Beranda » Humaniora » Inspirasi Dari Sari
Paulina Diana Novita Sari, saat sharing pengalamannya. Foto : fantylamabelawa

Inspirasi Dari Sari

WEEKLYLINE.NET – Dengan suara parau dia berkisah, hidup penuh liku yang menginspirasi.

Kisah inspirasi seorang peserta camping rohani dalam kegiatan penguatan kapasitas OMK St. Dominikus Savio Paroki Maria Bunda Pembantu Abadi Witihama yang berlangsung pada tanggal 01 Desember 2017.

Lahir di Batam 08 November 1993. Namanya Paulina Diana Novita Sari ini menuturkan sekelumit kisah kelam hidupnya dalam sharing bersama rekan-rekan OMK peserta camping. Sharingnya sungguh mengharubiru sehingga sebagian peserta meneteskan air mata.

Tengah Oktober 2001 peristiwa tragis menjadi awal dari kisah pahit yang ia rasakan. Ketika itu, mereka sekeluarga baru hijrah dari tempat perantauan di kota Batam. Ayah dan ibunya membawa dia dan dua orang adiknya kembali ke kampung halaman yakni desa Balaweling Kecamatan Witihama. Selang tujuh hari sekembalinya mereka dari Batam, ayahnya meninggal dunia, ia meninggalkan mereka bersama sang ibu.

Saat itu, Paulina Diana Novita Sari atau kerap disapa Sari baru berusia 8 tahun, adiknya yang ke dua berusia 3 tahun dan si bungsunya berusia 3 bulan. Tak lama setelah itu, selang beberapa bulan kemudian, diakhir tahun 2001, sang ibu memutuskan untuk kembali ke tanah kelahirannya di Jawa dan meninggalkan mereka bertiga. Sari bersama adik-adiknya diasuh oleh bapak besarnya (saudara tua ayahnya) dan bibi atau akrab disapa kaka (saudari ayahnya) yang tidak menikah.

Seiring waktu, Sari kecil tumbuh menjadi pribadi yang mandiri. Berbeda dengan teman-teman seusianya,Sari sibuk membantu kakanya mencari uang dengan menjajakan kue buatan kakanya, saat itu ia duduk di kelas 2 sekolah dasar di kampungnya yaitu SDK Balaweling. Ketika menamatkan pedidikan dijenjang pendidikan dasar, ia mengutarakan niatnya kepada bapak besarnya untuk melanjutkan pendidikan di SMPN 02 Adonara timur, Kecamatan witihama.

Keinginannya dikabulkan oleh bapak besar dan bibinya. Biaya hidup semakin mahal, ditambah biaya pendidikan adik keduanya yang mulai masuk ke sekolah dasar. Ia pun tidak hanya menjajakan kue, namun sudah bisa membantu bibinya menjaga kios ketika pulang sekolah. Semua pekerjaan rumah dikerjakan dengan sabar.

“Kadang kalau hari libur, saya ikut berjualan sayur, umbi-umbian dan jagung titi di pasar mirek”, tuturnya lirih.

Setelah menamatkan jenjang pendidikan menengah pertama, ia kembali menyampaikan niatnya untuk melanjutkan ke sekolah menegah atas. Namun sayang bapak besar dan bibinya tidak bisa membiayai ke sekolah lanjutan atas. Hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk terus bermimpi untuk bisa mengenyam pendidikan seperti teman-teman seusianya. Setiap hari ia habiskan waktu dengan membantu bibinya berjualan, bahkan setiap hari pasar ia ikut berjualan sayur dan jagung titi.

Rutinitas itu berlangsung hingga satu tahun, ditahun berikutnya ia kembali meminta bibinya untuk masuk ke SMAK Lamaholot, di Witihama, Adonara Timur, Flotim. Mimpinya untuk melanjutkan sekolah yang sempat tertunda setahun lantaran tak ada biaya diterima oleh bibi dan bapak besarnya.Sari diberi kesempatan untuk melanjutkan sekolah.

Dukungan keluarganya itu mendorong dia, terus berlajar dan berdoa dengan giat dan buah dari usahanya itu, ia diterima dan menjadi peserta didik jurusan IPA sekaligus mendapatkan beasiswa prestasi di sekolahnya.

“Hanya sabar dan Tuhan  yang ku punya” kisahnya berlinang air mata.

Sari tumbuh menjadi pribadi mandiri, sabar, dan selalu mengandalkan Tuhan. Waktu terus bergulir dan mengalir seperti air, ia bekerja, belajar dan terus berdoa. Hingga pada suatu ketika cobaan berat kembali menghampirinya.

Suatu hari dipertengahan tahun 2013, untuk terakhir kalinya ia memeluk bibinya. Saat itu Sari duduk di kelas XII, sebentar lagi akan mengikuti ujian akhir. Kali ini cobaanya sungguh sangat berat.

“Kami sangat mencintainya, dia bukan lagi kaka bagi kami, cintanya telah menyulapnya menjadi ibu, ibu yang melahirkan kami bertiga” isaknya pilu.

Dorongan dari guru-gurunya, ia menyelesaikan studinya. Selang beberapa bulan setelah pengumuman kelulusannya ia pamit kepada bapak besarnya untuk pergi mengumpulkan recehan rupiah di bumi borneo. Ia bergulat dengan waktu dan ia masih bisa mengumpulkan uang untuk dikirim kepada bapak besar dan adik-adiknya. Tapi kebahagian tak berlangsung lama. Ia mendapat kabar dari kampung halaman bahwa bapak besarnya sakit sehingga ia harus kembali.

Ia memutuskan untuk pulang dan merawat bapa besarnya. Tak selang beberapa lama, bapak besarnyapun meninggal dunia.

“Saat ini kami bertiga ditinggal sendiri, semua yang kami sayang telah pergi dan saya berjuang menjadi Ayah, Ibu, dan Kakak bagi kedua adikku, saya yakin Tuhan pasti punya rencana indah dibalik peristiwa pahit yang kami alami diwaktu yang lalu” ungkapnya lirih, sembari berpesan kepada teman-temannya untuk selalu menghormati kedua orang tua selagi mereka masih ada, sebab tanpa orang tua kita tidak bisa apa-apa.

Sharing Sari mampu menggugah hati semua peserta camping dan para panitia. Ada begitu banyak nilai positif yang dapat dipetik dari pengalamannya. Ia adalah sosok anak muda yang sabar, punya kemauan yang kuat untuk mengenyam pendidikan dan ia adalah sosok orang muda yang kaya akan nilai rohani. Ia selalu mengandalkan Tuhan meskipun sebagai manusai ia kadang menyerah, putus asa dan tak mampu. Ia berenang dalam lautan peristiwa pahit dan berhasil sampai ketepian dengan selamat. Sebab ia percaya Tuhan punya rencana indah bagi hidupnya.

Berjuanglah menjadi pemenang, sebab Tuhan telah menganugerahkan akal budi, hati nurani dan kehendak bebas, tergantung bagaimana kita memaknai setiap peristiwa hidup dengan cerdas. Semoga sharing dari Paulina Diana Novita Sari ini tak hanya membuat kita terharu tetapi mari memetik buah-buah positif yang ia tunjukan untuk hidup kita.

“Yang bertelinga, hendaklah ia mendengar, dan yang membaca semoga memberi inspirasi.***

Yohanesta S. Lamalewa

Guru SMPN Palugodam

082146475082

3 Tanggapan

  1. Simon adobala

    Good luck ade goen…hdp harus d terus kan

  2. Trims, Pak Yohanes Lamabelawa yang telah mengupas profil seorang Sari yang tangguh dan kreatif dalam menjalani dinamika hidup. Saya yakin, anak seusia Sari dewasa ini pada umumnya bisa dihitung dengan jari tatkala menghadapi cobaan hidup seperti ini.

    Kami sekeluarga bangga, anak Paulina Diana Novita Sari!!. Jadilah bintang ditengah keluarga >>Songsonglah hari Natal dan Tahun Baru dengan semangat kekuatan sebagaimana yang telah disharingkan bersama teman-teman.

  3. Eman Ola Masan

    Ade Sari telah menginspirasi kami semua dalam Camping Rohani OMK PAROKI WITIHAMA. Salut atas semangat dan ketegarannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *