Beranda » Hukum » Setelah Dipukul, Yustina Gantung Diri
Jenasah Maria Yustina Toni, saat digotong untuk dibawah ke rumah sakit (foto:sandro)
Jenasah Maria Yustina Toni, saat digotong untuk dibawah ke rumah sakit (foto:sandro)

Setelah Dipukul, Yustina Gantung Diri

WEEKLYLINE.NET – Maria Yustina Gelu Toni (16), ditemukan tak bernyawa dalam kamar tidurnya. Siswi SMK 2 Jurusan Pertanian ini nekat gantung diri setelah dipukul oleh saudara kandungnya.

Rabu, 8 Maret 2017, warga Kelurahan Lewoleba Barat, Kabupaten Lembata, geger mendengar teriakan histeris Maria Koban, Ibunda Yustina Maria Gelu Toni.

Sebab, sekira Pkl. 11.25 wita, Ibu Maria Koban membuka pintu kamar anaknya dan menemukan Yustina Gelu dalam keadaan tergantung persis berhadapan dengan pintu kamar.

Mendengar teriakan Maria Koban, warga sekitar berdatangan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah korban, RW 06/RT 20.

Kisahnya, sehari sebelum kejadian, Yustina Gelu sempat berkelahi dengan saudara kandungnya bernama Nuba. Ihwal perkelahian bermula dari laporan istri Nuba bahwa Gelu sering menelpon pacarnya.

Mendengar laporan istrinya tersebut, Nuba lalu memanggil Yustina Gelu untuk diinterogasi sembari mengambil handpohone milik korban.

Untuk mempertahankan Handphone miliknya, korban rela dipukul dengan balok. Nuba dan Gelu berkelahi hebat.

“Nuba sempat memukul Gelu dengan balok dibagian badan dan kaki,” ungkap Sius Toda kepada wartawan di rumah korban, 8 Maret 2017.

Setelah perkelahian itu, demikian Sius, Gelu siswi Kelas II ini, membakar semua buku buku pelajarannya.

Perkelahian ini berbuntut panjang. Keesokan harinya, Yustina Gelu ditemukan sudah tak bernyawa.

Anak dari Hirenius Toni dan ibu Maria Koban ini, ditemukan tergantung dengan tali warna putih oleh ibu kandungnya, Maria Koban yang baru tiba di rumah dalam.perjalanan pulang dari Lerek.

Jenasah diturunkan oleh Polisi dari Polres Lembata, sekira Pkl. 13.26 dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk divisum.

Kapolres Lembata, AKBP Arsdo E. Simatupang melalui Kasat Serse, AKP Sujud Alif di lokasi kejadian membenarkan kejadian ini. Saat jenasah hendak diturunkan dan dibawah ke Rumah Sakit keluarga korban menangis histeris.

Sementara itu barangbukti yang diambil oleh pihak kepolisian adalah tali warna putih, pakaian korban dan surat pesan dari korban.(sandrowangak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *