Beranda » Jurnal » Unflor Ke Petuntawa, Untuk Apa ?
Foto : Rombongan Dosen dan Karyawan saat diterima di desa Petuntawa (foto: y.wuwur)
Foto : Rombongan Dosen dan Karyawan saat diterima di desa Petuntawa (foto: y.wuwur)

Unflor Ke Petuntawa, Untuk Apa ?

WEEKLYLINE.NET – Dosen dan Karyawan-karyawati dari Universitas Flores mengunjungi Pulau Lembata Tepatnya di Petuntawa kecamatan Ileape.

Rombongan Dosen dan Karyawan yang datang ke petuntawa berjumlah sekitar 200-an orang. mereka diterima dengan sapaan adat dan tarian hedung yang diiringi gong gendang.

Kunjungan Dosen dan Karyawan dari Universitas Flores Ende ini, dengan tujuan melaksanakan salah satu dari tiga tridarma perguruan tinggi yakni pengabdian pada masyarakat.

Pengabdian pada masyarakat (PPM) merupakan salah satu perwujudan tridharma Perguruan Tinggi. Pelaksanaan tridharma perguruan tinggi yang terdiri atas pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat diharapkan dapat saling berkaitan, saling isi mengisi sehingga merupakan satu kesatuan.

Oleh sebab itu kegiatan pendidikan dan pengajaran perlu dikembangkan dan ditindaklanjuti melalui penelitian untuk selanjutnya diterapkan dalam kehidupan masyarakat sehingga kegiatan pendidikan dan pengajaran tersebut tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswadi kampus melainkan bermanfaat pula bagi masyarakat pada umumnya.

Sebaliknya kegiatan pengabdian pada masyarakat yang telah dilakukan perlu diteliti untuk diketahui seberapa manfaat yang diperoleh, kendala apa yang terjadi serta hal-hal apa yang perlu ditindaklanjuti guna memperkaya dan mendukung kegiatan pendidikan dan pengajaran.

Demikian juga sebelum melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, perlu dilakukan kegiatan penelitian terhadap obyek sasaran guna mengetahui permasalahan serta kebutuhan yang benar-benar diperlukan.

Dengan kata lain, sebelum kegiatan pengabdian pada masyarakat dilakukan perlu dilakukan studi kelayakan melalui penelitian. Di lain pihak, perlu dipilih dan diteliti beberapa kegiatan pendidikan dan pengajaran yang mungkin dapat diterapkan di masyarakat sebagai masukan dan materi pengabdian pada masyarakat.

Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah salah satu visi dari seluruh perguruan tinggi yang ada di Indonesia. Tri Dharma Perguruan Tingi merupaka salah satu tujuan pencapain yang harus dilakukan oleh perguruan tinggi tersebut. Karena setiap perguruan tinggi haruslah melahirkan orang -orang yang memiliki semangat juang yang tinggi.

Perguruan tinggi juga harus melahirkan pribadi yang selimuti pemikiran – pemikiran yang kritis, kreatif, mandiri, inovatif. Dapat dinyatakan pula bahwa Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah salah satu tanggung jawab yang harus di topang penuh oleh seluruh elemen yang ada di dalam perguruan tinggi tersebut termasuk dosen dan karyawan.

Maka itu dari itu Dosen dan Karyawan Universitas Flores harus mampu menjalani kegiatan pengabdian masyarakat dalam semangat kekeluargaan Universitas Flores. Tri Dharma Perguruan Tinggi terdiri dari 3 poin , yaitu : Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, Pengabdian kepadaMasyarakat Tri Dharma Perguruan Tinggi bukan hanya menjadi tanggung jawab mahasiswa. Seluruh dosen (pendidik), serta orang – orang yang terlibat dalam proses pembelajaran (civitas akademika) memiliki tanggung jawab yang sama.

Pertama Pendidikan dan Pengajaran. Pendidikan dan pengajaran adalah point pertama dan utama dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pendidikan danpengajaran memiliki peranan yang sangat penting dalam suatu proses pembelajaran. Undang – undang tentang pendidikan tinggi menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual kegamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

Dari pengertian pendidikan diatas maka proses pembelajaran yang ada di perguruan tinggi memiliki peranan penting untuk mencipkan bibit – bibit unggul. Pendidikan dan pengajaran yang baik akan menghasilkan bibit unggul dari suatu perguruan tinggi yang akan mampu membawa bangsa ini kearah bangsa yang lebih maju . lulusan – lulusan yang berkualitas dari perguruan tinggi akan menjadi penerus bangsa yang membawa Indonesia kearah yang lebih maju.Sesuai dengan pembukaan undang – udang dasar 1945 yang berbunyi, mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka pendidikan dan pengajaran harus menjadi pokok dan sumber utama dalam mencapaitujuan dari perguruan tinggi.

Kedua, Penelitian dan Pengembangan Peneitian dan pengembangan juga sangatlah penting bagi kemajuan perguruan tinggi,kesejahteraan masyarakat serta kemajuan bangsa dan negara.

Dari penelitian dan pengembangan ilmu dan teknologi . pada penelitian dan pengembangan dibutuhkan sikap kritis, cerdas dan kreatif dalam mejalankan perannya sebagai agent of change. Dalam proses pembelajaran untuk memporoleh suatu perubahan. Perubahan membawa Indonesia kearah yang lebih maju dan terdepan.

Ketiga,Pengabdian Kepada Masyarakat Menurut undang – undang tentang pendidikan tinggi, pengabdian kepada masyarakat adalah kegiatan sivitas akademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Pengabdian kepada masyarakan dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan positif.

Tenaga pengajar perguruan tinggi atau dosen sebagai pelaksana akademik, sudah sewajarnya untuk melaksanakan ketiga tridharma perguruan tinggi tersebut.

Idealnya, setiap dosen dapat melaksanakan ketiga tridharma tersebut secara proporsional.

Menurut Pedoman Pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat oleh Perguruan Tinggai yang diterbitkan Direktorat Pembinaan Penelitan dan Pengabdian Kepada Masyarakat, disebutkan bahwa yang dimaksud pengabdian kepada masyarakat adalah pengamalan ipteks yang dilakukan oleh perguruan tinggi secara melembaga melalui metode ilmiah langsung kepada masyarakat (di luar kampus yang tidak terjangkau oleh program pendidikan formal) yang membutuhkannya, dalam upaya mensukseskan pembangunan dan mengembangkan manusia pembangunan. Dengan kata lain, kegiatan pengabdian pada masyarakat oleh perguruan tinggi merupakan pengamalan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Sains (Ipteks) secara ilmiah dan melembaga oleh perguruan tinggi dalam upaya pengembangan kemampuan masyarakat untuk mempercepat tercapainya tujuan pembangunan.

Pada umumnya kegiatan pengabdian pada masyarakat di perguruan tinggi dikoordinasikan oleh Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPM) atau Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM).

Pengabdian kepada masyarakat merupakan tugas perguruan tinggi dengan memanf aatkan, mengembangkan dan menerapkan ipteks dalam rangka memberikan sumbangan atau partisipasi untuk mempercepat pembangunan masyarakat.

Penyelenggaraan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan oleh LPM, Lembaga Penelitian (Lemlit), Fakultas, Jurusan, Program Studi, Laboratorium, Kelompok Dosen, dosen secara perseorangan ataupun oleh mahasiswa.

Dengan demikian kegitan pengabdian kepada masyarakat bukan monopoli kegiatan LPM atau PPM, melainkan merupakan kegiatan bagi dosen dan atau mahasiswa baik secara berkelompok maupun mandiri yang dilakukan secara melembaga dan terkoordinasi.

Peran atau fungsi LPM atau PPM adalah mengkoordinasikan semua kegiatan pengabdian kepada masyarakat serta mengusahakan sumber daya yang diperlukan.

Dalam paradigma lama, kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan atas dasar asas-asas berikut, yakni asas kelembagaan; asas ilmu amaliah dan amal ilmiah; asas inisiatif, responsif, dan inovatif; asas kerjasama; asas manfaat; asas pemecahan masalah; asas kesinambungan dan asas edukatif.

Asas kelembagaan mengandung pengertian bahwa semua kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan harus atas nama perguruan tinggi yang bersangkutan dan bukan atas nama perseorangan serta pelaksanaan kegiatan pengabdian hams sesuai dengan prosedur dan tata aturan yang telah ditetapkan oleh perguruan tinggi yang bersangkutan.

Asas ilmu amaliah dan amal ilmiah mengandung pengertian bahwa setiap kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan atas dasar penerapan dan atau pengamalan ipteks untuk kepentingan masyarakat yang dilaksanakan dengan menggunakan metode ilmiah serta tidak dimaksudkan semata-mata untuk mencari keuntungan pribadi.

Asas inisiatif, responsif, kreatif dan inovatif mengandung pengertian bahwa pengabdian kepada masyarakat dilakukan atas prakarsa masyarakat dan sivitas akademika, dilakukan sebagai upaya pemecahan masalah dan kebutuhan dalam rangka peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

Asas kerjasama mengandung pengertian bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan atas dasar kemitraan atau kerjasama antara masyarakat khalayak sasaran dengan perguruan tinggi maupun lembaga terkait dengan dijiwai oleh semangat kegotongroyongan, kebersamaan dan kekeluargaan guna mempercepat kemajuan pembangunan.

Asas manfaat mengandung pengertian bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat bukanlah kegiatan hura-hura, kegiatan bersenang- senang, kegiatan asal-asalan melainkan kegiatan itu harus memberikan manfaat dan manfaat tersebut dapat dirasakan baik oleh masyarakat, perguruan tinggi yang bersangkutan maupun lembaga yang terkait.

Asas pemecahan masalah mengandung pengertian bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan harus diarahkan atau ditujukan untuk membantu memecahkan permasalahan yang dihadapi masyarakat. Kepada masyarakat khalayak sasaran diberikan bimbingan, keterampilan dan pelatihan sehingga masyarakat memiliki pengetahuan, keterampilan dan kemampuan mengatasi permasalahan yang dihadapi di masa datang tanpa bergantung pada bantuan pihak lain.

Asas kesinambungan mengandung pengertian bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat hendaknya diprogramkan dalam jangka panjang yang dilakukan secara bertahap, program satu dengan lainnya diupayakan berkesinambungan sehingga kegiatan pengabdian ini akan memiliki dampak yang lebih nyata.

Asas edukatif mengandung pengertian bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dimaksudkan untuk meningkatkan kemandirian, sehingga kegitan pengabdian hendaknya jangan sampai justru menimbulkan ketergantungan kepada perguruan tinggi. Oleh karena itu pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat hendaknya dilakukan berdasarkan proses pembelajaran.

Semoga dengan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen dan Keryawan dariUniversitas Flores memberikan kontribusi dalam pembangunan daerah petuntawa khususnya dan Lembata pada umumnya.

Oleh Yoseph Yoneta Motong Wuwur

Alumni Universutas Flores

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *