Beranda » Humaniora » Lagu Cinta dan Permata Untuk Guru
Perayaan Hari Guru di Kecamatan Witihama.

Lagu Cinta dan Permata Untuk Guru

WEEKLYLINE.NET – Hal ini terjadi ketika mengisi acara sambung rasa dan ramah tamah usai apel bendera memperingati HUT Ke 72 PGrI dan Hari Guru Nasional 2017 PGRI Cabang Witihama di Aula Yessing Sabtu 25 November 2017.

Camat Witihama didaulat MC Boro Bebe Michael dan Azam Putra Lewokeda mendendangkan lagu berjudul Cinta Dan Permata Panbers organ tunggal iringan BOB guru seni SMAK Lamaholot. Ketika alunan awal musik, Lebu Raya dengan talentanya menyanyi dengan suara merdu, sejenak sorak sorai anggota PGRI dari segala penjuru ruangan. Semua hadirin tergugah dan terkesima mendengar suara merdu top leader di kecamatan Witihama.

Sebagai pemimpin Wilayah Laurensius Lebu Raya selalu mendukung setiap aktivitas warganya dalam segala lini kehidupan.

Meski baru setahun jagung menjabat di wilayah ini, banyak apresiasi dari masyarakat atas sikap rendah hati dalam memimpin wilayah ini. Sekecil apapun persoalan selalu diselesaikan dengan mudah dan menuai hasil yang baik.

Pesan yang mau disampaikan Lebu Raya melalui lagu Cinta dan Permata kepada guru adalah murid adalah permata dan ajarilah mereka dengan cinta.

Tak pernah absen jika Lebu Raya di undang untuk membuka segala jenis kegiatan di wilayah binaannya meski terkadang dua agenda bersamaan namun Lebu Raya dengan mudah memanfaatkan waktu mencari perioritas acara yang dibutuhkan warganya.

Bertindak sebagai inspektur upacara, Lebu Raya menghimbau kepada seluruh guru agar selalu menjadi teladan bagi anak-anak didik di unitnya masing-masing. Guru harus menjadi panutan dalam menanamkan karakter anak bangsa yang dimulai sejak dini.

Pengurus dan panitia pelaksana PGRI memberikan apresiasi kepada pihak pemerintah kecamatan yang telah berupaya semaksimal untuk mendukung setiap program kerja yang dilakukan.

Harapan ke depan, kebijakan pemerintah terkait masalah guru perlu mendapat respon positif dengan segala kebijakan yang ada.

Selipan acara diantaranya, pemberian tropi kejuaraan lomba mata pelajaran tingkat SD/MI. Juara 3 SDK Lewopulo diserahkan oleh KaPospol Witihama Donatus Inguliman, peringkat kedu SDK Watoone oleh Kepala UPTD PKO Kec.Witihama Abubakar Tokan Bunga dan juara 1 oleh Camat Witihama.

Ada yang isitimewa di acara sambung rasa karena melibatkan pensiunan guru yang menyampaikan pesan dan kesanya sebagai guru jaman dulu Opa michael Medho dan pandangan guru zaman now oleh utusan kepala sekolah pertingkatan muali dari TK hingga sekolah lanjutan atas.

Sementara itu di Kecamatan Adoanara Tengah, Flotim, dibawah mendung yang menudung. Dibalik balutan seragam kebanggaan PGRI nan anggun, semangat ratusan guru anggota cabang PGRI Adonara Tengah dengan khidmad mengikuti upacara apel bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Persatian Guru Republik Indonesia ke-72 dan Hari Guru Nasional (HGN) 2017 Sabtu, 25/11/2017. Kegiatan ini bertempat di Lapangan Bao Wayak Desa Lite, Kecamatan Adonara Tengah.

Hadir dalam kegiatan ini Valentinus Basa Camat Adonara Tengah sekaligus sebagai Inspektur Upacara, pengurus Kabupaten PGRI Flores Timur Silvester Witin, S.Fil, Ketua Cabang PGRI Adonara Tengah Yohanes Boli, S.Pd. SD, serta ratusan guru anggota Cabang PGRI Adonara Tengah, puluhan siswa utusan beberapa sekolah mulai dari tingkat TK/PAUD, SD/MI, SMP/MTs dan SMA. Setelah apel bendera kegiatan dilanjutkan dengan ramah-tamah sederhana dan dialog yang bertempat di Aula SDK Lite.

Dalam sambutannya camat Adonara Tengah Valentinus Basa, mengingatkan guru agar selalu menerapkan asas disiplin dalam kerja, serta guru harus berperilaku baik karena guru merupakan tauladan baik bagi murid dan masyarakat umum. Semua tindak-tanduk dan tingkah laku guru pasti akan ditiru oleh anak didiknya.

Ketua Cabang PGRI Adonara Tengah Yohanes Boli, menyampaikan beberapa permasalahan yang dihadapi Cabang PGRI Adonara Tengah. “ masih banyak program yang telah kita rencanakan namun belum dapat terealisasi”, hal ini disebabkan oleh beberapa hal, yakni persoalan dana,  karena masih banyak anggota yang belum menuaikan kewajibannya, serta kurangnya koordinasi antara sesama pengurus dan anggota. Ungkap  Kepala Sekolah SDI Epubele ini. Marilah kita saling mendukung antar sesama guru agar segalanya menjadi lebih baik kedepannya terutama keberlangsungan organisasi profesi PGRI yang kita cintai ini. Demikian harap Yohanes.

Silvester Witin Sekretaris II PGRI Flores Timur saat didapuk menyampaikan sambutan beliau mengawalinya dengan memberi semangat kepada semua guru dengan beberapa yel-yel. Guru SMAN 1 larantuka ini membahas tema umum dengan tiga kata kunci,  guru, etos kerja, disiplin. “ Guru dalam Etos kerja dan disiplin tidak hanya sebatas kata-kata tapi harus dapat memberi inspirasi melalui tindakan nyata hingga dapat dijadikan panutan”.

“ Guru dan perjuangan guru tidak lagi demo-demo dijalanan,  tapi gerakan perjuangan yang bermartabat. jika kita guru ingin memperjuangkan sesuatu maka kita dapat melakukannya melalui organisasi profesi guru ini.  Kita tidak dapat melakukannya secara serampangan dan sendiri-sendiri. (azam lewokeda/ari tukan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *