Beranda » Humaniora » Lembata Kekurangan 500 Guru
SDN Wangatoa di Lewoleba

Lembata Kekurangan 500 Guru

WEEKLYLINE.NET – Salah satu penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia adalah kekurangan guru. Masalah ini walaupun sudah menjadi masalah klasik tetapi sampai dengan saat ini belum tuntas diatasi.

Akibat kekurangan guru, di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kepala sekolah terpaksa ikut mengajar dan guru mengajar sekaligus di beberapa kelas.

Karena kekurangan  guru maka solusi yang dapat diambil adalah menambah tenaga pengajar honor. Sebab, ada sekolah di Lembata, yakni SMP Negeri Tapobali hanya memiliki guru PNS sebanyak 2 orang. Sisanya adalah guru Honor. Mirisnya tenaga honor yang diangkat itupun kualifikasi pendidikan sederajat SMA bukan Sarjana.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Olaraga Kabupaten Lembata, Zakarias Paun kepada media ini di ruangan kerjanya, 6 November 2017. Paun mengungkapkan beberap tahun terakhir ini memang terjadi kekurangan guru mengingat banyak yang pensiun, meninggal dunia, dan pindah tugas namun tak ada penerimaan guru baru. Karena itu, ia mendorong para guru yang sudah menjadi tenaga KSO agar belajar yang tekun dan menguasai IT agar bisa mengikuti tes secara online.

Karena jika tidak, lanjutnya, maka bisa saja kalah bersaing dengan guru dari luar NTT yang ikut tes online dan ditempatkan di Lembata. Bahkan bukan hanya guru saja tetapi Tes Pegawai negeri di bidang lain, bisa saja orang orang dari luar yang menguasai.

Paun juga merincikan, sudah enam tahun pihaknya beum mengangkat tenaga guru. Karena itu, saat ini Lembata mengalami kekurangan guru sebanyak 500 orang. dengan rincian, guru SD sebanyak 400 orang dan guru SMP sebanyak 100 orang.

“Tahun lalu kita minta KSO 250 guru tapi karena defisit anggaran maka dibatalkan dan mudah-mudahan setelah atasi defisit bisa dapat KSO dan prioritaskan yang sarjana pendidikan. Termasuk informasi soal tenaga KSO yang dirumahkan, akan saya bicarakan dengan pa Bupati agar, KSO yang guru dipertimbangkan untuk dirumahkan.” katanya.

Karena itu, ia berharap agar para guru yang saat ini sudah mengajar namun belum sarjana agar bisa mengejar sarjana. Agar jika ada penerimaan dapat diterima KSO dengan biaya daerah demi mendapatkan tambahan kesejahteraan. (sandrowangak)

Satu tanggapan

  1. Sandro

    Karena kekurangan guru maka solusi yang dapat diambil adalah menambah tenaga pengajar honor. Sebab, ada sekolah di Lembata, yakni SMP Negeri Tapobali hanya memiliki guru PNS sebanyak 2 orang. Sisanya adalah guru Honor. Mirisnya tenaga honor yang diangkat itupun kualifikasi pendidikan sederajat SMA bukan Sarjana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *