Beranda » Bisnis » 26 Tahun, Solidaritas Maria Assumpta Baksos di Masjid K. H. Ahmad Dhalan
kegiatan pendidikan dan pelatihan kepada anggota potensial dan ketua-ketua kelompok, KSP Solidaritas Maria Assumpta. foto: antonius

26 Tahun, Solidaritas Maria Assumpta Baksos di Masjid K. H. Ahmad Dhalan

WEEKLYLINE.NET – Memperingati HUT Koperasi Kredit Solidaritas STA. Maria Assumpta Kupang yang ke 26 jatuh pada tanggal 10 Februari 2018, Pengurus, Pengawas, Penasihat dan seluruh Team Manajemen Kopdit Solidaritas di TP Pusat dan TP Oesao mengadakan serangkaian kegiatan.

Kegiatan yang dikasanakan antara lain mengikuti jalan santai di sepanjang JL. EL Tari depan Kantor Gubernur NTT, sambil membagikan brosur atau profil Kopdit Solidaritas kepada pengguna jalanm.

Selanjutnya Team Manajemen melakukan kegiatan Bakti Sosial ( Baksos) di areal Masjid K.H. Ahmad Dalan Universitas Muhamadiah.

Kordinator kegiatan Kanisius Saya mengatakan tujuan diadakannya jalan santai ini yakni memupuk kebersamaan para staf atau team manajemen.

“Sebagai keluarga besar Kopdit Solidaritas dan menciptakan kebersamaan dan yang paling penting adalah mempromosikan Kopdit Solidaritas kepada khalayak ramai sehingga Kopdit solidaritas tetap ada dihati semua anggota dan tidak akan pernah dilupakan, jelas Kanisius, Sabtu (10/2/2018).

Sedangkan Kegiatan Bakti Sosial (BAKSOS) di areal Masjid K. H. Ahmad Dhalan Universitas Muhamadiah Kupang, menurut Kanisius bertujuan untuk menciptakan toleransi antar umat beragama dan membangun keakraban antara lembaga serta merupakan wujud nyata perhatian kepada anggota yang berbeda keyakinan.

“Karena kopdit solidaritas tidak membeda-bedakan suku agama dan ras karena menganut prinsip-prinsip koperasi salah satunya adalah Persatuan dalam keberagaman,” jelas Kanisius.

Sedangkan di TP Oesao, kegiatan yang dilaksanakan yakni mengadakan pendidikan dan pelatihan kepada anggota potensial dan ketua-ketua kelompok di setiap wilayah.

Kegiatan ini bertempat di aula Gereja Paroki Taklale Oesao Kabupaten Kupang yang dihadiri 49 orang artinya ada 49 desa.

Kegiatan pendidikan dan pelatihan anggota potensial dan ketua-ketua kelompok ini secara resmi di buka oleh Ketua Kopdit Solidaritas STA. Maria Assumpta Kupang Bapak Drs. Wilhelmus Jemahan.

Dalam sambutannya ia mengucapkan limpah terima kasih kepada semua ketua kelompok dan anggota potensial yang sudah rela meluangkan waktu tenaga dan pikiran dalam berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini.

“Anggota potensial dan ketua-ketua kelompok merupakan ujung tombak dan perpanjangan tangan dari Pengurus, Pengawas dan seluruh Team Manajemen Kopdit Solidaritas. Sehingga dengan adanya pendidikan dan pelatihan ini semua anggota kopdit solidaritas semakin memahami cara hidup berkoperasi yang baik dan benar sehingga hidupnya semakin hari semakin baik.

“Anggota adalah pemilik koperasi jadi saat anggota dalam keadaan sulit dan membutuhkan bantuan maka harus segera dilayani. Tiga hal penting yang menggambarkan anggota yang baik dan benar adalah, Simpan secara teratur, Pinjam sesuai kemampuan dan Mengangsur sesuai perjanjian,” jelas Wilhelmus.

Kepala Tempat Pelayan (TP) Oesao, Blasius Lima, S.Fil dalam sambutannya mengatakan tujuan diadakannya kegiatan ini adalah agar dapat meningkatkan partisipasi anggota dalam usaha koperasi menuju Koperasi kredit yang sehat dan kuat serta lebih memahami pergerakan koperasi kredit ke depan yang berdampak pada kesejahteraaan anggota yang tergabung dalam gerakan ini.

Manajer Kopdit Solidaritas STA. Maria Assumpta Kupang Urbanus Reko, SE. mengatakan kegiatan yang diadakan TP Pusat dan TP Oesao ini untuk memperingati HUT Kopdit Solidaritas yang sudah dirintis oleh para penjasa dan pendahulu pada tahun 1992.

“Dengan adanya kegiatan ini maka seluruh team manajemen bersinergi agar kinerja dan pelayanan kepada anggota terus ditingkatkan serta dapat bersaing dengan kopdit-kopdit primer lainnya di Nusa Tenggara Timur,” ungkap Urbanus.

Urbanus mengarapakan HUT Kopdit seperti ini kedepannya akan dibuat lebih baik lagi sehingga bisa melibatkan banyak orang dan bila perlu semua anggota hal ini akan di bahas dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang terjadi dalam bulan februari ini karena akan berdampak pada biaya.

Sedangkan kegiatan pendidikan dan pelatihan terhadap anggota-anggota potensial dan ketua kelompok di TP Oesao, menurut Urbanus, ketua-ketua kelompok dan anggota potensial merupakan orang-orang kepercayaan dari kopdit solidaritas sehingga lebih kepada menjaga basis di tempat masing-masing.

“Karena koperasi adalah Badan Usaha Milik Rakyat, maka Kopdit Solidaritas siap melayani dengan akal budi hati dan rasa, Lu susah beta bantu, beta susah lu bantu,” jelasnya. (antonius/sandrowangak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *