Beranda » Bisnis » Jagung Bose Menu Utama Galla Diners Harnus2016
Mendagri Tjahjo Kumolo sedang menikmati jagung rebus didampingi Gubernur NTT, Frans Leburaya (foto:santaum)
Mendagri Tjahjo Kumolo sedang menikmati jagung rebus didampingi Gubernur NTT, Frans Leburaya (foto:santaum)

Jagung Bose Menu Utama Galla Diners Harnus2016

WEEKLYLINE.NET – Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo setelah meninjau lokasi Hari Nusantara di Lokasi Wulen Luo, Dermaga Lewoleba, 12 Desember 2016, dijamu dalam acara gala dinner di Hotel Palm.

Menteri Dalam Negeri bersama rombongan dan tamu undangan Hari Nusantara 2016 dari berberbagai daerah dijamu oleh pemerintah Kabupaten Lembata dan Pemprov NTT sebagai tuan rumah. Layaknya di rumah sendiri, Frans Leburaya dan Sinun Petrus Manuk, menyuguhkan menu makanan local kepada Mendagri dan semua tamu udangan dan pejabat dari pusat.

Suasana Gala Dinner dikemas apik dengan tema budaya dan adat Lamaholot. Makanan yang disiapkan pun makanan lokal. Ada jagung bose. Jagung khas orang Lamaholot. Sayur rumpu ramped ikan bakar khas Lembata. juga jagung rebus.

Tamu dan undangan terlihat begitu menikmati jamuan makan malam Hari Nusantara 2016 di Lembata. Demikian pula, dengan Menteri Dalam Negeri. Duduk satu meja bersama Dewan Kelautan Indonesia, Gubernur NTT Frans Lebu Raya, Penjabat Bupati Lembata Sinun Petrus Manuk, Mendagri Kumolo memilih makanan jagung bose dan jagung rebus yang siapkan.

Terlihat Kumolo begitu menikmati makanan lokal yang disuguhkan tuan rumah Harnus2016 di Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu Gubernur Leburaya dalam sapaan pembukaan menyadari berbagai kesulitan bahwa menyebut nama Lembata saja sulit, apalgi menjangkau.

“Sadar akan banyak kesulitan. Tetapi ketika sampai di Lembata ada pemandangan alam yang indah dan orang yang masih ramah. Lalu ketika sudah sampai di Lembata, kesulitan lain adalah di mana menginap. Memang kami sengaja menempatkan Lembata sebagai tuan rumah agar semua melihat ada kekurangan di Lembata dan bergotongroyong membangun Lembata,” ungkap Leburaya.

Sengaja menempatkan Lembata sebagai tuan rumah agar ada percepatan pembangunan di Lembata.

Diakhir sapaan pembukaannya Leburaya mengucapkan terimakasih kepada semua tamu dan undangan, karena mau datang ke Lembata dengan Susah payah. Walau dengan susah payah tetapi dengan dukungan bapak Menteri Dalam Negeri dan Kementrian lainnya , semoga tahun depan atau dua tahun lagi, Lembata bisa lebih baik dari sekarang. (sandrowangak)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *