Beranda » Humaniora » BBM Langka, Lembata Nyaris Lumpuh, Upaya Gagalkan Pilkada ?
Foto : Antrian warga Lembata, mencapai 2 KM untuk mengisi BBM di SPBU Lamahora, Kota Lewoleba. (foto:sandro)
Foto : Antrian warga Lembata, mencapai 2 KM untuk mengisi BBM di SPBU Lamahora, Kota Lewoleba. (foto:sandro)

BBM Langka, Lembata Nyaris Lumpuh, Upaya Gagalkan Pilkada ?

WEEKLYLINE.NET – Sejak menjelang H – 5 Pilkada, bensin di Lembata, mengalami kelangkaan. Aktivitas dalm kota nyaris lumpuh. Dan harga enceran bensin di pinggir jalan melambung tajam.

Menjelang pilkada Lembata, bensin di Kota Lewoleba mendadak langka. Antrian masayarakat yang datang ke SPBU di Lamahora, Kota Lewoleba memgular membentuk antrian panjang sejauh 2 km lebih. Itu baru antrian motor. Belum lagi antrian mobil roda empat dan roda enam.

Disinyailir, kelangkaan BBM di Kota Lewoleba disebabka karena salah satu kapal pengangkut BBM, KM. Alfian dari Pertamina Larantuka ke Lewoleba tenggelam dihantam gelombang beberapa waktu lalu.

Ada juga yang mensinyalir bahwa, kelangkaan BBM di kota Lewoleba disengaja untuk melumpuhkan aktivitas masyarakat menjelang pilkada alias ada rencana pihak tertentu untuk menggagalkan pilkada Lembata.

Pantauan Media ini, antria panjang mengular di jalan menuju SPBU Lamahora, dari depan rumah jabatan Pejabat Bupati Lembata. Ada masayarakat yang rela datang ke SPBU sejak Pkl. 05.00 witahanya untuk merebut urutan pertama.

Seperti Simon Kesape, salah satu warga Lewoleba, dimintai tanggapan mengaku dirinya sudah dua hari mengantri tetapi belum mendapat giliran karena dirinya datang pkl.07.00 wita, antrian sudah mencapai 500 meter.

“saya datang jam 07.00, tapi antrian sudah panjang dan membludak. Saya sudah dua hari antri tapi belum dapat juga,” ungkap Simon, Senin, 13 Februari 2017.

Lain halnya dengan Laurensius Lanang, diminta tanggapannya, Senin, 13 Februari 2017, megungkapkan semua sepeda motor yang mengantri hanya dijatah 15 ribu.

Dengan kelangkaan BBM ini, aktivitas warga Kota Lewoleba dan Lembata nyaris Lumpuh. Beberapa PNS terpaksa terlambat karena kendaraan rod duanya kehabisan bensin, terpaksa menunggu ojek. Ituupun hanya beberapa ojek saja yang beroperasi dengan harga melambung, misalnya, dari waikomo ke kantor bupati yang biasanya Rp. 10.000 menjadi Rp. 50.000.

Sementara itu, beberapa penjual enceran dipinggir jalanpun menaikan harga jual sekaligus mengurangi isian bensin menjadi hanya ¾ dengan harga Rp. 20.000 sampai Rp. 30.000.

Bukan hanya bensin yang langka. Minyak tanahpun menjdi langka. Anye de Ornai, salah seorang ibu rumah tangga di bilangan Wangatoa, terpaksa membeli minyak tanah di Adonara. Lembata saat ini, menjelang pilkada megalami kelangkaan BBM dan aktivitas warga nyaris lumpuh. (sandrowangak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *