Beranda » Humaniora » Siti Alawiah Diutus Merebut Jabatan “Sehari Menjadi Menteri”
Kegiatan Sehari Menjadi Bupati Lembata di Aula Kantor Bupati. [foto:sandro]

Siti Alawiah Diutus Merebut Jabatan “Sehari Menjadi Menteri”

WEEKLYLINE.NET – Mimpi Plan internasional secara global untuk mewujudkan satu juta anak perampuan terus dilakukan. Di Lembata, plan Internasional dalam rangka merayakan Hari Anak Peremnpuan Internasional 11 Oktober 2017, menggelar kegiatan Sehari menjadi bupati Lembata.

Awalnya 15 Pelajar Sekolah Menengah Atas direkrut untuk mengkuti kompetisi sehari menjadi Bupati Lembata. Dari 15 orang itu 10 pelajar dampingan Plan Internasional Program Implementasi Area Lembata, dipilih untuk menempati beberapa posisi penting yakni Bupati, Wakil Bupati Lemnbata, Kepala Bappelitbangda, Kepala Dinas P2KBP3A, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, Kementerian Agama, Kepala Badan Pusat Statistik, Kepala Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dan Dinas Sosial dan PMD.

Siti Alawia dari MTS Negeri 2 Lewoleba terpilih menjadi Bupati Lembata sehari bersama Wakil Bupati, ​Nanda Tiara Harun ​​MAN Nurul Salam Lewoleba. Sementara itu Muh. Hafis dari​​​ MAN Kedang​​​​sebagai Kepala BAPELITBANGDA​, Elma Dila Risti juga dari ​​MAN Kedang sebagai ​​​​Kepala Dinas Sosial PMD, Siti Kamaria dari ​​​MAS Nurul Salam Lewoleba sebagai ​​Kepala Dinas P2KBP3A, Elisabeth Kidi dari ​​​SMAN 1 Ile Ape​ sebagai ​​​Kepala Dinas Kesehatan, Susana Lipat dari ​​​SMAN 1 Ile Ape didaulatkan ​​​​sebagai Kepala Dinas PKO. Sedangkan Yuliana Regina Uba dari ​​SMAN 1 Nubatukan menjabat sebagai ​​​Kepala Dinas Dukcapil​​, Claudia Modesta Dewi​ dari SMA Frater Don Bosco sebagai ​​​Kepala Kemenag, dan Ainayah ​​​MAS Nurul Salam Lewoleba​​Kepala BPS.

Selain terpilih menduduki posisi penting di jajaran Pemerintah Kabupaten Lembata, dalam sehari, 27 September 2017, Siti Alawia akan mewakili Lembata untuk berkompetisi menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan Sehari di Jakarta pada tanggal 11 Oktober 2017. Sedangkan Nanda Toara Harun sebagai wakil bupati akan diutus ke Kupang dan berkompetisi di ajang Menjadi Gubernur NTT sehari.

Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur, yang ikut mendampingi, Bupati Sehari merelakan kursinya kepada Siti Alawiah beberapa jam. Siti Alawiah tampak sumringah saat dipersilakan duduk dikursi Bupati oleh Yentji Sunur di dalam ruangan Bupati Lembata.

Sunur pun berterimakasih kepada Plan International Program Area Lembata dan para peserta Sehari Menjadi Bupati Lembata karena sudah menyodorkan isu yang seksi penting kepada dirinya dalam melanjutkan pembangunan manusia di Lembata.

“Terimakasih karena sudah menyodorkan saya data yang akurat. Dan ini menjadi isu strategis dalam menindaklanjuti pembangunan sumber daya anak Lembata,” ungkap Sunur yang didampingi Wakil Bupati Thomas Ola Langoday.

Sunur pun berkomitmen untuk menindaklanjuti rekomendasi yang sudah diserahkan kepadanya dan menjadi isu penting dalam RPJMD Kabupaten Lembata.

Sekiranya ada lima rekomendasi yang dihasilkan dalam rapat bersama beberapa OPD tersebut diantaranya, Setiap desa /kelurahan harus memiliki lembaga perlindungan anak, Setiap desa/kelurahan memiliki karang taruna dan forum anak desa, Menggalakan Posyandu Remaja di semua desa, Semua sekolah memiliki Bimbingan Konseling, Adanya beasiswa untuk anak berprestasi.

Dan rekomendasi ini menurut Sunur akan menjadi tanggungjawab dan komitmen bersama dalam mewujudkan Lembata Layak anak di 2019 mendatang.

[sandrowangak]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *