Beranda » Jurnal » Politik Santun Dalam Pilkada
YOSEPH WUWUR
YOSEPH WUWUR

Politik Santun Dalam Pilkada

WEEKLYLINE.NET – Proses Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lembata telah dimulai.

Sayangnya, Pilkada kali ini diwarnai dengan black campaign. Black campaign bergerak pada isu-isu sentral yang merupakan titik lemah pihak lawan. Black campain mengindentikan bahwa sistem demokrasi Indonesia telah berada dalam titik kemunduran.

Untuk tidak terjerat atau terpenjarah dalam sistem demikrasi yang kian runyam karena hadirnya black campain para politisi maka perlu adanya sikap kesantunan dalam berpolitik.

Politik santun dan beretika merupakan gambaran demokrasi yang baik. Demokrasi yang substansi perlu etika, lebih dari tata cara dan prosedur.

Perkembangan kehidupan demokrasi yang santun dan beretika akan memberikan kontribusi pada pengembangan kehidupan bernegara dan berbangsa. Kemajuan demokrasi akan runtuh jika tidak diikuti kehidupan demokrasi yang santun dan beretika.
Fenomena kebebasan yang kebablasan terlihat jelas ketika dalam konteks pertarungan politik terlihat adanya pembunuhan karakter diantara pasangan calon yang ada.

Tentu hal tersebut menimbulkan efek yang negatif khususnya kepercayaan publik di negeri ini. Untuk menghindri efek negatif tersebut setiap politisi haruslah mengedepankan politik secara santun.

Membangun prinsip-prinsip berpolitik secara santun dapat dibangun dari pelbagai pemikiran filsuf seperti Socrates, Plato, dan Aristoteles dapat dijadikan rujukan berpikir. Sokrates seorang filsuf yang mendasarkan pemikiran politiknya pada nilai-nilai kesantunan. Di samping itu Socrates juga menjelaskan bahwa politik adalah the art of the possible.

Pemikiran politiknya merujuk pada konsep pembangian kekuasaan yang ideal, mengutamakan kepentingan umun, dan kesejahteraan rakyat. Berpolitik santun ala Sokrates selalu mendasarkan motif dengan keutamaan moral. Intinya, berpolitik secara santun berarti selalu berorientasi hanya pada kemaslahatan rakyat dan kemajuan negara.

Begitu pula ketika merujuk pada pemikiran Plato, yang mana Plato mendasarkan pada prinsip membangun masyarakat adalah hal yang utama dan politik adalah jalan menujuh perfek society. Berpolitik secara santun harus didasari oleh prinsip perinsip yang jelas agar tidak menimbulkan bias kesantunan politik. Prinsip politik santun dapat berjalan jika setiap pasangan calon menanamkan prinsip objektivitas, rendah hati dan open mind.

Objektivitas mampu membawa pada suatu kebenaran absolud. Seperti halnya Socrates yang menanamkan nilai bahwa “tidak semua kebenaran itu bersifat relatif namun banyak diantaranya bersifat absolud“. Kemampuan untuk melihat kebenaran secara objektif mampu menjadi prinsip awal berpolitik secara santun. Kemudian, setiap pasangan calon harus menanamkan rasa renda hati, artinya tidak mau menang sendiri.

Perbedaan pendapat itu wajar, namun jangan sampai pada pemaksaan kehendak. Sikap renda hati dapat menghindari pasangan calon dari sifat sombong dan angkuh. Prinsip yang terakhir adalah open mind, memiliki pengertian mampu berpikir terbuka sehingga mau menerima pendapat ataupun keritik dari berbagai pihak termasuk dari lawan politik sekalipun.

Mengedepankan politik secara santun sejatinya memiliki pengertian saling berlombah menjadi yang terdepan „number one“ dalam memperjuangkan setiap kebenaran yang dipercaya. Tentunya, kebenaran tersebut seharusnya bukan mengenai jabatan atau kedudukan, tetapi sebuah kemaslahatan bersama, entah siapa saja yang menjadi pemenang dalam pertarungan pemilihan kepala daerah ini.

Politik santun merupakan sala satu cara dalam meredam konflik, baik konflik tingkat elit politik maupun konflik pada masyarakat akar rumput.

Santun dalam berpolitik dan dengan pendewasaan politik melalui strategi merangkul lawan politik guna meraih dukungan simpatisannya. Kesantunan dalam berpolitik para calon menjadi faktor utama dalam menyukseskan perhelatan pesta demokrasi pada pilkada serentak yang akan berlangsung pada bulan Februari 2017.

Untuk itu, demi menciptakan pesta demokrasi yang bermartabat sangat dibutuhkan kesantunan dalam berpolitik. Sesungguhnya yang menjadi senjata ampuh setiap paket dalon kepalah daerah adalah visi dan misi pasangan calon tersebut.

Mereka pada akhirnya berperang melalui visi dan misi yang dimiliki setiap paket calon kepala daerah. Mereka akan menunjukkan kualitas dari visi dan misi mereka. Visi dan misi menjadi bagian yang tak terpisahkan dari keberhasilan dan kemenangan paket kepala daerah. Dalam politik santun visi dan misi dari pasangan calon kepala daerah menjadi tameng bagi pasangan calon itu sendiri.

Ketajaman visi dan misi menjadi tolok ukur untuk menarik simpati masyarakat. Dan setiap pasangan calon kepala daerah sejatinya mampu menguasai visi dan misi yang akan menjadi pedoman dan arah pembangunan daerah selama masa kepemimpinannya. Visi dan misi mereka yang mampu diterima dan menyentuh kebutuhan hidup masyarakat luas.

Melalui visi dan misi yang disampaikan kepada masyrakat, masyarakat dengan kesadaran politiknya mencerna dan menganalisis kualitas dari visi dan misi masing masing paket. Sehingga pada akhirnya masyarakat dengan kesadaran bebas menentukan pilihan.

Disini tentu dibutuhkan kecerdasan pemilih dalam menentukan pilihan. Kecerdasan pemilih sangat menentukan kualitas seorang pemimpin. Pemilih cerdas adalah warga negara yang menggunakan hak pilih saat pemilukada berlangsung. Satu suara dari pemilih akan sangat berguna bagi calon.

Pemenang ditentukan langsung oleh calon yang mendapatkan suarah terbanyak. Jika pemilih tidak cerdas dengan tidak mengikuti pemilihan maka diikuti dengan kekalahan calon pemimpin keinginan pemilih. Menjadi pemilih cerdas berarti sebelum menentukan pilihan cermatilah visi, misi, dan program kerja yang ditawarkan oleh calon kepala daerah.

Calon yang baik biasanya tahu persis permasalahan daerah yang akan dipimpinnya sehingga menawarkan program yang realistis.

Selain itu pemilih yang cerdas tentu mennyelidiki moral dan etika para calon. Pemilih yang cerdas adalah menentukan pilihan pada calon yang mendengarkan bukan didengarkan. Yang terakhir menjadi pemilih yang cerdas adalah mencermati hal-hal teknis dalam Pemilihan Kapala Daerah (Pilkada) seperti cara mencoblos yang benar.

Hal yang perlu diperhatikan oleh pasangan calon dan partai politik peserta pilkada, selain visi dan misi pasangan calon adalah tim sukses. Keberhasilan paket dalam memenangkan pilkada tidak terlepas dari sistem kerja tim sukses.

Untuk itu, tim sukses juga harus bekerja berpedoman pada prinsip-prinsip yang dibangun dalam politik santun. Disini yang berperan adalah tim sukses yang harus menguasai strategi di lapangan. Untuk tidak terjadi gesekan atau benturan di lapangan sangat diharapkan agar aspek kesantunan dalam berpolitik diperhatikan bahkan mejadi pedoman dalam berpolitik, sehingga politik tidak menimbulkan gesekan dan benturan yang akan melahirkan konflik.

Hendaknya setiap pihak harus mampu berjiwa besar menerima setiap hasil akhir proses politik. Setiap pasangan calon pun harus mampu menjaga profesionalitas, tidak mengedepankan emosi, bertindak atas kesadaran penuh serta pertimbangan yang matang harus menjadi nilai yang dibawa oleh setiap politisi.

Masyarakat harus cerdas dalam menentukan pilihan dan untuk elite politik harus mampu menciptakan suasana dalam nuansa politik santun yang terhindar dari konflik dan black campaign.

Sebab siapa yang keluar sebagai pemenang dialah kepala daerah untuk lima tahun dan itu merupakan pilihan masyarakat.

Namun, perlu diingat gunakan hak suaramu sebaik baiknya untuk pembangunan daerah lima tahun mendatang.***

Yoseph Yoneta Motong Wuwur
Tenaga Penyuluh Pertanian di Kabupaten Lembata, NTT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *