Beranda » 2017 » Desember » 01

Arsip harian: 2017-12-01

Walau Diperingati PVMBG , Warga Besakih Masih Bertahan

WEEKLYLINE.NET – Sejak Senin lalu tanggal 27 Nopember 2017 pihak PVMBG (Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi) sudah menaikan status Gunung Agung dari Level Siaga menjadi Awas dan memerintahkan penduduk yang berada di kawasan rawan bencana untuk segera mengungsi ke tempat tempat yang lebih aman .

Menurut sumber dari PVMBG bahkan pada Selasa sekitar pukul satu siang sampai pukul dua siang telah terjadi tremor yang cukup besar (overscale) yang menyebabkan ketegangan pos pengawas di Desa Rendang sehingga menghimbau kepada orang orang yang masih tinggal di pos pos pemantauan agar segera meninggalkan tempat.  Saat itu diperkirakan Gunung Agung akan meletus dalam hitungan jam . Namun sampai saat ini belum terjadi letusan besar seperti yang diperkirakan bahkan bandara mulai dibuka kembali pukul tiga siang hari Rabu tanggal 29 Nopember 2017

Manusia hanya bisa membuat prediksi. Dibantu alat alat selengkap apapun tidak dapat memprediksi alam dengan tingkat keakuratan seratus persen . Tak heran jika beberapa orang tetap mengandalkan naluri dan kepercayaan mereka terhadap alam semesta dan Sang Pencipta. Hal ini sangat berbahaya karena taruhannya nyawa. Namun kenyataannya beberapa warga pada kawasan berbahaya memang enggan untuk meninggalkan desanya.

Sebut saja warga banjar Kedungdung, Desa Besakih Karangasem dengan jarak 5 -6 km  dari puncak Gunung Agung dan masuk dalam kawasan rawan bencana III. Sekitar sepuluh KK atau enam puluh jiwa masih bertahan di rumahnya masing masing. Selain Banjar tersebut juga hampir sebagian besar penduduk Banjar Dinas Pemuteran, Rendang, Karangasem yang masuk kawasan rawan bencana  II juga enggan mengungsi.

Telepas dari keengganan warga untuk mengungsi karena memikirkan ternak ternak mereka, penyebab lain adalah keyakinan warga bahwa menurut tetua yang pernah mengalami peristiwa Gunung Agung meletus tahun 1963 willayah tersebut tidak tersentuh lahar, hanya hujan abu dan pasir. Hal tersebut disampaikan oleh seorang guru yang mengajar di wilayah Banjar Pemuteran I Ketut Nuada. Mereka akan mengungsi kalau Gunung Agung sudah benar benar meletus. Pertanyaan kita, masih sempatkan mereka akan menyelamatkan diri ? Hanya Tuhan yang tahu jawabannya.

Sebuah keyakinnan yang bisa membahayakan nyawa sendiri. Namun keyakinan tersebut sangat kuat  dan dengan dasar itu pula manusiia mengambil keputusan keputusan penting bahkan untuk soal nyawa. Meskipun pemerintah sampai mematikan aliran listrik ke wilayah itu agar mereka mengungsi, mereka tetap bertahan juga.

Selain itu, seperti yang diberitakan dalam liputan6.com, seorang pemangku (pemimpin upacara agama Hindu di Bali ) juga masih bertahan di rumahnya Banjar dinas Badeg Dukuh adalah Jro Mangku Darma  yang menyatakan diri sebagai juru kunci Gunung Agung. Beliau akan mengungsi apabila sudah mendapat wangsit dan petunjuk dari Yang Maha Kuasa . Ketika semua warga sudah mengungsi, hanya tinggal beliau disana berdoa setiap hari mohon petunjuk dari Yang Maha Kuasa . Beliau berkeyakinan akan mendapat petunjuk apabila Gunung Agung memang benar benar akan meletus.

Keyakinan memang dapat memberi seseorang kekuatan semacam sugesti. Meskipun secara teori sugesti lebih ditekankan pada pemberian pengaruh dari seseorang kepada orang lain.

Keyakinan adalah kekuatan, namun keyakinan juga harus disertai dengan perhitungan yang matang serta fokus dan waspada. **

Salam Rahayu

Luh dias

GSC Atadei Kembangkan Media Komunitas di Desa

WEEKLYLINE.NET – Pelatihan pengembangan media komunitas yang digelar di aula kantor Camat Atadei di Kalikasa, Kamis (30/11) dibuka Camat Atadei Petrus Peka Soge. Pelatihan menghadirkan tiga narasumber yakni Sekretaris Camat Atadei Lambertus Charles Odel, wartawab HU Victory News Hiero Bokilia, dan guru Bahasa Indonesia Jimmy Making.

Sekcam Atadei Lambertus Charles Odel dalam materinya memaparkan, menulis merupakan upaya membangun potensi di dalam diri. Menulis juga merupakan upaya menghindri kematian dan menulis merupakan proses kreatif memindahkan gagasan gagasan ke dalam bentuk tulisan.

Mengutip Maria A Sarjono, ia mengatakan, dengan menulis dapat melakukan banyak hal, memberikan informasi, membuka cakrawala, mengeluhkan keprihatinan, membagikan keindahan, menghibur,  membangkitkan semangat dan daya pikir, juga melakukan kritik sosial dan proltes.

Dalam menulis, lanjutnya, terdapat aspek menulis yakni adanya maksud dan tujuan yang hendak dicapai dan adanya gagasan yang hendak dikomunikasikan atau ditulis.

“Tujuan kita menulis adalah untik menceritakan sesuatu, menulis memberikan petuniuk atau pengarahan,” jelasnya.

Melalui tulisan, dapat mebginformasikan potensi-potensi yang ada di desa gang kemudian dapat dilirik oleh pemerintah melalui otganisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan investor. Sehingga, potensi-potensi yang ada dapat diberdayakan.

Sementara itu, Hiero Bokilia, wartawan HU Victory News di awal pemaparannya menjelaskan terkait keberadaan provesi jurnalis dan tugas-tugas jurnalistik mengumpulkan bahan, menulis, dan menginformasikannya melalui media, baik cetak, elektronik, maupun media online. Dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik, lanjut Bokilia, seorang jurnalis dibekali kode etik jurnalistik.

Kepada para peserta, ia juga menjelaskan terkait berita yang layak ditulis dan tak layak ditulis oleh seorang jurnalis. Ia juga mengingatkan kepada peserta agar menulis sesuatu tidak mengada-ada tetapi harus berdasarkan fakta karena menurutnya fakta itu suci.

“Jangan bapak mama hanya dengar gosip yang belum tentu benar lalu langsung buat berita tanpa tanya lagi ke orang yang digosipkan. Itu tidak boleh,” katanya.

Ia juga menjelaskan terkait proses memperoleh informasi dan data dari narasumber serta proses mewawancarai narasumber. Ketika meliput, lanjutnya, seorang wartawan tidak hanya melihat peristiwa yang muncul tetapi juga harus mencari tahu lebih dalam terkait persoalan tersebut termasuk memperkaya sumber informasi dengan mewawancarai lebih banyak orang di tempat kejadian.

Sementara terkait metode penulisan, Bokilia memaparkan penulisan berita yang memenuhi unsur 5W+1H serta metode penulisan dengan piramida terbalik di mana menempatkan unsur berita atau informasi paling pebting di bagian atas dan isi di bagian tengah dan informasi tambahan pada bagian paling bawah berita terutama dalam menulis brita strike news.

Pada kesempatan itu, ia juga meminta para peserta membuat berita aktivitas di desanya masing-masing yang ditanggapi begitu antusias oleh para peserta pelatihan.

Leonardus Boli, Sekretaris Desa Ile Kimok, salah satu peserta pelatihan mengatakan, secara pribadi ia sangat senang bisa mendapatkan pelatihan yang mampu membuka pikiran agar ke depan informasi-informasi dari desa dapat disebarluaskan dan bisa diketahui orang lain di luar desa. Sebab, lanjutnya, selama ini sangat jarang informasi dan kegiatan di desa terekspos je media. Jika nanti target menghasilkan media buletin desa terwujud maka informasi pembangunan dan aktivitas desa bisa terekspos.

Dia kuga mengharapkan agar kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin agar mereka semakin memahami dan mampu melaporkan setiap aktivitas pembangunan di desa untuk bisa diekspos media. “Kami juga minta kalau bisa bapak wartawan sering-sering turun ke desa untuk liput aktivitas kami di desa,” harapnya.

Fasilitator Kecamatan Program Generasi Sehat Cerdas (GSC) Kecamatan Atadei Adrianus Sawar mengatakan, pelatihan tersebut goalnya adalah menerbitkan buletin desa yang mengangkat potensi-potensi di desa serta aktivitas masyarakat dalam kaitan dengan program GSC.

Ia berharap, setelah mengikuti pelatihan, para peserta mampu membuat tulisan-tulisan terkait aktivitas mereka di desa terutama yang berhubungan dengan Program GSC.

Dari prlatihan ini ditargetkan dapat diterbitkan buletin desa uang mengangkat tulisan tulisan potensi di desa dan kegiatan GSC.

Dijelaskannya, GSC merupakan program unggulan pemerintah melalui pola pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan dan pendidikan dasar pada Direktorat Pelayanan Sosial Dasar Ditjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa pada Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Program yersebut diharapkan dapat meningkatkan keberdyaan, kemandirian, dan menguatkan kapasitas masyarakat untuk mengambil peran lebih aktif dalam rangka peningkatan kualitas layanan dasar khususnya bidang pendidikan dan kesehatan. (*/sandrowangak)

Atadei Siap Sukseskan Gerakan Literasi

WEEKLYLINE.NET – Program Gerakan Sehat Cerdas (GSC) Kecamatan Atadei, Kabulaten Lembata terus berupaya meningkatkan sumbetdaya masyarakat di 15 desa se-Kecamatan Atadei Atdei.

Upaya-upaya itu terus dilakukan salah satunya lewat pelatihan pengembangan media komunitas. Pelatihan mekibatkan unsur sekretaris desa dari 15 desa, KPMD, perwakilan tokoh masyarakat, perwakilan kepala dusun, utusan perwakilan PKK, dan peserta dari kecamatan yakni dari Penloj GSC.

Upaya meningkatkan kemampuan menulis dan semangat membaca itu pun dalam rangka mendukung tekad Pemerintah Kabupaten Lembata mewujudkan Lembata Kabupaten Literasi.

Pelatihan pengembangan media komunitas yang digelar di aula kantor Camat Atadei di Kalikasa, Kamis (30/11) dibuka Camat Atadei Petrus Peka Soge. Pelatihan menghadirkan tiga narasumber yakni Sekretaris Camat Atadei Lambertus Charles Odel, wartawab HU Victory News Hiero Bokilia, dan guru Bahasa Indonesia Jimmy Making.

Camat Atadei Petrus Peka Soge saat membuka pelatihan mengatakan, kegiatan pelqtihan pengembangan media komunitas sangat berharga karena dengan membangun media komunitas ikut menyukseskan program dan visi misi yang dicanangkan pemerintah terutama misi untuk menjadikan Lembata Kabupaten Literasi.

Apalagi, lanjutnya, dalam rapat kerja (Raker) bersamapara kepala desa bersama Dinas Perpustakaan dan Dinas Sosial PMD, serta Inspektorat, sudah disepakati bahwa 144 desa di Lembata menjadi desa literasi.

“Kalau satu desa tidak masuk maka belum dikatakan sebagai kabupaten literasi. Jadi saya imbau kepada semua kepala desa di 15 desa se-Kecamatan Atadei harus dukung karena sudah sampaikan 15 desa siap jadikan Atadei Kecamatan Literasi,” tegas Soge.

Pelatihan pengembangan media komunitas, lanjut dia, merupakan harapan dan vermimpi agar abak cucu ke dwpan bisa meningkat kemampuan membaca dan menulisnya. Sehingga jika diadakan perpustakaan di desa dapat dimanfaatkan. “Jangan sampai setelah diadakan tidak baca dan jadi mubazir,” katanya.

Untuk itu, diharapkan agar kebiasaan membaca dan menulis terutama di kalangan anak sekolah harus terus ditingkatkan. Karenanya, perlu dibangun kerja sama dengan para guruagar diatur jam membaca dan menulis. Kerja sama semua stakeholder di desa juga perku dibangun dan diupayakan agar ada petugas yang terus mendampingi.

Ke depan, lanjutnya, setiap desa mengalokasikan dana desa Rp 150 juta untuk mendukung program kabupaten literasi. Dana Rp 100 juta untuk pengadaan bahan bacaan dan Rp 50 juta untuk fisik. Sehingga setelah disiapkan secara baik akan dilakukan pendeklarasian.

“Yang hadir ini muda semua jadi harus berniat buat perubahan di desa agar grafiknya bisa naik. Jangn sampai terlambat,” tegas Soge. (*/sandrowangak)

Pondok Kebersamaan

Ditengah tetes hujan, membasahi bumi

Ada semangat membara

Bagai tembok kokoh, tak runtuh diterpah panasnya mentari

Dan derasnya air hujan

 

Kita dengan langkah tapak tergesa

Menuju pondok kebersamaan

Kita rangkai cerita

Kita buka tabir kisah kasih

Yang selama ini kita nantikan

 

Dibalik rintik, melompat

Di atas gedung itu

Ciptakan suara gema

Menemani tinta hitam

Menari di atas kertas putih

 

Kugoreskan tinta hitam itu

Dari pinggiran hati

Kuasa setajam tajamnya

Menjadi inspirasi yang berguna

Di hari hari ke depan

 

________________________________

Viviana Tanah Boleng, dkk

Anggota OMK St. Dominico Savio

Paroki Witihama

OMK Berkapasitas, Setia Pada Alam dan Tuhan

WEEKLYLINE.NET – Orang Muda Katolik (OMK) merupakan komunitas wadah kreatifitas, pengembangan, pengkaderan generasi muda.

OMK adalah orang-orang muda yang sedang bertumbuh dan berkembang, pada pundaknya tertitip harapan sebagai generasi penerus sekaligus sebagai agen pembaharu. Didalam diri OMK ada potensi luar biasa sebagai agen perubahan. OMK berperan serta dalam seluruh proses pembangunan dalam kehidupan menggereja, bermasyarakat dan bernegara. OMK Paroki Witihama yang juga adalah warga negara Indonesia tumbuh dalam dinamika kekatolikan dan keindonesiaan.

Terdorong oleh imannya, OMK terlibat dalam kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan masyarakat Indonesia, terutama yang lemah, miskin, tersingkir dan tertindas. Iman yang dinyatakan dalam realisasi tindakan ini harus diupayakan dan dikembangkan baik secara bersama maupun secara pribadi. OMK harus diberi ruang untuk mendalami dan mengembangkan imannya serta mewujudkannya dalam kehidupan bermasyarakat yang bermartabat, adil dan sejahtera sesuai cita-cita bangsa dan harapan Gereja.

OMK Paroki Witihama, sebagai bagian dari Gereja lokal Keuskupan Larantuka diharapkan menjadi agen-agen transformasi menuju Gereja umat Allah yang mandiri dan misioner. Untuk mencapai maksud ini serta sebagai bentuk tanggung jawab Gereja terhadap OMK, diselenggarakanlah acara Camping Rohani OMK Paroki Witihama. Kegiatan ini merupakan ajang bertemu dan berkumpul bagi orang muda, sehingga mereka melakukan sharing iman dan saling meneguhkan dalam persaudaraan dan kekeluargaan diantara orang muda. Melalui sharing iman, OMK diharapkan dapat memperoleh inspirasi dan keberanian untuk menjalani ajaran Kristus dalam kehidupannya sehari-hari.

Kegiatan penyegaran rohani dan penguatan iman OMK dalam bentuk Camping Rohani merupakan kekuatan pendorong bagi Gereja dan masyarakat pada masa sekarang maupun pada masa yang akan datang, yang memerlukan wawasan nasional dan lokal.

Kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkembangkan rasa kebersamaan, kesetiakawanan dan kesatuan sebagai OMK yang beriman Katolik, serta saling berbagi kasih bagi sesama.

Kelas Seni Bermusik Lagu Gereja, Camping Rohani OMK Dominico Savio, Paroki Witihama.

 

Dan OMK St. Dominico Savio selama tiga hari, 30 November s/ 2 Desember menggelar Camping Rohani, yang bertujuan, Menjadi kesempatan bagi OMK untuk berbagi pengalaman iman sekaligus mendapat pembaharuan iman, saling mengenal dan saling berbagi diantara sesama OMK, Menjadi peluang untuk mencapai pemahaman satu sama lain tentang situasi, kondisi, posisi, peran, yang jika disinergikan dapat menjadi kekuatan bersama OMK dan Gereja.

Juga memberi inspirasi dan menambah pengetahuan serta keterampilan kepada kaum muda dalam menjalani ajaran Kristus di dalam kehidupan menggereja dan bermasyarakat, Menjadi kesempatan bagi OMK untuk berkreasi dan Melalui kegiatan ini, OMK semakin peduli dan mencintai lingkugan terutama daerah mata air dalam kegiatan penghijauan.

Dalam meningkatkan Kapsitas itu, dibuka Kelas Menulis yang diberikan oleh Sandro Balawangak, Maksimus Masan Kian dan Amber Kebelen. Sedangkan Kelas Bermusik disampaikan oleh Yanurius Yawa Bala dan kelas dirigen disampaikan oleh M. Anna Da Yella.

Selain menggali potensi Peserta, Camping Rohan ini juga dilakukan kegiatan penanaman 1000 anakan pohon di lokasi penghijauan mata air Wai Bele Loga, Desa Lewopulo dan Wai Bakan Desa Bao Bage, Kecamatan Witihama. (ADN Komek/Ulshan/humasomk)

‘Dominico Savio’ : Ingin Menjadi Baru

WEEKLYLINE.NET – Kelas jurnalistik menjadi kelas inspirasi menciptkan manusia baru.

Sila Lewokeda salah seorang peserta Camping Rohani, OMK Dominico Savio, Paroki Witihama mengungkapkan, dirinya merasa kagum dengan materi tentang menulis yang bisa membuat perubahan nyata tidak hanya omong omong belaka.

“Semoga kami terinspirasi dan mampu meluapkan apa yang selama ini tersembunyi dapat ditulis,” ungkap Sila Lewokeda.

Senada denga Sila, Siprianus Boleng, mengungkapkan dirinya berkomitmen untu memperbaharui diri setelah mengikuti Camping Rohani ini,” kata Sipri Boleng.

Maksimus Masan Kian dalam materinya, 1 Desember 2017, yang digelar di Aula Yessin membeberkan manfaat menulis, mampu menganalisa persoalan, memecahkan persoalan penting dalam kehidupan, tampil dalam mimbar ilmiah, perdebatan akademik.

Untuk mencapai dua hal tersebut, salah satu taktik yang digunakan adalah menjadikan media massa sebagai tempat menuangkan gagasan, pendapat, opini yang membedah, mengkritisi berbagai persoalan meliliti kehidupan.

Persoalannya maukah OMK Dominico Savio memulai dengan menulis hal hal sederhana di sekitar ? (amberkebelen)

Sebab Menulis Adalah Sabda

WEEKLYLINE.NET – Orang boleh pandai setinggi langit tapi selama ia tidak menulis ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian. (Pramoedya Anata Toer).

Dunia kini semakin beranjak satu. Dunia menyajikan aneka gaya tawaran yang menggiurkan. Banyak informasi sedap yang kita sadap. Namun aroma tak sedap pun membuntuti kita. Informasi sajian media menjadi sebuah keniscayaan.

Salah satu media sosial yang sangat merakyat adalah FB. Saat membuka dinding FB, kita disapa dengan sebuah tulisan, “apa yang anda pikirkan?” Tulisan bernada tantangan ini seolah sedang memantik hati dan pikiran kita. Pikiran kita dicambuk untuk dicurahkan lewat rangkaian kata. Segala rasa dan pikiran yang mendekam akan menjadi sekam.

Sandro Balawangak, yang membawakan materi tentang Menulis memancing Orang Muda Katolik dengan tema Ðipanggil Untuk Menulis.

Sebab, menurut Balawangak, Menulis sudah adalah Sabda Allah. Dia mengutip, kalimat biblis “dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini-Lukas 24:47-48.

Selain dalam perjanjian Baru, Balawangak pun mendasari materinya denga klimat biblis dari Perjanjian lama, bahwa “Lalu TUHAN menjawab aku, demikian Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya.

An karena itu, Balawangak memantik emosi peserta camping, jika Peserta OMK tidak menulis itu dosa. Sementara itu, Maksimus Masan Kian menjelaskan manfaat menulis sungguh sungguh banyak. Masan Kian memberikan motivasi sambil menampilkan berbagai kegiatan positip, akibat dari menulis.

Untuk itu, dirinya meminta kepada OMK St. Dominico Savio, Witihama agar menulis tentang semua kegiatan dan kemajuan yan terjad di Paroki Witihama .

Selain Kelas Jurnalistik, kegiatan Camping Rohani ini juga mencari dan menemukan bakat bermusik dan menjadi dirigen.  (amberkabelen)

Orang Menyebutnya, Senior di Senayan

WEEKLYLINE.NET – Tegas Pada Menentukan Masalah, Ramah Pada Cara Menyelesaikan, namannya Josef A. Nae Soi

Lahir di Mataloko/Flores, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 22 September 1952. Ia merantau ke Pulau Jawa sejak menjadi mahasiswa di Universitas Atmajaya, Jakarta.

Saat ini ia tinggal di Bekasi bersama isti dan kedua anaknya, Alfredo Sebastanus Soi serta Justina Yosefa Mamo Soi. Josef A. Nae Soi adalah salah satu mantan anggota DPR RI dari fraksi Golongan Karya dua periode beruntun. Saat pemilihan anggota DPR ia berada pada daerah pemilihan Nusa Tenggara Timur 1 yang meliputi Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai, Kabupaten Ngada, Kabupaten Ende, Kabupaten Sikka, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kabupaten Alor, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai Timur.

Pada periode 2009 hingga tahun 2014 ini, Josef A. Nae Soi tergabung sebagai anggota komisi V yang menggeluti bidang Perhubungan, Telekomunikasi, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, Pembangunan Pedesaan dan Kawasan Tertinggal. Ia berhasil menjadi anggota DPR RI dengan dukungan 53.798 suara.

Politisi murah senyum ini memulai pendidikan dasar hingga menengah atas di Flores. Kemudian ia sempat menjadi guru SMA, sebelum kemudian hijrah ke Jakarta untuk melanjutkan studi di Universitas Atmajaya. Selepas meraih gelar S1, ia melanjutkan ke jenjang S2 Managemen di Sekolah Tinggi Ilmu Management LPMI Rawamangun-Jakarta.

Perjalanan karier suami dari Maria Fransisca Djogo ini diawali sebagai guru di Sekolah Menengah Atas (SMA) Maumere Flores mulai tahun 1970 hingga tahun 1972. Rekam jejak kehidupannya mulai meningkat pada tahun 1987 saat ia menjadi Dosen Altri Kehakiman Jakarta.

Kemudian ia melanjutkan pekerjaannya menjadi Pembantu Direktur III  Altri Kehakiman Jakarta yang dijalaninya mulai tahun 2000 hingga tahun 2005. Karier legislatifnya dimulai di awal periode reformasi, saat ia diajak oleh Akbar Tandjung untuk menjadi seorang politisi di bawah bendera partai Golkar.

Josef pun mengubah haluan dari seorang akademisi menjadi politisi. Ia berpendapat bahwa antara dosen politisi memiliki kesamaan dalam mengabdi kepada rakyat. Hanya saja, sebagai seorang politisi ia lebih bisa berbuat langsung saat  menemukan ketidakberesan pemerintah. Josef A. Nae Soi akhirnya terpilih menjadi anggota DPR RI pada periode 2004/2009, yang dilanjutkan hingga sekarang sampai pada tahun 2014.

Josef A. Nae Soi  memiliki banyak pengalaman di bidang organisasi. Ia sempat menjadi sekertaris DPC PKMRI Jakarta mulai tahun 1974 hingga tahun 1976. Josef juga pernah menjadi Ketua Senat Mahasiswa Fakultas IPK Universitas Atmajaya Jakarta. Ia juga pernah dipercayakan menjadi ketua umum Koordinator Mahasiswa Universitas Atmajaya mulai tahun 1977 hingga tahun 1979. Selepas kuliah, ia menjadi wakil ketua umum di HILLSI di Jakarta mulai tahun 1992 hingga tahun 2007.

Josef pernagh menjadi Team Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. Dia juga dipercayakan menjadi Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) Parlemen Mexico dan Argentina dengan Indonesia.  Ia juga tercatat sebagai pengurus DPP Partai Golkar dari tahun 1998 hingga saat ini dipercayakan menjadi Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar.

Semasa menjadi politisi mewakili NTT di Senayan, sahabat karin Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) ini, selalu dan senantiasa memperjuangkan peningkatan kualitas hidup rakyat NTT. Sebagai putra asli NTT, ia faham betul susahnya mendapatkan akses berupa infrastruktur dan moda transportasi. Karena itu ia berharap agar pemerintah memberikan perhatian yang lebih serius bagi pembangunan jalan-jalan dan bandara di provinsi ini.

Untuk menambah pengetahuannya, Josef pernah mengikuti beberapa kursus diantaranya Legal Drafting di Universitas Leiden Belanda, Kursus Hukum Laut di Malmo Swedia, Kursus Perkapalan di Roterdam Belanda. Hinga kini Josef terlibat aktif dan menjadi anggota IMO (International Maritime Organization) sejak tahun 2002. (lorenslebatukan/**)