Beranda » 2017 » September » 14

Arsip harian: 2017-09-14

Anak Lembata Wajib Ber KTP, Ini Manfaatnya

WEEKLYLINE.NET – Aturan kebijakan penetapan dan ketentuan anak mempunyai Kartu Tanda Penduduk ini mempunyai beberapa manfaat bagi sang anak itu sendiri. Tak terkecuali anak anak di Kabupaten Lembata.

Diantara manfaat tujuan KTP anak antara lain adalah sebagai berikut Sebagai bentuk pemenuhan hak anak; Untuk persyaratan mendaftar sekolah; Untuk keperluan lain yang membutuhkan bukti diri si anak contohnya untuk data identitas membuka tabungan atau menabung di bank; Untuk mendaftar BPJS; Proses identifikasi jenazah dengan korban anak-anak dan juga untuk mengurus klaim santunan kematian; Pembuatan dokumen keimigrasian; Mencegah terjadinya perdagangan anak.

Demikian penjelasan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Lembata, Wenseslaus Ose Pukan kepada wartawan di ruangan kerjanya, 13 September 2017.

Kebijakan memberi KTP bagi anak di Lembata mulai diterapkan pada 2017 untuk Kecamatan Nubatukan. Penerapan ini dilakukan pada anak yang sudah memiliki akte kelahiran.

“Dan ini adalah syarat ketentuan untuk membuat KTP anak. Selain Akta kelahiran juga Kartu kelurarga dan KTP Kedua orang Tua. Untuk tahun 2017, kita fokus di 11 sekolah dasar di Kecamatan Nubatukan, dengan menyediakan 7400 formulir KTP Anak atau KIA” jelas Wens Pukan.

Dalam penerapannya nanti, KIA dibedakan menjadi dua, yaitu untuk umur anak antara 0-5 tahun dan untuk umur anak 5-17 tahun. Perbedaannya adalah untuk KIA 0-5 tahun tanpa menggunakan foto, sedangkan KIA usia 5-17 tahun kurang satu hari menggunakan foto.
Persyaratan untuk membuat KTP anak untuk 5-17 tahun adalah harus memiliki akta kelahiran, menyerahkan KTP orang tua, Kartu Keluarga (KK) dan melampirkan foto ukuran 2×3.
Dalam proses pembuatan KIA dalam dua tahap. Tahap pertama, untuk anak yang berumur nol tahun hingga lima tahun diberikan KIA yang tidak disertai foto. Tahap kedua, setelah anak berumur lima tahun hingga 17 tahun (kurang sehari) diberikan KIA dengan menampilkan foto pemilik kartu.

“Setelah berumur 17 tahun diganti dan diterbitkan kartu elektronik,” tuturnya.
Dalam penerbitan KIA ini sekaligus diterbitkan akta kelahiran anak dan juga kartu keluarga (KK) orang tua. Karena penerbitan KIA dilakukan setelah penerbitan NIK (Nomor Induk Kependudukan) sebagai dasar penerbitn akta kelahiran dan kartu keluarga (KK).
menurut Wens Pukan, proses pembuatan kartu tersebut sudah bisa dimulai seiring dengan keluarnya peraturan Menteri Dalam Negeri yang sudah mewajibkan semua anak memiliki identitas diri.

Berdasarkan Permendagri No 2 Tahun 2016 Tentang Tentang Kartu Identitas Anak. Mulai tahun 2016 seluruh anak wajib memiliki KTP dalam bentuk Kartu Identitas Anak (KIA).

Ketentuan dan kebijakan tersebut berdasarkan serta mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Kartu Identitas Anak.
Kartu Identitas Anak yang selanjutnya disingkat menjadi KIA adalah identitas resmi anak sebagai bukti diri anak yang berusia kurang dan 17 tahun dan belum menikah yang nantinya diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota. Sesuai Pasal 2 Permendagri Nomor 2 Tahun 2016 Tentang Kartu Identitas Anak.

Pemerintah menerbitkan KIA bertujuan untuk meningkatkan pendataan, perlindungan dan pelayanan publik serta sebagai upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara Indonesia.

Dalam KTP anak nantinya akan berisikan nama, alamat, nama orang tua, nomor kartu penduduk, dan sejumlah identitas diri lainnya.

Bentuk KTP-nya masih biasa, belum KTP elektronik. Nanti setelah usia 18 tahun ke atas, baru wajib perekaman sesuai dengan KTP elektronik nantinya seperti pada masa sekarang ini.

Ada pun dasar hukum KIA antara lain Pasal 27 UU No. 35/2014 tentang Perubahan Atas UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak, serta UU No. 23/2006 tentang Administrasi Kependudukan, sebagaimana telah diubah dengan UU 24 tahun 2013.

[sandrowangak]

Lembata Siapkan 7400 Formulir KTP Anak

WEEKLYLINE.NETBayi baru lahir dan anak-anak di Kabupaten Lembata akan mempunyai KTP mulai tahun 2017.  KTP anak juga dikenal dengan Kartu Identitas Anak (KIA). Sehingga dengan demikian anak dan bayi usia umur 0 tahun sampai 17 tahun minus 1 hari akan mempunyai KTP sebagai kartu indentitas resmi anak.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Wenseslaus Ose Pukan, kepada wartawan di ruangan kerjanya, 13 September 2017.

Dan hal tersebut selama anak tersebut, Demikian Wens Pukan, telah memiliki akta kelahiran dan tercantum dalam kartu keluarga yang dimiliki orang tua dan keluarganya. KTP tersebut akan menjadi identitas selama hidupnya.

Penerbitan Kartu Indentitas Anak (KIA) diperlukan agar anak yang berusia 0 hingga 17 tahun minus 1 hari. memiliki dokumen kependudukan sehingga memudahkan anak dalam mengurus berbagai dokumen.

“KIA ini akan menjadi tanda pengenal atau bukti diri yang sah bagi anak saat melakukan pelayanan publik seperti saat mengurus paspor atau kalau mau ke puskemas,” kata Wens Pukan.
Semua orang tua di Lembata yang memiliki anak di bawah usia 17 tahun mulai sekarang sudah bisa memproses kartu identitas semua keluarganya.

Untu tahun 2017, Disdukcapil Lembata menyiapkan 7400 formulir KIA atau KTP anak untuk pelayanan di Kecamatan Nubatukan selama tahun 2017.

“Dan kami sudah melakukan sosialisasi dan kerja sama dengan sebelas sekolah dasar yang ada di Kecamatan Nubatukan. Untuk tahun 2017, Lembata mendapat prorgam pelayanan KIA dari Pusat karena selama tahun 2016 Disdukcapil Lembata mencapai target sesuai arahan dari pusat dan propinsi,” ungkap Ose.

Selama ini untuk anak yang sudah sekolah identitasnya berupa kartu pelajar, namun bagi anak yang belum sekolah identitasnya hanyalah berupa akte yang riskan untuk dibawa-bawa. KIA ini konsepnya sama, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang memberikan identitas serta tercatat dalam kependudukan masing-masing daerah.

KIA sebagai upaya untuk mendata penduduk sejak lahir sampai nanti waktunya anak-anak ini berkewajiban memiliki e-KTP.

Lebih jauh Wens Pukan menjelaskan Progra KIA sebagai bentuk kesungguhan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya bagi anak. Melalui KIA selain sebagai pengenal juga dapat menjadikan anak dapat mengakses pelayanan publik secara mandiri.

Pada anggaran murni 2018, pelayanan KTP Anak atau KIA akan dilakukan untuk semua kecamatan dengan menggunakan anggaran APBD II Kabupaten Lembata. Terkait target blanko 7400 yang disiapkan 2017, Wens yakin pihaknya pasti bisa mencapai 50 persen dari target yang ditetapkan.

[sandrowangak]

Selain Buku, Agupena Flotim Akan Siapkan Teras Internet

WEEKLYLINE.NET – Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agupena) Cabang Kabupaten Flores Timur (Flotim) menyiapkan buku- buku sumber di Sekretariat Agupena Flotim untuk membantu guru- guru yang ingin melakukan penelitian di Kabupaten Flores Timur.

Maksimus Masan Kian, Senin (11/9/17) di Sekretariat Agupena Flotim mengatakan, saat ini di Sekretariat Agupena Flotim tersedia buku- buku sumber yang dapat digunakan untuk penelitian guru di Flotim, khususnya Penelitian Tindakan Kelas (PTK). “PTK menjadi hal yang sulit dikalangan guru. Selain faktor menulis yang tidak terbiasa, ketersediaan sumber buku juga menjadi faktor penghambat bagi guru untuk melakukan Penelitian Tindakan Kelas. Walau belum banyak, kita siapkan buku – buku di Sekretariat Agupena Flotim sebagai sumber bacaan yang dapat dijadikan rujukan untuk menulis,”kata Maksi.

Sekretariat Agupena Flotim yang berlokasi di Lorong TKK Anfrida, Jalan III Kota Rowido Kelurahan Sarotari Tengah ini, selain digunakan sebagai tempat pertemuan, diskusi dan tempat baca anak anak, Sekretariat Agupena saat ini menyediakan sumber- sumber buku yang dapat dijadikan sebagai referensi untuk menulis.

Selain buku untuk guru, di Sekretariat Agupena Flotim juga disiapkan buku buku Sastra (Antalogi Puisi, Cerpen, Novel) dan buku – buku Jurnalistik yang dapat dijadikan sebagai bahan bacaan untuk pelajar di Kota Larantuka dan sekitarnya.

“Ketersediaannya masih terbatas, tetapi sekian judul buku sastra dapat dimanfaatkan pelajar sebagai bahan bacaan yang dapat menambah wawasan seputar dunia sastra dan dunia jurnalistik. Bagi pelajar yang membutuhkan majalah atau koran bekas untuk kliping di sekolah, dapat juga memperolehnya di Sekretariat Agupena Flotim. Kami melayani, setiap hari pada waktu sore hari mulai pkl 14.00 – 20.00 wita,’kata Maksi.

Ketua Agupena Flotim, Maksimus Masan Kian, mengungkapkan saat ini sedang ada upaya untuk pemasangan jaringan wifi di Sekretariat Agupena Flotim.

“Kita sedang berupaya utuk pemasangan jaringan wifi di Sekretariat Agupena Flotim. Jika usaha ini berhasil, maka akan memudahkan guru – guru di Flotim menyelesaikan tulisan. Penggunaan internet akan dibuka secara gratis dan pelajar yang menggunakannya dilakukan pendampingan, sehingga penggunaanya terarah dan memberi manfaat dan berdayaguna demi kemajuan pendidikan dan peningkatan kesehjateraan hidup” ungkap Maksi.

 

[ari hanafi/amber kebelen]