Beranda » Hukum » Modus Suap, ATM Wilhelmus Ulumbu Dipegang Marianus Sae
Marianus Sae (IST)

Modus Suap, ATM Wilhelmus Ulumbu Dipegang Marianus Sae

WEEKLYLINE.NET – Operasi tangkap tangan oleh KPK terhadap Bupati Ngada ditengarai bukan karena unsure politik, tetapi karena dugaan suap. Penyuapan ini dilakukan Wilhelmnus Iwan Ulumbu, Direktur PT. Sinar 99, Permai dengan dugaan fee sebesar 4.1 milyar.

Caranya, Direktur PT. Sinar 99 Permai ini membuka rekening dan ATM atas nama dirinya, Wilhelmus Iwan Ulumbu selanjutnuya ATM tersebut diserahkan kepada Marianus Sae. Tujuan pembukaan rekening dan ATM  tersebut agar dana kepada Marianus Sae ditransfer saja ke nomor rekening tersebut.

Modus suap melalui rekening bank ini melibatkan salah satu karyawan Bank BNI Cabang Ngada atas nama Petrus Pedulewari.

Bupati Ngada, Marianus Sae, diduga menerima suap total Rp 4,1 miliar. Uang itu diterima Marianus terkait proyek di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Total uang baik yang transfer atau cash sekitar Rp 4,1 miliar. Itu yang kita ketahui,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantornya, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Selatan, Senin (12/2/2018).

Pemberian tersebut dilakukan oleh seorang kontraktor bernama Wilhelmus Iwan Ulumbu. Dia merupakan Direktur PT Sinar 99 Permai yang kerap mendapatkan proyek-proyek infrastruktur di Ngada, NTT.

“Diduga pemberian dari WIU (Wilhelmus Iwan Ulumbu) ke MSA (Marianus Sae) terkait fee proyek di Ngada, karena PT yang bersangkutan mulai tahun-tahun sebelumnya sudah mendapatkan beberapa proyek dan nanti 2018 dijanjikan mendapatkan proyek tersebut lagi,” sebut Basaria seperti dilansir detik.com.

Berikut rincian penerimaan suap Marianus yang disampaikan Basaria: Marianus diduga menerima Rp 1,5 miliar secara tunai di Jakarta pada November 2017, Marianus diduga menerima transfer Rp 2 miliar pada Desember 2017, Marianus diduga menerima Rp 400 juta secara tunai di rumah dinas Bupati Ngada pada 16 Januari 2018, Marianus diduga menerima Rp 200 juta secara tunai di rumah dinas Bupati Ngada pada 6 Februari 2018

Pemberian yang diberikan melalui transfer dilakukan dengan modus via ATM. Wilhelmus disebut membuat rekening bank serta ATM, kemudian ATM itu diberikan ke Marianus, sehingga untuk pemberian suap, Wilhelmus cukup melakukan transfer ke rekening tersebut.

“WIU membukakan rekening atas nama sendiri, kemudian memberikan ATM ke MSA,” sebut Basaria.

Atas perbuatannya, Marianus dan Wilhelmus ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini keduanya masih menjalani pemeriksaan di KPK sebelum nantinya ditahan.(ant/dtc/sandrowangak)

Lihat Juga

KPU Tetapkan Empat Paket, Ketua Tim Psikotest Masuk OTT Bersama Marianus

WEEKLYLINE.NET – Bupati Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Marianus Sae, ditetapkan sebagai tersangka usai terjaring …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *