Beranda » Hukum » Rapat Pleno KPU Lembata Nyaris Ricuh
Foto : Pihak keamanan saat sedang mengamankan situasi dalam ruangan aula Kantor KPU Lembata(foto:sandro)
Foto : Pihak keamanan saat sedang mengamankan situasi dalam ruangan aula Kantor KPU Lembata(foto:sandro)

Rapat Pleno KPU Lembata Nyaris Ricuh

WEEKLYLINE.NET – Rapat pleno perhitungan suara pilkada Lembata, yang digelar, Rabu, 22 Februari 2017, di aula Kantor KPU Lembata nyaris ricuh.

Secara kronologis, ketika ketua KPU Lembata, Piter Payong, selesai membacakan tata tertib rapat, saksi paket TITEN dan Paket VIKTORI, melakukan interupsi soal isi tatib yang dibacakan.

Bernadus Sesa Manuk dalam sanggahannya meninta KPU untuk tidak melanjutkan rapat apabila tatib hanya dibacakan dan tidak dibahas secara bersama-sama.

Bagi Sesa Manuk, lazimnya sebuah rapat, peserta rapat harus ikut membahas tata tertib.

Saksi lain dari Paket TITEN, Silvester Singu Wutun, menegaskan pihak KPU tidak boleh memaksakan kehendak untuk tidak membahas tata tertib tersebut. Wutun meminta agar KPU menghargai para saksi yang ikut dalam rapat untuk membahas tata tertib yang dibacakan.

Permintaan yang sama juga disampaikan oleh Saksi Paket VIKTORI, Servasius Ladoangin.

Adu argumentasi pun terjadi. Ketua KPU Lembata, Piter Payong menegaskan bahwa tata tertib tersebut adalah kewenangan KPU dan tidak bisa dibahas oleh peserta rapat. Pasalnya, gawean rapat pleno perhitungan saat ini, adalah rapat pleno KPU dan saksi dapat hadir dalam rapat tersebut.

Dalam rapat pleno ini, demikian Payong, saksi hanya bisa memberikan keberatan dan sanggahan saat agenda rapat memasuki tahap hasil rekapitulasi PPK selesai dibacakan.

Pernyataan Piter ini mendapat sanggahan dan protes dari paket Sil Wutun, Bernadus Sesa dan Servas Ladoangin. Di saat bersamaan ada interupsi dari kursi belakang oleh PPK kecamatan Ile Ape, Frans Langoday dan Hendrik Kahajawa Matarau.

Sanggahan ini memancing kemarahan saksi paket TITEN dan VIKTORI, bahkan ketua DPRD Lembata, Ferdinandus Koda pun beraksi dari tempat duduknya sembari menunjuk ke arah kedua PPK Ile Ape ini.

Pihak kepolisian yang ditugaskan untuk mengamankan ruangan beraksi cepat meredam situasi.

Selang beberapa saat, Ketua KPU Lembata, meminta PPK Ile Ape untuk maju dan melaporkan hasil rekapitulasi kecamatan.

Permintaan itu diprotes keras oleh Sil Wutun sementara Frans Langoday tetap melanjutkan pembicaraan. Merasa bahwa protes Sil Wutun mengganggu jalannya proses rekapitulasi maka Piter pun memberikan peringatan kepada Sil Wutun sebanyak 2 kali.

“Ini yang kedua kali. Saya peringatkan. Kalau ketiga kali bapak saya minta untuk keluar dari ruangan,” tegas Piter.

Sementara itu, di jalan sedang terjadi aksi massa paket TITEN menuntut membuka kotak. Massa menutup jalan dan berusaha masuk tetapi dihadang oleh pihak keamanan. (sandrowangak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *