Beranda » 2017 » Februari » 10

Arsip harian: 2017-02-10

Pilkada Damai, Beseng Minta Tusuk Hanny

WEEKLYLINE.NET – Awalnya dicerca. Awalnya tidak dianggap. Akhirnya mereka diakui dan lolos sebagai calon bupati dan wakil bupati. Setelah lolos dan berkampanye paket ini memohon agar mereka diberikan hadiah ditusuk.

Itulah Paket Halus, Tarsisia Hanny Chandra-Linus Beseng. Mereka lolos menjadi paket calon dalam pilkada Lembata 2017, lewat jalur independen. Memang awalnya paket ini sungguh tidak dianggap akan lolos sebagai salah satu kontestan pilkada lembata.

Akan tetapi kerja keras mereka membuahkan hasil. Mereka lolos menjadi calon dengan syarat dukungan memenuhi ketentuan. Paket HALUS lolos dan mendapat nomor urut empat.

Dan untuk memenangkan paket ini, Calon Bupati Lembata Paket Halus, Tarsisia Hanny Chandra, berulang tahun pada 15 Februari bertepatan dengan hari memilih pemimpin.

Untuk itu, Calon Wakil Bupati Lembata, Paket Halus, Linus Beseng memohon kepada seluruh pendukung dan simpatisan untuk menusuk Hanny Chandra di tanggal 15 Februaru 2017.

“Satu hal yang mau saya sampaikan lagi adalah, pada tanggal 15 Februari, merupakan Hari Ulang Tahun Calon Bupati Paket Halus, Inna Hanny Chandra. Oleh karena itu, kita semua harus memberikan kado terindah kepadanya dengan cara menusuk pada tanda gambar Hanny Chandra-Linus Beseng di nomor urut empat,” ungkap Linus Beseng, saat orasi politik pada kampanye akbar paket Halus di lapangan lamahora, 2 Februari 2017.

Caranya, demikian Linus menusuk pada nomor urut empat, tanda tanda gambar calon bupati dan wakil bupati juga menusuk pada nama calon bupati dan wakil bupati paket Halus di nomor urut empat.

Sementara itu, dalam kampanye politiknya Tarsisia hanny Chandra, Calon Bupati Paket Halus menekankan berpolitik dengan damai. Sebab, semua masyarakat Lembata adalah keluarga dan saudara.

Hanny mengakui, publik Lembata tidak pernah menyangka Paket Underdog ini lolos sebagai peserta pilkada Lembata. Akan tetapi dirinya berterimakasih kepada seluruh pendukung dan masyarakat Lembata yang sudah memberikan dukungan.

Dan ketika mereka tdak diperhitungkan, paket ini menjadikan sebagai sebuah motivasi. Semangat berjuang untuk berpolitik ditanah Lembata sebagai bagian dari pelayanan kepada masyarakat menjadikan paket ini justru berhasil memantik simpati rakyat.

Pasalnya, ketika paket lain merebut pintu partai sebagai kendaraan politik menuju kursi kekuasaan, paket yang ini justru bermain halus merayu dukungan real dari rakyat Lembata.

Hasilnya. Mereka loloks ke pintu pilkada Lembata dengan perolehan penumpang reak 7690 dukungan KTP. Jalus independen. Jalurnya masyarakat. Jalur kerakyatan.

Pengalaman politik dan keseharian mereka bersama rakyat membuat Paket HALUS ingin melayani rakyat dengan pendekatan budaya. Dan dengan pola ini, HALUS ingin agar rakyat Lembata harus dijadikan subyek pembangunan agar bisa berdaya saing. Inilah visi mereka.

“Kami mempunys visi Lembata Berjaya”, ungkap Hany dalam orasi politik pada kampanye Akbar Paket Halus, di Lapangan lamahora, 2 Februari 2017.

Baginya, ketika paket HALUS tidak masuk dalam kalkulasi para jagoan politik itulah mereka akan terus bermain halus dan membuat kejutan.Akan tetapi Hany-Beseng selalu siap kalah dan juga siap untuk menang.

“Menang atau kalah adalah hak mutlak Tuhan. Dan kami paket HALUS, Hany-Linus Beseng, siap untuk menang dan juga siap untuk kalah”, tegas Hany Chandra. HALUS berkomitmen, dalam merebut kursi kekuasaan Lembata, HALUS menjungjung tinggi kedamaian.

Berpolitik harus dengan hati damai. Pikiran damai. Perilaku yang damai. Sikap yang damai agar kehidupan kita yang sudah damai tetap damai di tanah Lembata.

“Jangan karena politik kita yang tadinya ada hubungan kekerabatan menjadi rusak. Jabngan karena politik kita tidak saling bertegur sapa. Paket halus siap mendukung pemerintah yang akan menang nanti. Damai paket HALUS. Dan bertarung dengan santun”, tutur Hanny Chandra, satu satunya perempuan Lembata yang masih setia dijalan politik sampai saat ini.

Kampanye akbar paket halus di Hadiri Jurkam dari Kaukus perempuan Politik Indonesia , Mien Pattimangu dan ditutup oleh Penjabat Bupati Lembata, Petrus Sinun Manuk. (sandrowangak/fincebataona)

Corpus : Napas Politik Saya Masih Panjang

WEEKLYLINE.NET – Pemecatan yang dilakukan oleh Sekretaris DPP PDIP, Hasto Kristianto, dianggap sebagai keputusan politik kekanak-kanakan karena tidak menghargai jerih payah kader yang sudah berdarah darah membesarkan PDIP di Lembata.

Sebab, lima orang kader yang dipecat tersebut adalah kader militan milik PDIP yang sejak puluhan tahun lalu membesarkan PDIP di Lembata.

Mendengar namanya dipecat dengan tidak etis karena diumumkan di depan publik di atas panggung kampanye politik paket Viktori, Felicianus Chorpus Lelangwayan merasa kecewa. Walau demikian, dirinya mengaku tidak memiliki dendam kepada PDIP, sebab, apapun keputusan partai dirinya menghormati.

“Saya tidak tau alasannya kenapa saya dipecat. Saya malah bingung. Tapi saya tidak dendam. Saya berpolitik tidak dengan watak dendam. Kalau kecewa iya. Justru saya berterimakasih karena sudah membesarkan saya,” ungkap Corpus yang temui media ini, 31 Januari 2017, di Wangatoa, Lewoleba.

Corpus menceritakan dirinya sejak tahun 1997 sudah bersama PDI dan PDIP, dan ketika pertama kali Hasto datang ke Lembata dan memecat dirinya dan kader lain, adalah bagian dari tindakan yang merobohkan fondasi rumah partai.

“Saya sudah kirim short massages kepada bang Hasto. Saya bilang, terimakasih karena abang sudah merobohkan fondasi rumah partai di Lembata,” ungkap Corpus.

Mantan anggota DPRD Lembata dan kader Militan PDIP, Corpus Lelangwayan, mengungkapkan dirinya tidak pernah mendapatkan teguran sebelum dipecat lazimnya anggaran dasar dan mekanisme PDIP.

Corpus yang didampingi Copertino, bahkan mengaku tidak pernah cemas atau kuatir atas pemecatan dirinya dari PDIP yang dilakukan tidak dengan etis tersebut.

“Saya ini politisi. Selagi masih bernapas saya tidak pernah menyerah. Dan kita lihat saja. Saya akan mengambil langkah untuk melawan usai pilkada. Kita lihat saja nanti,” ungkap Corpus.

Mereka yang dipecat adalah, Felicianus Corpus Lelangwayan (Sekretaris DPC PDIP Lembata), Hyansintus Tiban Burin (Wakil Ketua), Yoseph Pati Ladjar (Bendahara), Yeremias Huraq (Wakil Ketua) dan Gewura Fransiskus. (sandrowangak)

Laba Terpilih Jadi Ketua Forum Anak Lembata

WEEKLYLINE.NET – Agar setiap anak kelak mampu memikul tanggung jawab sebagai penerus bangsa, maka anak perlu mendapat kesempatan seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal baik fisik, mental, sosial dan berakhlak mulia.

Untuk ituperlu dilakukan upaya konsisten untuk mewujudkan kesejahteraan anak oleh pemangku kepentingan anak yakni Pemerintah, masyarakat, keluarga, agar anak kelak menjadi menuasia yang berkualitas dalam menyeimbangkan antara kewajiban dan hak-haknya.

Sebab dalam undang undang nomor 23 taun 2002, Pasal 2 menyatakan Penyelenggaraan perlindungan anak berasaskan Pancasila dan berlandaskan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta prinsip-prinsip dasar Konvensi Hak-Hak Anak meliputi : non diskriminasi; kepentingan yang terbaik bagi anak; hak untuk hidup, kelangsungan hidup, dan perkembangan; dan penghargaan terhadap pendapat anak.

Untuk memenuhi tuntutan tersebut juga sebagai bentuk perhatian terhadap anak, Plan International Program Area Lembata bersama Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, menggear workshop pembentukan forum anak, 31 Januari 2017 silam. Demikian press realese, Plan International program area Lembata, kepada media ini melalui email, 2 Februari 2017.

Dalam realese itu, Tari Pujiwati (Communication Specialist), Plan International Program Area Lembata menulis sebanyak dua belas anak dari terpilih menjadi pengurus Forum Anak Lembata periode 2017-2018.

Terpilih sebagai ketua adalah Gregorius Yoseph Laba dari perwakilan OSIS SMA Negeri 1 Nubatukan. Vinsensia Mariana Ongan dariYouth Coalition for Girl binaan Plan International yang juga siswa SMA Negeri 2 Nubatukan ini, terpilih sebagai wakil ketua.

Pemilihan ini dilakukan sendiri oleh anak-anak dalam kegiatan Workshop Pembentukan Forum anak Lembata yang diinisiasi oleh Plan International Indonesia Program Area Lembata di Hotel Palem Indah, 31Januari 2017.

Sebanyak 62 anak-anak dari berbagai kelompok, seperti OSIS, Pramuka, Palang Merah Remaja, Kelompok seni dan bakat, Organisasi anak berbasis agama, Sekolah Luar Biasa, Dewan Penasehat Muda Plan International danYouth Coalition for Girl.

”Anak-anak harus dilibatkan dalam perencanaan pembangunan, terutama untuk pembangunan yang berkaitan dengan pemenuhan hak anak-anak itu sendiri”.

Hal ini disampaikan oleh Ambrosius Lein, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak saat membuka kegiatan Workshop Pembentukan Forum Anak Lembata di Hotel Palem Indah.

Menurutnya, saatnya anak-anak menjadi subyek pembangunan bukan hanya sebagai objek. Anak-anak harus didampingi agar bias menyampaikan aspirasi meraka dalam pembangunan, misalnya dalam Musrenbang.

“Kegiatan ini merupakan salah satu hasil rekomendasi “Sehari Jadi Bupati Lembata” saat memperingati hari Anak Perempuan International 11 Oktober 2016”, kata Erlina Dangu, Deputy Program Area Manager Plan International Indonesia Program Area Lembata, dalam sambutannya.

“Anak-anak terutama anak perempuan harus terus didorong agar mau belajar, bias ambil keputusan dan bias jadi pemimpin agar dapat mengembangkan potensi mereka secara maksimal. Forum anak inilah yang menjadi ajang bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi mereka secara maksimal”, ungkapnya. (sandrowangak)

Nama-Nama Pengurus Forum Anak Lembata Periode 2017/2018

Ketua : GregoriusYosephLaba (OSIS SMA Negeri 1 Nubatukan)

Wakil Ketua : Vinsensia Mariana Ongan (Youth Coalition For Girl)

Sekretaris : Redemtus Deverento Pereto

(OMK Gereja St. Kristus Raja Wangatoa)

Bendahara : ViktoriaYulianty Muda (Youth Advisory Panel)

Koordinator

Koordinator Bidang Sosialisasi Hak Anak:

Maria Bunga Baran (OSIS SMA Negeri 1 Nubatukan)

Koordinator hubungan antar lembaga

Yulina Regina Uba (Pramuka SMA Negeri 1 Nubatukan)

Koordinator Bidang kerohanian, seni dan budaya:

HeribertusB.Wuwur (OSIS SMA Negeri 2 Nubatukan)

Koordinator Bidang Pengembangan Potensi Anak

Pietra Alexandria Ernie Peurapeq (Gereja St. Kristus Raja Wangatoa)

Corpus : Abang Sudah Merusak Fondasi Rumah Partai di Lembata

WEEKLYLINE.NET – Pemecatan yang dilakukan oleh Sekretaris DPP PDIP, Hasto Kristianto, dianggap sebagai keputusan politik kekanak-kanakan karena tidak menghargai jerih payah kader yang sudah berdarah darah membesarkan PDIP di Lembata.

Sebab, lima orang kader yang dipecat tersebut adalah kader militan milik PDIP yang sejak puluhan tahun lalu membesarkan PDIP di Lembata.

Mendengar namanya dipecat dengan tidak etis karena diumumkan di depan publik di atas panggung kampanye politik paket Viktori, Felicianus Chorpus Lelangwayan merasa kecewa. Walau demikian, dirinya mengaku tidak memiliki dendam kepada PDIP, sebab, apapun keputusan partai dirinya menghormati.

“Saya tidak tau alasannya kenapa saya dipecat. Saya malah bingung. Tapi saya tidak dendam. Saya berpolitik tidak dengan watak dendam. Kalau kecewa iya. Justru saya berterimakasih karena sudah membesarkan saya,” ungkap Corpus yang temui media ini, 31 Januari 2017, di Wangatoa, Lewoleba.

Corpus menceritakan dirinya sejak tahun 1997 sudah bersama PDI dan PDIP, dan ketika pertama kali Hasto datang ke Lembata dan memecat dirinya dan kader lain, adalah bagian dari tindakan yang merobohkan fondasi rumah partai.

“Saya sudah kirim short massages kepada bang Hasto. Saya bilang, terimakasih karena abang sudah merobohkan fondasi rumah partai di Lembata,” ungkap Corpus.

Mantan anggota DPRD Lembata dan kader Militan PDIP, Corpus Lelangwayan, mengungkapkan dirinya tidak pernah mendapatkan teguran sebelum dipecat lazimnya anggaran dasar dan mekanisme PDIP.

Corpus yang didampingi Copertino, bahkan mengaku tidak pernah cemas atau kuatir atas pemecatan dirinya dari PDIP yang dilakukan tidak dengan etis tersebut.

“Saya ini politisi. Selagi masih bernapas saya tidak pernah menyerah. Dan kita lihat saja. Saya akan mengambil langkah untuk melawan usai pilkada. Kita lihat saja nanti,” ungkap Corpus.

Mereka yang dipecat adalah, Felicianus Corpus Lelangwayan (Sekretaris DPC PDIP Lembata), Hyansintus Tiban Burin (Wakil Ketua), Yoseph Pati Ladjar (Bendahara), Yeremias Huraq (Wakil Ketua) dan Gewura Fransiskus. (sandrowangak)

Bersama Lusia Adinda, Duo Matarau Hibur Pendukung Viktori

WEEKLYLINE.NET – Duet Duo Matarau, diundang khusus menghibur massa pendukung PDIP dan PKB saat kamanye Paket Viktori di Wuen Luo, ex Lokasi Harnus, 31 Januari 2017.

Mereka didaulatkan menyanyikan beberapa lagu, termasuk lagu andalan yang menjadi yel yel Paket Viktori. Disaksikan ribuan pasang mata, duo Matarau ini tampil apik dengan suara khas, menghipnotis massa paket Viktori yang memadati lapangan kampanye.

Duo matarau itu adalah Vidi Matarau dan Ancis Matarau. Keduanya diundang khusus. Bahkan Vidi Matarau dikontrak Paket Viktori sejak melakukan kampanye dialogis dari kampung ke kampung bersama Marthin Kurman, pianis tuna netra.

Saat kampanye akbar paket Viktori yang dihadiri Frans Leburaya, Herman Heri dan Hasto Kristianto, Duo Matarau tampil memukau dan mendapat pujian dari Lusia Adinda Leburaya, istri Gubernur NTT, Frans Leburaya yang juga Ketua DPD I PDIP NTT.

Kepada media ini, usai kampanye, Ancis Matarau, mengaku dirinya diundang khusus ke Lembata oleh PDIP untuk bernyanyi di panggung kampanye paket Viktori.

Ancis Matarau yang tampil mengenakan baju kotak kotak merah, mengucapkan terimakasih karena sudah dipercayakan oleh PDIP.

“Terimakasih karena sudah mempercayaka kami untuk naik panggung di Lembata,” ungkap Ancis, yang juga Karyawan BNI Maumere yang sudah mengeluarka beberapa album Pop Daerah Flotim Lembata ini. (sandrowangak)

Hasto Berpantun Sindir Yance

WEEKLYLINE.NET – Ada yang berbeda dari kampanye Paket Viktori yang diusung PDIP-PKB. Sekjen PDIP membuat pantun untuk Yance Sunur.

Sekretaris jenderal, Hasto Kristianto yang tampil sebagai keynote speaker dalam kampanye akbar, paket Viktori, Viktor-Nasir, di Wulen Luo, areal Pelabuhan Lewoleba, 31 Januari 2017, membuktikan diri sebagai salah satu politisi dan orator ulung yang dimiliki PDIP saat ini.

Dia menggambarkan soal perjuangan Soekarno yang melahirkan pancasila dari Negeri Timur, di Ende Pulau Flores, sampai pada ketertarikannya terhadap selendang yang kalungkan pendukung viktori terhadap dirinya.

“Soekarno saat dibuang ke Flores, melahirkan pancasila. kita semua mesti bangga. Bahwa garis perjuangan partai PDIP adalah gotongroyong. Oleh karena itu, PDIP tidak bisa bekerja sendiri bantuan rakyat dan PKB dalam memenangkan paket Viktori di Lembata,” ungkap Hasto sambil memekikan salam perjuangan, ‘merdeka’.

Hasto yang terkenal sebagai politisi kesayangan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri, tidak segan segan menyindir Kader PDIP yang mangkir dan mengkhianati Partai.

Adalah Yance Sunur. Mantan Bupati Lembata lima periode yang lalu, dianggap Hasto sebagai kader yang mangkir. Sebab, bagi Hasto Yance lebih suka pergi ke Bekasi ketimbang berada di Lembata untuk mengurus rakyat maehaen.

“Jauh jauh datang ke Lembata, Untuk dukung pasangan Viktor-Nasir, Kalau Kita berjuang bersama, Kita kalahkan Yance Yang selalu Mangkir,” demikian pantun Hasto Kristianto dari panggung kampanye Viktori, untuk Yance Sunur.

Diakhir orasinya, pendukung Viktori meminta agar pantun tersebut dibacakan ulang oleh Hasto Kristianto, sembari memberikan salam dua jari kepada pendukung Viktori yang memadati lapangan Wulen Luo, bekas Lokasi Harnus di areal Pelabuhan Lewoleba.

Selain dihadiri jurkam dari DPD PDIP dan PKB NTT juga pengurus DPP PDIP, kampanye Viktori tersebut diiringi pemusik handal Marthin Kurman dan Dua Matarau, yaitu Vidi Matarau dan Ancis Matarau.

Duo matarau ini, didaulatkan menyanyi membuka dan menutup kampanye Viktori yang dihadiri ribuan massa pendukung paket Viktori, nomor urut 2, pilkada Lembata 2017. (sandrowangak)

Noda Politik Di Panggung Viktori

WEEKLYLINE.NET – Kampanye akbar Paket Nomor urut dua, Viktor Mado Watun – Muhamad Nasir Laode, menorehkan noda. Dari panggung berwibawa itu, lima kader PDIP Lembata di pecat tidak dengan hormat.

Adalah Sekeretaris Jenderal Hasto Kristianto, melakukan pemecatan terhadap lima kader PDIP Lembata yang dianggap membangkang. Noda pemecatan tersebut

Saat membawakan orasi di depan sekitar 5000an massa PDIP dan simpatisan Viktori, di Wulen Luo, areal pelabuhan Lewoleba, Hasto membacakan beberapa nama kader PDIP yang dipecat.

Mereka adalah, Felicianus Corpus Lelangwayan (Sekretaris DPC PDIP Lembata), Hyansintus Tiban Burin (Wakil Ketua), Yoseph Pati Ladjar (Bendahara), Yeremias Huraq (Wakil Ketua) dan Gewura Fransiskus.

Nama nama tersebut ditulis Hasto Kristianto dalam buraman kertas putih kumal. Saat Hasto membacakan nama nama tersebut untuk dipecat secara resmi dari PDIP, tampak beberapa pengurus DPC PDIP di Lembata, bersorak gembira.

Hasto menegaskan kader yang tidak loyal terhadap partai harus digeser agar tidak mengganggu roda partai dalam memenanangkan paket Viktori di Lembata.

Sebab menurut Hasto, paket Viktor Nasir, adalah paket kebhinekaan yang direstui Megawati Soekarno Putri.

“Tidak ada paket lain yang direstui mama Mega. Jadi kalau ada paket lain selain Viktori yang menyatakan dirinya direstui mama Mega maka paket tersebut harus disingkirkan,” ungkap Hasto.

Sementara itu, Ketua DPC PDIP Lembata, Ferdinandus Koda, bersorak gembira atas pemecatan tersebut. Dirinya merasa plong dan legah karena kader yang dianggap tidak loyal terhadap partai akirnya disingkirkan dari PDIP.

“Saya legah. Saya merasa plong,” ungkap Ketua DPC PDIP Ferdinandus Koda yang juga ketua DPRD Lembata, di atas panggung kampanye Viktori, 31 Januari 2017 ketika dimintai tanggapan oleh media ini.

Bahkan saat Hasto usai selesai orasi dan kembali ke tempat duduk, Ferinandus Koda terlihat sungkem sambil mencium tangan Hasto tanda syukur dan terimakasih atas keputusan yang diambil oleh DPP PDIP.

Kampanye Viktori, dimulai sejak siang hari dengan menghadirkan beberapa jurkam dari DPD PDIP NTT, Ketua DPD PDIP NTT, Frans Leburaya, Nelson Matara dan Kristo Blasin serta Ibu Lusia Adinda Leburaya. Semetara jurkam dari DPP PDIP adalah Herman Heri, Anggota DPR RI dan Sekjen PDIP Hasto Kristianto.

Keputusan yang dimbil oleh Hasto menjadi trending topik usai kampanye. Beberapa pentola PDIP yang meminta namanya tidak ditulis menilai bahwa keputusan Hasto sebagai keputusan yang tidak membawa keuntungan, bahkan bisa menjadi blunder bagi paket Viktori.

Pasalnya, dengan membacakan nama nama yang dipecat tersebut, Hasto dinggap tidak bijak dalam berpolitik. Dia melakukan keputusan politik yang emosional karena ditusuk tusuk oleh oknum tertentu di dalam tubuh DPC PDIP.

“Ya. Keputusan sudah diumumkan. Bisa membawa keuntungan, juga bisa blunder. Akan tetapi keputusan sudah diambil, jadi tidak akan dirubah lagi. Hasto itu sekjen dan sangat didengar oleh ibu Mega,” ungkap kader PDIP itu seraya meminta namanya tidak ditulis. (sandrowangak)

​​ Manuk Datang, Wutun Manahan Tangis

WEEKLYLINE.NET – Kedatangan Penjabat Bupati Lembata, Sinun Petrus Manuk, dilokasi kampanye akbar Paket TITEN memantik haru.

Piter Manuk tiba di lokasi kampanye Paket TITEN yang digelar di lapangan misi, 30 Januari 2017, tiga puluh menit menjelang kampanye usai. Walau hanya sesaat kehadiran Penjabat Bupati Lembata ini membuat suasana haru di atas panggung kampanye politik TITEN.

“Ini adik saya. Selamat datang. Adik saya, yang saat ini menjadi penjabat bupati Lembata. Petrus Sinun Manuk. Terimakasih karena sudah datang ke sini,” ungkap Calon Bupati Lembata, Paket TITEN, Herman Yosef Loli Wutun menyambut kedatangan Penjabat Bupati Lembata.

Herman Wutun mengungkan rasa bahagia sekaligus haru akan kedatangan Piter Manuk. Terlihat beberapa kali dirinya berhenti menyampaikan kampanye dan mengatur kalimat menahan tangis. Wutun menyampaikan aprsiasi mendalam atas kehadiran Manuk.

“Saya berterimakasih atas kehadiran penjabat Bupati Lembata kita ini. Saya sedih. Saya terharu. Dia datang ke tempat ini bukti Manuk adalah pemimpin yang memiliki hati. Tanpa menggunakan hati, sore ini tidak mungkin Adik saya, Piter Manuk datang ke panggug politik TITEN yang terhormat ini. Engkau membuat saya terharu adik,” ungkap Wutun, disambut tepukan tangan meriah dari para pendukung paket TITEN.

Awalnya, ketika tiba di atas panggung kampanye. Herman Wutun langsung meminta penjabat Bupati Lembata untuk memberikan salam khas TITEN, Jempol untuk TITEN.

Usai berorasi, Herman Wutun lalu memberikan kesempatan kepada Penjabat Bupati untuk berbicara sekaligus menutup kampanye rapat terbuk paket TITEN sebagai paket pembuka yang membuka kampanye akbar Pilkada Lembata 2017.

Sementara itu, Dalam Kampanye akbar paket Titen, Herman Y.L Wutun-Yohanes Vianey K Burin, Senin, 30 Januari 2017 diwarnai penyerahan tombak dan parang, sebagai lambang kekuatan seorang pemimpin untuk melindungi dan mengayomi rakyat. Penyerahan oleh tokoh masyarakat dilakukan setelah sembilan tokoh masyarakat dari sembilan kecamatan di wilayah Kabupaten Lembata dipanggil satu per satu naik ke atas panggung kampanye.

Acara penyerahan yang berlangsung di jam-jam terakhir kampanye Titen tersebut disambut teriakan yel-yel khas Titen dengan mengacungkan jempol, salam khas paket TITEN. Ribuan pendukung Titen memenuhi lapangan misi yang berada di belakang gedung SDK St Tarsisius Lewoleba. Sebagian yang beruntung duduk di kursi, namun sebagian besar berdiri dalam lapangan.

Banyak pula yang menonton di sepanjang jalan depan lapangan bola tersebut.

Sementara di atas panggung terlihat sejumlah pengurus partai Gerindra tingkat Provinsi dan Kabupaten serta pengurus PKS. Tokoh masyarakat dari selatan yang juga mantan penjabat bupati, Petrus Boliona Keraf sempat tampil berorasi dengan banyak pesan buat calon bupati dan calon wakilnya, sambil mengkritisi sejumlah kenyataan yang memprihatinkan di masa pemerintahan sebelumnya.

Sebelum memulai orasi politiknya, Calon Bupati Titen, Herman Wutun juga memperkenalkan sejumlah pengurus Inkud yang hadir dalam kampanye akbar tersebut sebagai bentuk dukungan terhadapnya.

Bicara KKN, Wutun bahkan mengundang dua anaknya dan dua adiknya naik ke panggung. Wutun menuturkan saat anaknya akan mengikuti tes PNS di Pemprov NTT, dia menawarkan dirinya untuk membantu dengan minta teman-temannya untuk membantu meluluskan anaknya yang seorang dokter tersebut. Namun tawaran itu ditolak anaknya yang balik mengeritik ayahnya.

Wutun juga menegaskan dirinya sudah memberitahu isteri dan anak-anak serta keluarga dekatnya bahwa dia menjadi bupati Lembata, bukan bupati untuk anak atau isterinya dan adik-adiknya.

“Hal ini saya sampaikan sebagai contoh bahwa ketika saya menjadi Bupati bukan untuk kepentingan istri dan anak anak saya,” tegas Wutun.(sandrowangak)