Beranda » 2017 » Februari » 18

Arsip harian: 2017-02-18

Siapapun Yang Menang, Golkar Wajib Dukung

WEEKLYLINE.NET – Ketua DPD I Partai Golkar NTT, Ibrahim A. Medah, sangat responsif terhadap hasil Pilkada di Kota Kupang, Flotim dan Lembata.

Di tiga Pilkada ini, Golkar hanya menang di Lembata, yakni Yance Sunur-Thomas Langoday, namun kalah di Flotim dan Kota Kupang. Karena itu, Iban Medah memerintahkan seluruh anggota Fraksi di Parlemen untuk mendukung pemenang Pilkada 2017, terutama di Flores Timur dan Kota Kupang.

“Saya ucapkan selamat kepada pak Jefry Riwu Koreh-Herman Man di Kota Kupang dan Pak Anton Hadjon-Agus Boli di Flores Timur dan Pak Yantje Sunur-Thomas Ola Langoday di Lembata. Yang pasti Partai Golkar mendukung paket terpilih untuk penyelenggaraan pemerintahan. Fraksi Golkar saya pastikan dan saya perintahkan agar seluruh Fraksi Golkar mendukung pasangan terpilih agar kelancaran dan kesuksesan penyelnggaran pemerintahan lima tahun ke depan di daerah masing-masing,” demikian kata Ibrahim Medah yang juga Senator ini kepada wartawan di Gedung DPD RI Perwakilan NTT, Kamis (16/2).

Mantan Ketua DPRD NTT ini mengatakan, ajang pilkada kemarin merupakan kompetisi untuk merebut hati rakyat, dan kompetisi itu sudah selesai, kini kita masuk babak baru untuk bersama mendukung pasangan kepala daerah terpilih.

Menurut dia, sesungguhnya Golkar menargetkan menang pada ketiga Pilkada di NTT ini, namun hanya menang di Lembata. Padahal, ketiga pasangan yang diusung Golkar adalah incumbent, dan mestinya calon incumbent jauh lebih siap.

Di Kota Kupang, incumbent kita juga tidak terlepas dari hal-hal yang diserang oleh kempetitor. Karena itu, ia berpikir, bahwa celah-celah yang dilirik kompetitor itu nampaknya merupakan hal-hal strategis sehingga membuat incumbent sulit bertahan. “Itu tidk bisa dihindari. Bagi saya ini kita jadikan pelajaran untuk pilkada di tahun depan,” katanya.

Medah juga mengakui, sudah banyak hal baik dan keberhasilan yang dibuat oleh incumbent tetapi kembali pada celah-celah yang luput dari pantauan tim sehingga dimanfaatkan oleh kompetitor.

“Kita mengahargai jasa-jasa dan perstasi incambent dan pada sisi lain kita harus akui bahwa ada celah-celah yang luput dari pantaun kita dan dimanfaatkan oleh kompetitor. Kerja keras dari pasangan incumbent sudah dilakukan dan seberapa besar pasangan dari incumbent memberikan kontribusi untuk kemenangan incumbent juga belum kita kaji dan saya sendiri mengikuti kerja keras pasangan kita di Kota Kupang. Namun saya juga kurang mendalami faktor apa yang dilakukan kompetitor sehingga membuat incobent kalah,” tegasnya.

Ia juga mengatakan, hal yang sama juga dialami incumbent di Flores Timur, bahwa, meskipun incumbent sudah banyak berhasil dan berprestasi dalam memimpin namun karena ada celah-celah yang dieksploitasi maksimal oleh kompetitor sehingga harus diakui bahwa kompetitor unggul.

“Ini menjadi pembelajaran bagi Golkar karena ada beberapa incumbent yang akan maju yaitu Ende dan Nagekeo, dan sedang dikomunikasikan dengan Sikka yang hampir pasti incumbent bersama Golkar. Kita segera evaluasi agar hal-hal yang terjadi di Kota Kupang dan Flotim bagi incumbent tidak terjadi lagi,” katanya.

Sedangkan untuk Lembata, menurut Medah, incumbent mampu bertahan dari para kompetitornya sehingga berhasil menang. “ Kita akan melakuakn evaluasi baik untuk Kota Kupang dan Flotim juga untuk Lembata, faktor-faktor apa yang mendukung calon kita menang. Dan, memang saat kampanye akbar kita sudah inventarisasi hal-hal yang mengungguli pasangan kita. Biasanya kompetitor kita jauh lebih tajam melihat celah-celah yang ada sedangkan kita yang petahana ini yang mengabaikan,.Ibarat pepatah, kita bukan terantuk di batu yang besar tetapi tergelincir pada kerikil kecil,” ujar mantan Bupati Kupang dua periode ini.

Medah juga menyampaikan terima kasihnya kepada masyarakat Kota Kupang, Flores Timur dan Lermbata yang sudah turut serta dalam Pilkada kemarin sehingga berjalan bagus. “Khususnya pendukung paket Golkar di Lembata, Flotim dan Kota Kupang, terima kasih terlah memilih pasangan dari Golkar. Pilkada sudah selesai, kalau kemarin terjadi pengelompokan namun saat ini sudah selesai, dan semua warga kembali bersatu membangun di daerah masing-masing,” imbuh Anggota DPD RI asal NTT ini, demikian tulis Laurens Leba Tukan, Wakil Ketua Bidang Pengembangan Isu dan Opini, DPD I Golkar NTT kepada media ini, 17 Februari 2017.(sandrowangak)

TITEN-VIKTORI Menolak Proses Pilkada Lembata

WEEKLYLINE.NET – Pilkada m yang telah diselenggarakan 15 Februari 2017, menyatakan Yentj Sunur-Thomas Ola Langoday dengan sandi keramat, SUNDAY, hampir pasti dinyatakan sebagai pemenang. Tinggal menunggu keputusan resmi KPUD.

Sebab, pilkada Lembata meghasilkan Paket SUNDAY, Yentji-Thomas sebagai pemenang dengan perolehan suara sebanyak 38,31 % atau 24.211 suara. Urutan kedua diraih paket TITEN dengan perolehan suara 16.540 suara atau 26,18 %. VIKTORI urutan ketiga, 23,35 % atau 14.753 suara. Dan WINNERS 7,77 % atau 4.913 suara, dan HALUS 4,39 % atau 2.773 suara. Hasil ini berdasarkan real count C1 yang ditayangkan di website resmi KPU.

Sayangnya kemenangan SUNDAY ini dipandang sebagai kemenangan penuh kecurangan. Ada indikasi telah terjadi pelanggaran secara masif, sistematis dan tersetruktur. Dan karena pelanggaran tersebut telah merugikan masyarakat Lembata, pemilik hak suara dan mencederai demokrasi.

“Kami menemukan berbagai fakta di lapangan, di dalam penyelenggaraannya, secara kuat mengindikasikan telah terjadi pelanggaran yang bersifat sistemtis,” demikian pernyataan sikap Tim pemenangan TITEN dan VIKTORI, bersama partai pengusungnya.

Pernyataan sikap yang diterima media ini, 17 Februari 2017, ditandantangi oleh Herman Yosef Loli Wutun-Yohanes Vianey Burin Paket TITEN, Viktor Mado Watu-Nasir Laode Paket VIKTORI, dan pengurus partai pengusung, yakni Abul Hamid (PKS), Mukhtar Pehang (Gerindra), Ferdinandus Koda (PDIP) dan Servas Ladoangin (PKB).

Mereka menyatakan, mengecam tindakan pihak-pihak yang secara sistematis, terstruktur dan masif melakukan kecurangan dalam pelaksanaan pilkada Lembata 2017 sehingga mencederai demokrasi di Lembata.

Pada point kedua, Paket VIKTORI dan TITEN menolak seluruh proses pilkada Lembata berikut hasil-hasilnya. Dan karena itu, mereka meminta agar KPU Lembata menghentikan seluruh tahapan pilkada Lembata selanjutnya, dan melakukan pemungutan suara ulang denga pengawasan yang ketat dari beragai pihak.

Selain itu, surat pernyataan sikap yang tembusanya ditujukan kepada Mendagri, KPU RI, Bawaslu RI, Panwasli NTT, Gubernur dan Penjabat Bupati Lembata serta Kapolres Lembata ini, paket VIKTORI dan TITEN juga meminta kepada KPU RI, KPU Provinsi NTT dan KPU Lembata, untuk segera menindaklanjuti surat Kemendagri nomor 337/9447/otda berkaitan dengan keikutsertaan sdr. Yentji Sunur dalam pilkada Lembata.

Pernyataan sikap yang ditandatangani ini dikeluarkan di Lewoleba, 16 Februari 2017, dan pada rapat pleno PPK saksi TITEN dan VIKTORI menyatakan walkout dari ruangan rapat karena pernyataan mereka tidak ditanggapi PPK. Kejadian walkout ini, dilakukan di sseluruh PPK sekabupaten Lembata. (sandrowangak/fincebataona)

Anak Dilatih Peka terhadap Perubahan Iklim

WEEKLYLINE.NET – Plan Inernatinal Program Area Lembata, semakin peduli akan keberangsung pulau ini. Sebab, menyadari bahwa perubahan iklim dunia semakin parah, plan melakukan kegiatan advokasi tentang dampak perubahan iklim sejak usia anak sekolah.

Program ini merupakan bagian dari komitmen Plan International Program Area Lembata dalam menyukseskan kegiatan Pengurangan Resiko Bencana kepada siswa/i SMAN 1 Ile Ape.

Mereka dilatih secara bertahap tentang bahaya bencana bagi lingkungan dan perubahan iklim pun bagian dari bencana tersebut. Untuk itu, anak anak sekolah harus diperkenalkan agar peka terhadap lingkungan di mana dia tinggal.

Sebab, tahun 2016 menjadi tahun terpanas yang pernah tercatat, menurut keterangan World Meteorological Organisation (WMO). Suhu rata-rata pada 2016 1,1 derajat Celcius lebih tinggi dibanding masa pra-industri dan 0,07 derajat Celcius lebih tinggi dibanding rekor yang sempat dicetak pada 2015.

Meski suhu di seluruh dunia mengalami peningkatan karena El Nino, para ahli mengatakan bahwa 2016 akan tetap memecahkan rekor walaupun tanpa terjadinya fenomena tersebut.

Analisis tersebut berdasarkan data dari Met Office Hadley Centre Inggris, Climatic Research Unit University of East Anglia, National Oceanic and Atmospheric Administration AS (NOAA), dan Goddard Institute for Space Studies NASA.

Agar anak anak sekolah menyadari pentingnya, menjaga lingkungan, Plan International Program Area Lembata, melakukan berbagai pelatihan mulai dari menulis, berpidato dan fotographi dengan thema umum perubahan iklim.

Hal ini disampaikan Vransiskus Ola, Techical Officer Disaster Risk Management Plan Area Lembata melalui Spesialist Comunication, Tari Pujiwati (Communication Specialist), Plan International Program Area Lembata) didampingi Benediktus Assan, saat memberikan materi tentang Photographi Perubahan Iklim, dalam kaitan dengan Pengurangan Resiko Bencana di SMAN 1 Ile Ape.

Ola mengungkapkan, kegiatan ini berkesinambungan dan peserta siswa/i SMAN 1 Ile Ape, akan dijadikan sebagai agen perubahan iklim untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah baik ditingkat paling bawah sampai di tingkat lebih tinggi.

“Anak anak dilatih untuk peka terhadap perubahan iklim dengan cara menulis, berpidato dan fotographi. Semuanya dengan tema perubahan iklim. Dari hasil karya anak anak ini akan dijadikan bahan untuk mempengaruhi kebijakan pemeritah,” ungkap Ola di benarka Assan.

Anak anak SMAbN 1 Ile Ape ini dibentuk berkelompok dan diberikan tugas untuk menulis catatan harian mereka terkait kehidupan sehari hari di lingkungan masing masing dilengkapi dengan foto.

Peni, salah satu peserta pelatihan, merasa bersyukur karena diberi kesempatan untuk mengikuti kegiatan ini. Karena baginya kegiatan ini sangat bermanfaat. (sandrowangak)

Pleno PPK diwarnai Aksi Walkout Saksi Viktori-TITEN

WEEKLYLINE.NET – Tahapan pleno tingkat Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK), untuk pilkada Lembata dilaksanakan serentak di seluruh Kecamatan, Jumad, 17 Februari 2017.

Sebanyak sembilan PPK melakukan pleno serempak dikawal aparat keamanan dari Polres Lembata dan personil TNI.

Ketua PPK Nubatukan, Elias Keluli Making, ditemui di Kantor Camat Nubatukan disela sela rapat Pleno, mengungkapkan, proses rapat pleno berjalan dengan baik. Tidak ada kendala yang berarti.

Akan tetapi, demikian Keluli Making, rapat pleno di buka pukul 09.00 wita dan setelah dirinya membacakan tata tertib rapat pleno, ada selaan atau interupsi dari saksi paket TITEN yang mengusung Herman-Vian dan saksi Paket VIKTORI yang mengusung Viktor-Nasir.

Kedua saksi dari paket nomor satu tersebut meminta untuk pleno dibatalkan dengan alasan saat tahapan pencoblosan terjadi pelanggaran yang masif, tersistematis dan terstruktur. Saksi paket TITEN dketahui bernama Nyongki Warat dan Saksi paket VIKTORI diketahui bernama Yohanes Boro.

Karena pelanggaran yang masif, saksi kedua paket tersebut meminta Ketua PPK untuk menghentikan rapat pleno. Sayangnya, para saksi, Yan Boro dan Nyongki Warat, tidak bisa memberika bukti terkait pelanggaran masif yang dilakukan.

Oleh karena itu, permintaan kedua Saksi TITEN dan VIKTORI tidak dapat dipenuhi oleh Ketua PPK Nuembatukan, Elias Keluli Making, seraya melanjutkan rapat pleno perhitungan suara ttingkat kecamatan nubatukan.

Merasa permintaan mereka sia sia, Yan Boro dan Nyongki lalu melakukan aksi walkout dan rapat pleno tetap berjalan dengan saksi yang hadir hanya dari paket SUNDAY. Karena, saksi WINNERS dan HALUS juga tidak hadir.

Kejadian walkout ini, dilakukan bukan saja di Kecamatan Nubatukan, tetapi dilakukan di seluruh kecamatan se Kabupaten Lembata. Saat berita ini ditulis Rapat pleno PPK Nubatukan masih berlangsung.

Martinus Melly, salah satu PPS di Kecamatan Ile Ape Timur juga membenarkan bahwa saksi dari TTEN dan VIKTORI melakukan aksi walkout saat pleno PPK di Lamau, Ibukota Kecamatan Ile Ape Timur.

Sekedar di ketahui, pilkada Lembata meghasilkan Paket SUNDAY, Yentji-Thomas sebagai pemenang dengan perolehan suara sebanyak 38,31 % atau 24.211 suara. Urutan kedua diraih paket TITEN dengan perolehan suara 16.540 suara atau 26,18 %. VIKTORI diurutan ketiga, 23,35 % atau 14.753 suara. Dan WINNERS 7,77 % atau 4.913 suara, dan HALUS 4,39 % atau 2.773 suara. Hasil ini berdasarkan real count C1 yang ditayangkan di website resmi KPU. (sandrowangak/fincebataona)

Usai Sidak, Manuk Bilang : Tidak ada Upaya Boikot Pilkada

WEEKLYLINE.NET – Kasus antrian panjang di SPBU Lamahora, Kota Lewoleba, Lembata mendapat perhaian khusus dari muspida setempat.

Bersama Penjaba Bupati Lembata, Petrus Sinun Manuk, Kapolres Lembata, Arsdo Ever Simatupang, Kepala kejaksaan Negeri Lembata dan beberapa pejabat eselon II, lingkup Setda Kabupaten Lembata melakukan inspeksi mendadak ke SPBU Lamahora, 14 Februari 2017.

Rombongan Penjabat bupati Lembata tersebut tiba di SPBU Lamahora, sekira Pukul 14.15 dan bertemu dengan pemilik SPBU Nasir Amirudin di kantornya. Sekitar 30 menit, penjabat Bupati lembata yang didampingi kapolres Lembata, Arsdo Ever Simatupang berdialog dengan Nasir Amirudin.

Kepada wartawan, di halamana SPBU tersebu, Manuk membantah, kelangkaan BBM ini adalah bagian dari upaya untuk memboikot pilkada Lembata.

“Saya baru baca dari media. Bahwa kelangkaan ini adalah bagian dari upaya pihak terentu untuk boikot pilkada. Itu bahasa media. Yang benar adalah, karena faktor cuaca yang tidak menentu akhir akhir ini dan tenggelamnya salah satu kapal pengangkut BBM beberapa waktu lalu. Jadi ini murni faktor alam. Tidak ada upaya boikot pilkada,” ungkap Manuk.

Untuk mengantisipasi hal ini demi kelancaran proses pilkada, 15 Februari 2017, Manuk sudah meminta pihak SPBU untuk mendatangkan persediaan BBM sebesar 50 kilo liter.

Dan kapal pemgangkut BBM iu akan iba malam ini, 13 Februari 2017, dan mulai besok, 15 februari 2017, SPBU Lamahora mulai beroperasi pukul.005.00 wita dan ditutup sekitar pukul 18.00 wita.

Sementara itu, untuk mengantisipasi agar suasana tetap kondusif selama antrian, pihak Polres Lembata menambahkan jumlah personil untuk mengatur lalu lintas dan kondisi keamanan di sekitar SPBU Lamahora.

Kapolres Lembata, Arsdo Ever Simaupang, ditemui terpisah, menegaskan kelangkaan BBM di Lembata, murni karena faktor cuaca dan musiba tenggelamnya kapal tersebut.

“Belum ada informasi yang mengarah pada upaya boikot pilkada Lembata,” tegas Simatupang.

Pemilik SPBU Lamahora, Nasir Amirudin, mengungkapkan, kebutuhan BBM Lembata sebanyak, 200 kiloliter Solar dan 500 kiloliter premium tiap bulan.

Dan untuk kelancaran pilkada Lembata, pihaknya sudah memesan kuota tambahan sebanyak 25 kiloliter premium, 10 kilolier solar dan minyak tanah 10 kiloliter.

Disinggung soal, Lembata hanya memiliki satu SPBU, Manuk menjelaskan dirinya sudah menandatangani izin prinsip untuk dibangun satu lagi SPBU di areal pelabuhan Lewoleba. (sandrowangak/fincebataona)

PLN Lembata Siaga Coblos Hitung

WEEKLYLINE.NET – PT PLN Persero memberlakukan siaga pilkada. Pihak PLN menjamin pasokan listrik aman selama pelaksnaan pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Lembata pada H-1 hingga usai perhitungan suara.

Hal tersebut terungkap dalam apel siaga pilkada yang dipimpin Manager PT PLN Persero Cabang Lembata, Tarsisius Homo, Selasa (14/5) di halaman kantor PLN Lembata di Lewoleba.

Dalam arahannya, Tarsisius Homo menegaskan kepada seluruh karyawan PLN untuk Siaga 24 jam sampai tahapan Pilkada Tuntas, merespon cepat bila ada gangguan Sistim Kelistrikan, bersikap profesional serta menjaga Kesehatan dan Keselamatan Kerja selama siaga pilkada berlangsung.

Selain menginstruksikan siaga pilkada bagi seluruh karyawan PLN, Manager PT. PLN Persero Lembata setiap hari akan memonitoring kesiapan petugas maupun keamanan jaringan di tempat-tempat strategis.

“Mulai sebentar saya Cek petugas piket Pembangkit sampai dengan jaringan, kantor KPU dan monitor seluruh Unit. Kami berkomitmen menyukseakan pesta demokrasi ini,” ujar Tarsisius. (sandrowangak)

TITEN – SUNDAY Kelebihan Dana Kampanye

WEEKLYLINE.NET – Proses pilkada Lembata memasuki tahap akhir yakni pencoblosan di TPS, dua hari mendatang. Akan tetapi, dari kelima pasangan calon yang bertarung di pilkada Lembata, dua pasangan Calon diperintahkan untuk mengembalikan kelebihan dana kampanye ke kas negara.

Perintah untuk mengembalikan kelebihan dana kampanye ini berdasarkan PKPU 13 Tahun 2016, Perubahan PKPU Nomor 8 tahun 2015.

Panitia Pengawas Pemilihan Bupati Dan Wakil Bupati Kabupaten Lembata, NTT, menemukan sumbangan Dana kampanye perseorangan mencapai ratusan juta rupiah.

Padahal Negara telah membatasi total sumbangan Dana kampanye sumbangan perseorangan hanya hingga 75 juta rupiah per orang.

Ignasius Silikaba, Komisioner Panwaslih Kabupaten Lembata, Senin, 13 Februari 2017 mengatakan, data yang dihimpun Dari Laporan Sumbangan Dana Kampanye (LSDK) Lima Pasangan calon menunjukan Paket Sunday (Eliazer Yentji Sunur Dan Thomas Ola Langoday) mendapat sumbangan perseorangan sebesar 170 Juta Rupiah Dari Haryanto Wijaya.

Sementara paket Titen (Herman Wutun Dan Vian Burin) mendapatkan sumbangan sebesar 250 juta rupiah Dari Lukas Onek Narek.

“Kelebihan sumbangan Dana kampanye ini harus dikembalikan ke kas Negara 14 hari setelah masa kampanye berakhir. Menurut PKPU 13 Tahun 2016, Perubahan PKPU Nomor 8 tahun 2015, batas sumbangan Dana kampanye sumbangan perseorangan hanya hingga 75 juta rupiah,” ujar Ignasius.

Panwaslih menegaskan, pihaknya berkoordinasi dengan KPU setempat guna memantau proses pengembalian kelebihan Dana kampanye tersebut ke kas daerah.

Sementara itu, Komisioner KPU Lembata, Bernabas Marak, menjelaskan bahwa soal dana kampanye tidak ada yang lebih. Kelebihan dana tersebut bukan pada sumbangan perseorang tetapi pada sewa mobil kedua pasangan tersebut.

“Tidak ada kelebiham daa kampanye. Operator salah persepsikan ite terima mobil dan sewa mobil. Yaang seharusnya sewa mobil bukan terima mobil. Karena tidak ada mobil yang mereka dapatkan dari penyumbang,” unkap Marak ketika dihubungi, 13 Februari 2017 malam. (sandrowangak)

BBM Langka, Lembata Nyaris Lumpuh, Upaya Gagalkan Pilkada ?

WEEKLYLINE.NET – Sejak menjelang H – 5 Pilkada, bensin di Lembata, mengalami kelangkaan. Aktivitas dalm kota nyaris lumpuh. Dan harga enceran bensin di pinggir jalan melambung tajam.

Menjelang pilkada Lembata, bensin di Kota Lewoleba mendadak langka. Antrian masayarakat yang datang ke SPBU di Lamahora, Kota Lewoleba memgular membentuk antrian panjang sejauh 2 km lebih. Itu baru antrian motor. Belum lagi antrian mobil roda empat dan roda enam.

Disinyailir, kelangkaan BBM di Kota Lewoleba disebabka karena salah satu kapal pengangkut BBM, KM. Alfian dari Pertamina Larantuka ke Lewoleba tenggelam dihantam gelombang beberapa waktu lalu.

Ada juga yang mensinyalir bahwa, kelangkaan BBM di kota Lewoleba disengaja untuk melumpuhkan aktivitas masyarakat menjelang pilkada alias ada rencana pihak tertentu untuk menggagalkan pilkada Lembata.

Pantauan Media ini, antria panjang mengular di jalan menuju SPBU Lamahora, dari depan rumah jabatan Pejabat Bupati Lembata. Ada masayarakat yang rela datang ke SPBU sejak Pkl. 05.00 witahanya untuk merebut urutan pertama.

Seperti Simon Kesape, salah satu warga Lewoleba, dimintai tanggapan mengaku dirinya sudah dua hari mengantri tetapi belum mendapat giliran karena dirinya datang pkl.07.00 wita, antrian sudah mencapai 500 meter.

“saya datang jam 07.00, tapi antrian sudah panjang dan membludak. Saya sudah dua hari antri tapi belum dapat juga,” ungkap Simon, Senin, 13 Februari 2017.

Lain halnya dengan Laurensius Lanang, diminta tanggapannya, Senin, 13 Februari 2017, megungkapkan semua sepeda motor yang mengantri hanya dijatah 15 ribu.

Dengan kelangkaan BBM ini, aktivitas warga Kota Lewoleba dan Lembata nyaris Lumpuh. Beberapa PNS terpaksa terlambat karena kendaraan rod duanya kehabisan bensin, terpaksa menunggu ojek. Ituupun hanya beberapa ojek saja yang beroperasi dengan harga melambung, misalnya, dari waikomo ke kantor bupati yang biasanya Rp. 10.000 menjadi Rp. 50.000.

Sementara itu, beberapa penjual enceran dipinggir jalanpun menaikan harga jual sekaligus mengurangi isian bensin menjadi hanya ¾ dengan harga Rp. 20.000 sampai Rp. 30.000.

Bukan hanya bensin yang langka. Minyak tanahpun menjdi langka. Anye de Ornai, salah seorang ibu rumah tangga di bilangan Wangatoa, terpaksa membeli minyak tanah di Adonara. Lembata saat ini, menjelang pilkada megalami kelangkaan BBM dan aktivitas warga nyaris lumpuh. (sandrowangak)