Beranda » Humaniora » Longsor Di Ende, Rumah Warga Nyaris Rubuh
Dua rumah warga masing-masing atas nama keluarga Aloysius Ora dan Yohanes Banggo, terancam rusak akibat longsor

Longsor Di Ende, Rumah Warga Nyaris Rubuh

WEEKLYLINE.NET – Tanah longsor terjadi di RT 01/02 Desa Wawonato, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Selasa (9/11/2017) malam. Akibat peristiwa ini, dua rumah warga masing-masing atas nama keluarga Aloysius ora dan keluarga Yohanes Banggo, terancam rusak.

Longsor di RT 01/02 Desa Wawonato terjadi pasca hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Ende dan sekitarnya pada Kamis malam, pekan sebelumnya.

Ditemui media ini pada Sabtu (11/11/2017), Ketua Lingkungan Sorowati, Saturnimus Sape menyatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Keluarga Aloysius dan Yohanes tetap berada di rumah mereka masing-masing paska hujan berhenti dan sampai hari ini.

Menurut Saturnimus, suara gemuruh terdengar cukup keras. Bahkan dapat didengar warga lain yang tinggal di sekitar lokasi tersebut.

“Semua pemilik rumah saat terjadi longsor berada di rumah mereka masing -masing jadi bisa di antisipasi,” kata Saturnimus.

Lokasi dua rumah warga yang nyaris rusak, berada di pinggir tebing yang curam. Sebelah bawahnya adalah jalan desa sehingga material longsor menutup seluruh badan jalan tersebut.

Tanah longso memang belum sampai membuat rusak rumah kedua warga, tapi kedua rumah sudah berada di bibir longsor. Tinggal beberapa meter lagi, longsor bisa saja menghantam kedua rumah tersebut.

Meski demikian, kata Saturnimus, peristiwa longsoran tanah telah menyebabkan rusaknya sebagian jalan desa yang menghubungkan antar kampung di wilayah tersebut.

Firmus Rigo, anak dari bapak Aloysius Ora, mengatakan, untuk mengamankan kembali kampung tersebut dan menghindar dari longsor, pemerintah harus membangun tembok pengaman. Sehingga disaat musim hujan, tidak terjadi lagi longsor dan mengancam rumah warga atau pemukiman setempat.

Menurut Firmus, dengan kejadian ini pemerintah desa maupun kabupaten harus segera merencanakan dan menyediakan anggaran untuk membangun tembok pengaman. Sehingga tidak terjadi bencana, sebab pemukiman warga berada di ketinggian dan rawan longsor. (maxmilian/djo/sandrowangak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *