Beranda » Hukum » 150 Liter Arak Disita Polres Lembata Dari Kapal ASDP Ile Boleng
KMP. Ile Boleng saat berlabuh di Pelabuhan Waijarang, Lewoleba

150 Liter Arak Disita Polres Lembata Dari Kapal ASDP Ile Boleng

WEEKLYLINE.NET – Dalam rangka menigkatkan keamanan dan ketertiban masayarakat dan menjaga kondisi sosial tetap kondusif, Polres Lembata dalam beberapa hari terakhir melakukan operasi Cipta Kondisi.

Operasi razia Cipta Kondisi ini dilakukan menjelang Perayaan Natal dan Tahun baru juga menghadapi pesta demokrasi di beberapa wilayah NTT termasuk pilgub NTT yang akan digelar 2018 mendatang.

Dalam operasi yang digelar pihak kepolisian Resort Lembata di beberapa wilayah rawan Kamtibmas ditemukan minuma keras lokal jenis arak dalam jumlah yang banyak.

Sebut saja misalnya, seturut penuturan Kapolres Lembata, Arsdo E. Simatupang melalui Kasat reskrim Polres Lembata, Iptu Yohanes Mira, menjelaskan pihak sejak dua hari belakang teah menyita ratusan liter minuma keras jenis arak.

Kemarin, 4 Desember 2017, pihaknya  telah menyita 60 liter miras lokal jenis arak dari sebuah kapal kayu yang hendak berangkat ke Kupang.

Sementara itu, Selasa, 5 Desember 2017, aparat Kepolisian Resort Lembata, berhasil menggagalkan penyelundupan 150 liter minuman keras lokal jenis arak dari Feri ASDP KMP. Ile Boleng.

Minuman keras jenis arak ini diduga dari Adonara, diangkut menggunakan KMP. Ile Boleng yang sandar di Pelabuhan Feri Waijarang dan hendak diberangkatkan ke Pelabuhan Bolok Kupang.

Saat pihak polres Lembata melakukan pemeriksaan ditemukan sebanyak 150 liter minuman keras jenis Arak yang dalam KMP Feri dan tidak ada satupun penumpang yang memgakui sebaga barang miliknya.

“Kita sita sebagai barang bukti walau tidak ada penumpang yang mengaku sebagai pemilik,” ungkap Yohanes Mira yang ditemui usai melapor di ruangan Kapolres Lembata, 5 Desember 2017.

Sementara itu Kapolres Lembata, Arsdo Simatupang kepada weeklyline.net di ruangan kerjanya menegaskan pihak menyita barag bukti tersebut, karena dalam jumlah banyak.

“Kalau saat razia ditemukan hanya beberapa liter saja, itu tida masalah. Tetai sudah melebihi ada kemungkinan di jual atau disalah gunakan. Maka dicegah dengan menyita,” tegas Arsdo sambil mengingatkan agar  masyarakat tetap menjaga kondisi tetap kondusif menjelang perayaan natal dan tahun baru. (sandrowangak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *