Beranda » Hukum » Sekalipun Ditegur Kepsek, Guru Ina Masa Bodoh
SMPN 2 Satu Atap Waiwaru, Ile Ape Timur, Lembata.[ist]

Sekalipun Ditegur Kepsek, Guru Ina Masa Bodoh

terkiat [Dipermalukan Gurunya, Siswa SMP Satap Waiwaru Teguk Racun]

WEEKLYLINE.NETBukan saja menghina, tetapi juga melakukan kekerasan fisik dengan memukul siswa menggunakan ekor pari

Tindakan penghinaan yang dilakukan oleh Guru Bahasa Indonesia, terhadap salah seorang siswa di SMPN 2 Satap Waiwaru bukan baru sekali. Dia sudah sudah melakukan beberapa kali. Bukan saja menghina, tetapi juga melakukan kekerasan fisik dengan memukul siswa menggunakan ekor pari. 

Hal ini diakui oleh beberapa siswa SMP Negeri 2 Satap Waiwaru yang ditemui wartawan di Lewoleba usai menjenguk Fabianus Keko, 1 September 2017.

“Ya, ibu ina (Panggilan akrab Barbara Barek), sudah beberapa kali menghina kami. Bahkan pernah dia pukul kami pake ekor pari,” cerita salah seroang murid yang meminta namanya tidak ditulis.

Apa yang dilakukan oleh Barbara Barek, Guru Bahasa Indonesia, SMPN 2 Satap Waiwaru ini juga diakui oleh Kepala SMPN 2 Satap Waiwaru, Bernadus Atawadan.

Nadus Atawadan, mengungkapkan karena sudah beberapa kali melakukan kekerasa secara fisik dan psikis maka Guru Barbara Barek alias Ibu Ina, sudah pernah ditegur oleh Kepala Sekolah, Bernadus Atawadan. Akan tetapi eguran Kepala Sekolah sebagai atasannya ini, tidak diindahkan oleh Guru Ina, alias Barbara Barek.

Sayangnya, bukan berhenti melakukan kekerasan tetapi semakin menjadi.

“Memang kejadian ini sudah beberapa kali. Dan saya sebagai Kepala Sekolah sudah pernah menegur dia. Tetapi yang bersangkutan masih saja seperti itu, hingga kejadian menimpah Fabianus ini,” ungkap Atawadan kepada wartawan saat menjenguk Fabianus di ruangan rawat RSUD Lewoleba, 1 September 2017.

Sementara itu, kasus yang menimpa Fabianus Keko, 16 tahun mendapat perhatian serius dari Komisi Perlindungan Anak Daerah Kabupaten Lembata. Pihak KPA Lembata sudah mengambil data dan keterangan Fabianus di ruangan rawat RSUD Lewoleba didampingi keluarganya. KPAD berjanji akan melakukan pengawalan terkait kasus ini sekaligus mendampingi semua proses penyembuhan secara fisik dan psikis terhadap Fabianus Keko.

Informasi yang didapat weeklyline.net,  Fabianus akan dirujuk ke RSUD W.Z.Yohanes Kupang, atas saran dari dokter RSUD Lewoleba, 2 September 2017 menggunakan ASDP Sirung.

[sandrowangak]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *