Beranda » Humaniora » Bukan Hanya Pojok Doa, Tapi Wajib Pojok Baca Di Rumah Warga Riangduli
Kades Riangduli menerima buku dari Pengurus Agupena Flotim, Muhamad Sole Kadir (foto: masankian)

Bukan Hanya Pojok Doa, Tapi Wajib Pojok Baca Di Rumah Warga Riangduli

WEEKLYLINE.NET – Kepala Desa Riangduli, Silvinus Lego Ola, mendukung penuh Gerakan Literasi di Kabupaten Flores Timur.

Dukungan itu tampak dalam program-program desa yang berkaitan dengan Gerakan Literasi.

Salah satunya dengan menyiapkan anggaran dan fasilitas bagi kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Menulis bagi Siswa dan Guru SMPN Satu Atap Riangduli.

Diklat ini dilaksanakan selama dua hari (Selasa-Rabu, 12-13/12/2017) pukul 07.00 sampai 15.30 Wita di aula sekolah ini.

Tidak hanya tahun ini, setahun sebelumnya, 2016, Kades yang merupakan alumni SMPN 1 Lamahala ini, juga menggelar Diklat Menulis bagi orang muda Riangduli.

Diklat tersebut menghadirkan Jurnalis Felix Janggu (Pos Kupang), Wento Eliando (Flores Pos), Maksimus Masan Kian dan Amber Kabelen (Agupena Flotim)

Ditemui di sela-sela Diklat Menulis di SMPN Satap Riangduli siang tadi (Rabu, 13/12/2017), Kades yang lulus sekolah Kejar Paket C ini, menyatakan Gerakan Literasi merupakan gerakan yang sangat urgen dilaksanakan.

“Bila anak dibiasakan dengan aktivitas literasi seperti membaca dan menulis maka ke depan mereka akan menjadi orang-orang hebat,” kata pria berusia 34 tahun ini.

Menurut Kades Ama Lego, sapaannya, cara berpikir pemerintah desa dalam membangun masyarakat mesti diarahkan menuju masa depan yang lebih jauh.

“Pembangunan karakter manusia merupakan pembangunan jangka panjang dan berkelanjutan. Jika sarana dan prasarana saja yang dibangun maka itu punya batas masa berlaku. Sedangkan pendidikan manusia menjadi garansi pembangunan sepanjang hayat,” kata Kades Ama Lego optimis.

Ke depan, Kades yang pernah merantau di Jayapura ini mengatakan, akan berupaya menjadikan Riangduli sebagai Desa Model Literasi.

“Kami akan bekerja sama dengan Agupena Flotim untuk membangun Perpustakaan Desa dan pojok-pojok baca di setiap rumah warga. Aktivitas belajar anak pun akan kami kontrol demi kemajuan pendidikan di lewotana,” tutupnya.

 

Muhammad Soleh Kadir

Pengurus Agupena Flotim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *