PDIP BcJkt.

Di kelas Bantam Yr akan berhadapan antara Marzel Nuban dari Citra Lembata dan Jack Medison dari Grobogan Jawa Tengah Pertandingan ini akan memperebutkan sabuk Ketua DPRD Lembata, Ferdi Koda.

Pertadingan juga akan digelar antara Thomas Tope Hurek dari Citra Lembata dengan Stefanus Nana Kumbala (Flobamora Gym Jkt). Tope dan Kumba la memperebutkan Sabuk Penjabat Bupati Lembata, Sinun Petrus Manuk.

Partai utama ini sebenarnya merupakan puncak dari rangkaian pertandingan amatir yang dilaksanakan pada tanggal 16 – 18 Desember. Pada ajang ini, petinju amatir melalui gemblengan Hamid Kosim menunjukkan prestasinya.

Dengan kehadiran Chris John, diharapkan petinju amatir yang telah berlatih dapat memperoleh pelajaran langsung dari sang mantan juara Dunia Super Champion.

Pertandingan yang sponsori Pemda Kabupaten Lembata dalam hal ini Dinas PPO dan SMK Olahraga San Bernardino, menurut Lojor, Pemilik King Lembata Boxing, diselenggarakan selain mencari bkat juga sebgai ajang persiapan untuk menghadapi Kejurda Tinju NTT yang diselengarakan di Lembata. (sandrowangak)

Jual Aset Sengketa, Ako Hen Pidanakan BRI

WEEKLYLINE.NET – Sesuatu yang sangat tidak wajar, ketika masyarakat mempercayakan harta kekayaanya seperti sebuah jaminan ke Bank Rakyat Indonesia (BRI) tetapi akhirnya dijual oleh pihak Bank

Kasus ini sedang menimpa seorang warga Lewoleba, Kabupten Lembata.

Bahwa Bank Rakyat Indonesia menjual obyek jaminan dengan SHM No. 540, atas nama Hendriku Lio alias Ako Hen, padahal obyek jaminan itu sedang dalam sengketa di pengadilan Negeri Lewoleba.

Juprianus Lamablawa, SH, MH, kepada weeklyline.net, mengungkapkan Direksi PT BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk, Cq. Direktur Utama PT BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk, Cq. Pimpinan Cabang Larantuka PT BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk, Cq. Pimpinan Cabang Pembantu Lewoleba PT BANK RAKYAT INDONESIA (Persero) Tbk, secara sadar dan sengaja telah menjual obyek sengketa Gugatan Hendrikus Lio alias Ako Hen.

Padahal obyek jaminan ini sudah di daftar di Pengadilan Negeri Lembata tanggal 2 Desember 2016 dan pihak BRI sudah menerima surat panggilan dari Pengadilan Negeri Lembata tanggal 5 Desember 2016 untuk sidang sengketa obyek jaminan yang dijadwalkan tanggal 14 Desember 2016.

“Tapi pihak BRI tetap melelang obyek jaminan dengan SHM No. 540 tanggal 6 Desember 2016, padahal pada tanggal 6 Desember 2016 obyek tersebut sudah menjadi obyek sengketa di Pengadilan Negeri Lembata,” jelas Juprianus.

Jadi, ungkap Juprianus pihak BRI menjual obyek sengketa. Dan itu tidak boleh dan tindakan yang melanggar hukum.

“Olehnya kami akan pidanakan, obyek sengketa yang dilelang tersebut selain perkara perdata yang sedang berjalan di Pengadilan Negeri Lembata yang sedang berjalan sekarang,” tegas Juprianus.

Untuk itu, Ako Hen melalui kuasa hukumnya Juprianus Lamablawa menilai menjual obyek sengketa itu tindak pidana, maka BRI dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam peristiwa pidana tersebut akan dimintai pertanggunmgjawabannya secara pidana di Pengadilan Negeri Lewoleba.

Sebab, menurut Juprianus, dalam melelang barang jaminan, pihak BRI terlebih dahulu mengajukan permohonan kepada Ketua Pengadilan Negeri, setelah itu Pengadilan Negeri memanggil debitur (pemilik jaminan) untuk ditanyakan apakah masih mampu membayar hutangnya atau tidak, jika debitur tidak mampu lagi membayar hutangnya maka Ketua Pengadilan Negeri Lembata mengeluarkan penetapan untuk mengalihkan pengelolaan obyek hak tanggungan tersebut untuk dilelang, tapi malah tidak demikian.

“BRI dengan sewenang-wenang dan melanggar Undang-undang No. 4 tahun 1996 tentang Hak Tanggungan dan UU perbankan,” Kuasa Hukum Hendrikus Lio alias Ako Hen, Juprians Lamablawa, S.H.,M.H, Senin, 19 Desember 2016.

Sementara itu, pimpinan pihak Bank BRI yang berusaha dihubungi media ini, belum bisa memberikan jawaban karena sedang sibuk. (sandrowangak)

Dalam Keterbatasan Mereka Meraih Akreditasi

WEEKLYLINE.NET – Pada akhir semester 2016-2017 SMP Negeri 1 Adonara Tengah mendapatkan Surat Keputusan Akreditasi setelah dilakukan verifikasi yang terjadi pada bulan Oktober 2016 oleh asesor dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Flores Timur.

Perlu diketahui bahwa SMP Negeri 1 Adonara Tengah yang bertempat di Dusun Waikela Desa Baya ini merupakan satu-satunya lembaga Negeri di Kecamatan Adonara Tengah. Karena merupakan satu-satunya Sekolah Negeri maka jumlah siswa dilembaga ini mencapai 390-an lebih.

Setelah berjalan selama lima tahun SMP Negeri 1 Adonara Tengah dengan berbagai kekurangan dalam pengelolaan sekolah dibawah pimpinan Kepala Sekolah Gergorius Loli Mawar, S.Pd.

“Sejak Tahun 2011 lembaga ini lahir, hari ini merupakan moment yang ditunggu-tunggu oleh warga sekolah yaitu akreditasi sekolah, momentum ini menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan kinerja kita 5 tahun ini,” ungkap Loli Mawar.

Lebih jauh Loli menyadari bahwa sekolah yang dipimpin bersam guru guru-guru muda yang minim pengalaman terutama tentang akreditasi sekolah, akan tetapi dengan kerja keras sekolahnya bias berhasil mendapat akreditasi.

Di berharap, semoga hasil hari ini akan menjadi motivasi dalam kegiatam pembinaan dan pendampingan kedepan. Saat ini lembaga kita SMP Negeri 1 Adonara Tengah mendapatkan nilai akreditasi B dalam hasil verifikasi oleh asesor dan Surat Keputusannya telah diserahkan secara kolektif dengan 28 sekolah yang lain pada hari Jumat 16 Desember 2016 di SDK Santa Tresia Adonara Timur oleh Penjabat Bupati Flores Timur.

“Dengan demikian marilah kita terus bekerja serta memaksimalkan semua potensi kita sebagai pendidik dan tenaga kependidikan dilembaga ini dalam rangka meingkatkan prestasi yang telah kita capai, minimal mempertahankan hasil ini,” pinta Loli Mawar.

Siprianus Sili Ua,S.Pd menyatakan bahwa hasil ini merupakan kado terindah akhir semester untuk lembaga ini, hal ini tidak terlepas dari kerja keras semua pihak, Sili Ua yang juga wakasek Kurikulum SMP Negeri 1 Adonara Tengah juga menyampaikan bahwa mari terus kita pupuk kebersamaan dalam melaksanakan tugas pendidikan ini.

“Karena sumberdaya manusia menjadi hal penting dalam membangun daerah ini serta demi terwujudnya generasi cerdas dimasa yang akan datang. Kita berdoa dan berharap semoga lembaga ini kelak mampu menghasilkan pemimpin-pemimpin di daerah ini,” ujar Sili Ua.

Drs. Emi Kein pada saat melaukan verifikasi segala data yang berkaitan dengan akreditasi menyampaikan bahwa kami sebagai asesor tingkat kabupaen sehingga kami harus melepaskan semua atribut jabatan yang melekat pada diri kami terutama sebagai pengawas sekolah menengah, karena sebagai asesor penilaian kami harus objektif.

Dalam undang-Undang SISDIKNAS memuat tiga hal penting yakni : pertama, Evaluasi penilai yang dilakukan oleh bapak/Ibu Guru; kedua, Sertifikasi; dan ketiga, Akreditasi.

Masih menurut Emi Kein yang juga sebagai Pengawas Sekolah Menengah pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga bahwa mengenai akreditasi khususnya untuk Flores Timur masih sangat kurang, Jumlah sekolah di Kabupaten Flores Timur tingkat Sekolah Dasar (SD) 273 sekolah yang sudah diakreditasi baru sekitar 130-an, Sekolah Menengah Pertama SMP 63 sekolah yang telah terakreditasi 30 sekolah, SMA/SMK hampir semua sekoalah telah diakreditasi kecuali sekolah-sekolah baru, menurut Emi Keyn masih banyak sekolah yang belum dikareditasi dikarenakan BAN belum memiliki target yang jelas terhadap hal ini, terutama soal biaya.

“Selama ini kegiatan akreditasi sekolah dibiaya oleh APBN sehinga Pemerintah daerah perlu mondorong agar APBD juga dapat membiayai kegiatan akreditasi sekolah. Akreditasi ini hanya berlaku selama 5 tahun dan setelah itu akan diverifikasi kembali,” ungkap Emi Kein. ***

Asy’ari Hidayah Hanafi, S.Pd
arytoekan@gmail.com
Guru SMP Negeri 1 Adonara Tengah
Anggota AGUPENA Flores Timur