Beranda » 2017 » Februari » 23

Arsip harian: 2017-02-23

Antisipasi Pergerakan Massa, 300 Polisi Jaga KPU

WEEKLYLINE.NET – Hasil pilkada Lembata belum diumumkan secara resmi oleh KPU Lembata walau Pleno tingkat kecamatan sudah dilaksanakan. Pilkada Lembata hasil real count KPU Lembata, menempatkan Pasangan Yentji Sunur-Thomas Ola Langoday, sebagai pemenang.

Akan tetapi Hasil Pilkada Lembata ini ditolak oleh dua paket yang juga menjadi konstentan pilkada Lembata, VIKTORI dan TITEN. Kedua paet ini menolak hasil juga seluruh proses pilkada.

Kedua paket ini lalu mengeluarkan pernyataan penolakan sekaligus ingi menduduki kantor KPU Lembata. Informasi yang dihimpun media ini di Kantor KPU Lembata, Senin, 20 Februari 2017, utusan VIKTORI akan datang menemui komisioner KPU Lembata dan menyerahkan pernyataan sikap mereka. Akan tetapi, sampai berita ini ditulis, pukul 12.51 wita, tim utusan dari tim VIKTORI belum juga bergerak ke KPU Lembata.

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, pihak Kepolisian Resort Lembata, menggelar pengamanan secara ketat di Kantor KPU Lembata. Kapolres Lembata, Arsdo Ever Simatupang, ketika ditemui wartawan di kantornya, menjelaskan untuk pengamanan di Kantor KPU Lembata diperketat dan personil ditambah.

Menurut Arsdo, pihaknya mendapat BKO dari Polda, Polres Alor, Polres Sika dan Ende serta Brimobda Kupang sebanyak tiga peleton personi kepolisian.

Pantauan Media ini, Senin, 20 Februari 2017, personil kepolisian yang disiagakan mengelilingi kantor KPU Lembata kurang lebih sekitar 300 personil.

Beberapa mobil Dalmas terlihat lalu lalang membawa personil kepolisian dari polres menuju kantor KPU berikut mobil APC Brimob jenis Barakuda.

“informsinya hari ini, tim Viktori datang ke KPU untuk serahkan pernyataan, tapi belum datang juga,” ungkap saah satu anggota kepolisian yang meminta namanya tidak ditulis.

Pantaun media ini, sejak 18 Februari 2017 sejak pagi hingga sore hari, kantor KPU Lembata dijaga ketat pihak kepolisian dari polres Lembata, polda NTT dan brimob.

Beberapa personil polisi menjaga secara berkelompok disekitar gedung KPU. Ada juga duduk di dalam ruangan KPU Lembata dan pintu samping kiri dan kanan gedung KPU ditutup rapat.

Pengamanan kantor KPU Lembata ini akan tetap dilakukan sampai rapat pleno penetapan oleh KPU Lembata. (sandrowangak)

Sia Sia Kalau Hasil Pilkada Lembata Dilaporkan ke MK

WEEKLYLINE.NET – Karena selisih suara TITEN sebagai pemenang kedua dengan SUNDAY sebagai pemenang pertama lebih dari 2 % maka bisa dipastikan Hasil pilkada Lembata akan ditolak Mahkama Konstitusi.

Praktisi hukum Jupriansah Lamabelawa, SH, MHum menegaskan hasil sengketa hasil perhitungan perolehan suara dalam Pilkada Lembata tak bisa diajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Pasalnya, selisih perolehan suara antara pemenang pertama dan kedua melebihi batas prosentase yang dipersyaratkan MK.

“Ya, Selisih suara Titen dan Sunday cukup jauh, diatas 2% kalau tidak salah. Sehingga, tidak bisa digugat ke MK. Kalau digugat ke MK, sudah pasti MK tolak,” tandasnya kepada media ini, 20 Februari 2017.

Mengomentari aksi penolakan yang dilancarkan saksi perhitungan suara di tingkat PPK oleh TITEN dan VIKTORI, pengacara yang lagi naik daun ini menyatakan tak masalah.

“Saksi Paslon tidak mau tanda tangan berita acara di tingkat PPK, tidak ada masalah. Tinggal tuangkan keberatan mereka dalam berita acara. Proses tetap berjalan,” tandasnya.

Menurut dia, tahapan telah selesai. “Yang ada tinggal rekap hasil. Formulir C1 dari TPS itu ditandatangani juga oleh saksi dari pasangan calon. Jika mereka keberatan dengan hasil pemungutan suara, silahkan bawa ke Mahmakah Konstitusi. MK mengadili perselisihan hasil pemilukada, bukan proses,” jelasnya., seraya menambahkan, selisih hasil perolehan suara akan sulit untuk diterima oleh MK.

Kalau perkara etik terkait penyelenggara, sambung Lamabelawa, diadukan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Sedangkan, “Perkara administrasi atau pidana pemilu itu di Bawaslu, PTUN, Polri (penegakan hukum terpadu),” papar dia.

Soal ada indikasi pelanggaran yang memenuhi unsur pidana, dia mempersilahkan untuk melaporkan kepada pihak kepolisian. “Lihat Psl. 146- 150 UU No. 1 thn 2015 diubah dgn UU No. 8 thn 2015. Kalau ada pengaduan dari pihak pasangan calon tentu pihak kepolisian akan segera menindaklanjuti,” tandasnya.

Sekedar diketahui, pilkada Lembata meghasilkan Paket SUNDAY, Yentji-Thomas sebagai pemenang dengan perolehan suara sebanyak 38,31 % atau 24.211 suara. Urutan kedua diraih paket TITEN dengan perolehan suara 16.540 suara atau 26,18 %. VIKTORI urutan ketiga, 23,35 % atau 14.753 suara. Dan WINNERS 7,77 % atau 4.913 suara, dan HALUS 4,39 % atau 2.773 suara. Hasil ini berdasarkan real count C1 yang ditayangkan di website resmi KPU.

(sandrowangak)

Antisipasi Demo, Mobil Barakuda Siaga di KPU Lembata

WEEKLYLINE.NET – Untuk mengantisipasi demontrasi atas indikasi kecurangan yang dilakukan oleh Yentji Sunur, mobil Barakuda BKO dari mmKompi Brimob Maumere disiagakan di kantor KPU Lembata.

Informasi yang didapat salah satu anggota polres Lembata yang sedang berjaga di Kantor KPU Lembata menjelaskan, sejak semalam isu bahwa paket TITEN dan paket VIKTORI akan mengerahkan massa menduduki kantor KPU, Sabtu, 18 Februari 2017.

Informasi ini berhembus kencang karena sebelumnya, 16 Februari 2017, paket TITEN dan VIKTORI menyatakan menolak seluruh proses pilkada dan hasil hasilnya.

TITEN dan VIKTORI berkeyakinan hasil pilkada Lembata terindikasi kuat terjadi pelanggaran yang masif.

Untuk itu, kedua Paket Paslon ini, mengecam pihak pihak yang diduga melakukan pelanggaran itu. Sembari meminta KPU Lembata untuk menghentikan proses pilkada Lembata.

Permintaan mengehentikan pilkada Lembata ini, selain tertuang dalam pernyataan resmi mereka,.juga disampaikan oleh saksi kedua paket calon saat menghadiri pleno di PPK, 17 Februari 2017 selanjutnya mereka menyatakan walkout.

Terkait isu demontrasi paket TITEN dan VIKTORI tersebut, 18 Februari 2017, Kapolres Lembata, Arsdo Ever Simatupang, menyatakan pihak belum mendapat informasi resmi melalui surat dari kedua paket tersebut.

Dan kondisi kamtibmas sejauh ini, 18 Februari 2017, masih kondusif.

“Kondisi masih kondusif kaka. Kami belum dapat informasi soal demo tersebut”, tulis Arsdo kepada media ini melalui pesan singkat.

Arsdo menambahkan, untuk mengantisipasi, pihak polres sudah menambahkan personil polisi untuk mengamankan kantor KPU Lembata, ditambah satu mobil Barakuda, BKO polda NTT melalui kompi Brimob Maumere.

Pantaun media ini, 18 Februari 2017 sejak pagi hingga sore hari, kantor KPU Lembata dijaga ketat pihak kepolisian dari polres Lembata, polda NTT dan brimob.

Beberapa personil polisi menjaga secara berkelompok disekitar gedung KPU. Ada juga duduk di dalam ruangan KPU Lembata dan pintu samping kiri dan kanan gedung KPU ditutup rapat.

Komisioner Panwasli Kabupaten Lembata, Ignasius Sili Kaba, yang ditemui di ruangan kerjanya, terkait penolakan proses pilkada dan hasil hasilnya, menjelaskan kedua paket tersebut harus mampu membuktikan pendapat dan pernyataan tersebut.

Walau demikian,.pelanggaran yang bersifat Terstruktur, Sistematis dan Masif harus merata di beberapa titik. Dan tidak serta merta dijadikan alasan untuk menghentikan seluruh proses pilkada.

Dia meminta agar seluruh pihak menunggu keputusan KPUD tanggal 24 Februari 2017 melalui rapat pleno penetapan paket pemenang pilkada Lembata.

“Terkait aksi.walkout saksi VIKTORI dan TITEN dari ruangan rapat pleno PPK, Sili Kaba menjelaskan pihaknya tidak mengintervensi karena itu adalah bagian dari hak politik demokrasi setiap warga negara.(sandrowangak)