Beranda » Hukum » Pesan Yustina Di Kertas Kumal, Sebelum Gantung Diri
Foto : Kertas Yang berisi tulisan tangan Yustina Gelu
Foto : Kertas Yang berisi tulisan tangan Yustina Gelu

Pesan Yustina Di Kertas Kumal, Sebelum Gantung Diri

WEEKLYLINE.NET – “HP itu tolong kasih kembali ke tuannya. Tuannya ada di Larantuka, dia punya sewiter putih dan baju kemija saya bawah”

Begitulah salah satu pesan dari beberapa pesan yang ditulis oleh Yustina Maria Gelu Toni.

Yustina Gelu yang gantung diri di kamar tidurnya, masih sempat menulis pesan pada kertas kumal wana putih. menggunakan bulpaint warna hitam, Gelu menulis pesan agar adik bungsunya bernama Sisi tidak boleh pacaran.

Selain itu, dalam pesan tersebut, Yustina Gelu berjanji, kalau adiknya Sisi berani pacaran maka dia (arwa-red) pasti datang dan duduk di samping adiknya tersebut. Apa makna dari pesan ini, hanya Siswi kelas II, SMKN 2 Jurusan Pertanian ini saja yang tau.

“Saya mau pergi untuk selamanya, jadi tolong jaga Sisi bae-bae.
Dia jangan coba-coba untuk pacaran, dia berani pacaran maka saya akan selalu berada di samping dia,” tulis Gelu dalam pesannya di atas kertas kumal yang ditemukan dalam kamar tidur tempat dia tergantung menggunakan tali warna putih sepanjang enam meter.

Tulisan tangan Gelu tersebut juga membeberkan soal HP yang sempat menjadi rebutan antara dirinya dan saudara kandungnya, Nuba.

Dia menulis, HP itu tolong kasih kembali ke tuannya. Tuannya ada di Larantuka, dia punya sewiter putih dan baju kemija saya bawah.

Inilah isi tulisan tangan Gelu sebelum ditemukan tergantung oleh ibu kandungnya, Maria Toni

Saya mau pergi untuk selamanya, jadi tolong jaga Sisi bae-bae.
Dia jangan coba-coba untuk pacaran, dia berani pacaran maka saya akan selalu berada di samping dia
Sa jalan dengan semua rasa sakit yang saya rasa, saya tidak akan jadi segumeng buat kamu.
HP itu tolong kasih kembali ke tuannya. Tuannya ada di Larantuka, dia punya sewiter putih dan baju kemija saya bawah.
Saya mau pigi ikut ema besa
Susah senang juga kami dua di sana
SA SAKIT YANG SA BAWAH AKAN TERUS
SAMPE SAYA MATI.
DAN SAYA TIDAK AKAN MENJADI BEBAN BUAT KAMU SEMUANYA.
SAYA PAMIT UNTUK SMUANYA

Diberitakan sebelumnya, Maria Yustina Gelu Toni (16), ditemukan tak bernyawa dalam kamar tidurnya. Siswi SMK 2 Jurusan Pertanian ini nekat gantung diri setelah dipukul oleh saudara kandungnya.

Rabu, 8 Maret 2017, warga Kelurahan Lewoleba Barat, Kabupaten Lembata, geger mendengar teriakan histeris Maria Koban, Ibunda Yustina Maria Gelu Toni.

Sebab, sekira Pkl. 11.25 wita, Ibu Maria Koban membuka pintu kamar anaknya dan menemukan Yustina Gelu dalam keadaan tergantung persis berhadapan dengan pintu kamar.

Mendengar teriakan Maria Koban, warga sekitar berdatangan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah korban, RW 06/RT 20.

Kisahnya, sehari sebelum kejadian, Yustina Gelu sempat berkelahi dengan saudara kandungnya bernama Nuba. Ihwal perkelahian bermula dari laporan istri Nuba bahwa Gelu sering menelpon pacarnya.

Mendengar laporan istrinya tersebut, Nuba lalu memanggil Yustina Gelu untuk diinterogasi sembari mengambil handpohone milik korban.

Untuk mempertahankan Handphone miliknya, korban rela dipukul dengan balok. Nuba dan Gelu berkelahi hebat.

“Nuba sempat memukul Gelu dengan balok dibagian badan dan kaki,” ungkap Sius Toda kepada wartawan di rumah korban, 8 Maret 2017.

Setelah perkelahian itu, demikian Sius, Gelu siswi Kelas II ini, membakar semua buku buku pelajarannya.

Perkelahian ini berbuntut panjang. Keesokan harinya, Yustina Gelu ditemukan sudah tak bernyawa.

Anak dari Hirenius Toni dan ibu Maria Koban ini, ditemukan tergantung dengan tali warna putih oleh ibu kandungnya, Maria Koban yang baru tiba di rumah dalam.perjalanan pulang dari Lerek.

Jenasah diturunkan oleh Polisi dari Polres Lembata, sekira Pkl. 13.26 dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk divisum.

Kapolres Lembata, AKBP Arsdo E. Simatupang melalui Kasat Serse, AKP Sujud Alif di lokasi kejadian membenarkan kejadian ini. Saat jenasah hendak diturunkan dan dibawah ke Rumah Sakit keluarga korban menangis histeris.

Sementara itu barangbukti yang diambil oleh pihak kepolisian adalah tali warna putih, pakaian korban dan surat pesan dari korban.(sandrowangak)

Foto : Kertas Yang berisi tulisan tangan Yustina Gelu
Foto : Kertas Yang berisi tulisan tangan Yustina Gelu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *