Beranda » Bisnis » Tender 8 Milyar, Stand Harnus Seharga 25 Juta
Foto : Stand Harnus yang disiapkan untuk expo Nusantara di Lembata (foto:sandro)
Foto : Stand Harnus yang disiapkan untuk expo Nusantara di Lembata (foto:sandro)

Tender 8 Milyar, Stand Harnus Seharga 25 Juta

WEEKLYLINE.NET – Peringatan hari Nusantara yang puncaknya dirayakan pada tanggal 13 Desember 2016, diawali dengan Expo Nusantara.

Kegiatan Expo Nusantara ini dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2016 di pelabuhan Lewoleba atau dikenal dengan Wulen Luo.

Hal ini disampaikan Kabag Humas Pemda Lembata, Karoulus K. Burin, kepada wartawan di Kantor Bupati Lembata, 28 Nopember 2016.

Karel Burin menjelaskan, untuk lokasi Harnus 2016 sudah 100 persen siap dan tinggal penataan stand oleh Even Organizer yang menangani lokasi perayaan.

Menurut Burin, berdasarkan informasi dari EO pada saat Rapat Koordinasi Nasional beberapa waktu lalu bahwa stand yang disediakan oleh EO untuk Expo Nusantara didatangkan dari luar Lembata dan pihak yang mau menggunakan stand yang disediakan ini harus membayar 25 juta.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Lembata, A.A. Amuntoda, dikonfirmasi di ruangan kerjanya, 30 Nopember 2016 menjelaskan, untuk penataan lokasi Harnus di pelabuhan Lewoleba atau Wulen Luo dipercayakan kepada Even Organizer dengan alokasi anggaran berjumlah Rp 8 milyar.

“Dari anggaran 20 milyar itu, 8.milyar ditenderkan untuk EO yang mengurus lokasi perayaan dan titik injak presiden Jokowi”, ungkap Amuntoda.

Amuntoda juga menjelakan, untuk pengerjaan rabat beton lokasi pelabuhan dan hotmix jalan ke areal pelabuhan, anggarannya ada pada Dinas PU dan Dinas Perhubungan.

Rabat beton yang dikerjakan oleh CV. 51 Lima Satu beberapa waktu lalu ditenderkan anggaran Dinas Pekerjaan Umum Lembata senilai 1.3 Milyar.

Lebih jauh Amuntoda menjelaskan, Dana Harnus 2016 dari murni APBD II Lembata 2016, awalnya dianggarkan 20 milyar, akan tetapi hanya digunakan sebesar 16 milyar lebih karena disesuaikan dengan kegiatan yang direncanakan.

“Dana Harnus yang dianggarkan 20 milyar hanya digunakan 16 milyar. Sisa 3 milyar lebih tidak dicairkan dan masih direkening daerah. Nanti jelasnya tanya di sekretaris saya. Karena waktu saya sakit jantung dan menjalankan cuti pengobatan di Jakarta semua tanggungjawab anggaran saya limpahkan kepada sekretaris DKP Lembata”, tutup Amuntoda. (sandrowangak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *