Beranda » Jurnal » Harnus dan Dampak Lanjutan Untuk Lembata
Foto : Ignatius Pati Ola
Foto : Ignatius Pati Ola

Harnus dan Dampak Lanjutan Untuk Lembata

WEEKLYLINE.NET – Hari Nusantara merupakan hasil dari Deklarasi Juanda yang diselenggarakan setiap tanggal 13 Desember dan merupakan kegiatan nasional setiap tahun.

Berdasarkan Deklarasi ini,Indonesia dipersatukan kembali dalam ragam wilayah(Pulau) dan lautan dalam satu kesatuan yang utuh dan berdaulat.

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan jumlah pulau 17.504 buah  berdasarkan data dari Departemen Dalam Negeri tahun 2004 yang dimana sebanyak 7.870 telah memiliki nama sedangkan 9.634 belum memiliki nama.

Menjadi suatu kebanggaan tersendiri, ketika Kabupaten Lembata di tunjuk oleh Pemerintah Pusat sebagai Puncak lokasi penyelenggaraan  Hari Nusantara 2016

Rakyat Lembata tentunya dapat berbangga dengan kegiatan ini,tetapi harus banyak pertanyaan yang  lahir dalam kegiatan ini

Mengapa sehingga kabupaten Lembata di tunjuk sebagai lokasi puncak pelaksanaan Hari Nusantara ini ?

Pertanyaan seperti ini yang harus ada dalam benak setiap masyarakat Lembata,sebagai bahan refleksi dengan adanya momentum nasional ini.

Lembata merupakan pulau kecil yang memiliki beragam kekayaan alam didalamnya misalnya,kekayaan alam bawah laut yang dapat menjadi daya tarik bagi para wisatawan manca negara maupun Domestik.

Biota bawah laut yang sangat menawan bagi para pencinta bawah laut,dan juga beragam pantai pasir putih yang ada disana yang memiliki keunikan tersendiri.

Lembata memiliki potensi pariwisata dengan nilai jual yang tinggi.

Bukan hanya memiliki potensi alam bawah laut dan pantai saja,tetapi potensi hasil lautnya juga sangat melimpah,seperti ikan Sardenella longicep yang lazim disebut Temi (Tembang minyak )yang berhasil  di Ekspor ke Amerika serikat.

Hal ini yang dapat memberikan suntikan positif bagi perekonomian Lembata.

Ruang Investasi mulai terbuka lebar.

Berbagai investor asing mulai tertarik dengan Ikan hasil dari tangkapan nelayan di Lembata.

Berbagai perusahaan seperti, Industri pengolahan ikan di waijarang,pabrik es dan pabrik tepung ikan di hukung dll  juga telah hadir dan berdiri di Lembata.

Akan tetapi masyarakat Lembata jangan sampai dilunakan dengan onggokan rupiah yang menumpuk,tetapi patut menjaga keindahan alam agar tidak ada yang merusak-nya,baik itu pribumi maupun investor asing.Sekarang sangat marak pengeboman di seluruh lautan di Nusantara ini.

Menteri Susi Pudjiastuti  sedang berupaya untuk menanggulangi berbagai pencurian dan pengeboman liar di lautan nusantara  yang dilakukan oleh  orang yang semena-mena mereka tanpa memikirkan kelestarian lingkungan alam khususnya di lautan.

Dengan tema ”Tata kelola Potensi Maritim Nusantara yang Baik Menuju Poros Maritim Dunia”  di Hari Nusantara 2016 kemarin,pemerintah pusat berniat melakukan pembangunan Nasional melalui poros maritim.Mengusung subtema”Dari Lembata Nusa Tenggara Timur membangun Potensi Maritim Nusantara” dengan tujuan mengubah stigma bangsa indonesia mengenai ruang hidup dari darat menjadi laut, menjadikan bidang kelautan dan pariwisata sebagai tolok ukur pembangunan nasional, dan dapat meningkatkan pembangunana infrastruktur daerah NTT khusus-nya di Lembata.

“Sebagai Destinasi proritas,pembangunan infrastruktur dan promosi wisata NTT kita gencarkan  termasuk manfaatkan momentum Hari Nusantara tahun ini,untuk mendukung target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara dan 270 juta wisatawan nusantara pada 2019.”kata Menpar Arief Yahya di Gedung Sapta Pesona Jakarta.

Berbicara Lembata tentunya akan ada banyak hal yang akan dituangkan disini.

Obyek wisata yang beragam bisa dinikmati di Lembata,perburuan paus oleh masyarakat Lamalera,fosil paus biru di Jontona,pantai mingar,gas alam Atadei,gunung Batu Tara,bukit doa,bukit cinta,bermacam peninggalan bersejarah dll.

Kebudayaan daerah yang masih belum terjamah dan terawat baik,terbukti saat pra dan puncak pelaksanaan Hari Nusantara 2106 di lakukan berbagai pertunjukan tarian khas daerah,komoditi lokal, dan berbagai pernak-pernik yang mencerminkan ciri khas lembata.

Aset kebudayaan daerah ini adalah cerminan kebudayaan nenek moyang sejak dulu kala.

Lembata memiliki potensi alam yang beragam,sehingga pemerintah pusat melihat hal ini sebagai peluang bagus sekaligus sebagai ajang promosi dari Pariwisata di NTT khususnya di Lembata.

Kekayaan laut di Lembata juga diyakini oleh Menteri Kelautan dan perikanan Susi Pudjiastuti bahwa potensi ekonomi sektor kelautan disana  menggiurkan.Pendapatan negara bukan pajak sektor perikananan bukan dari kapal-kapal penangkap ikan saja,tetapi juga dari ikan berukuran besar juga akan digenjot.Lembata punya potensi akan hasil laut ini,ada bermacam-macam spesies yang hidup di lautan sana.

Tentu saja Lembata menjadi pusat perhatian dunia saat ini setelah dilaksanakan perayaan puncak Hari Nusantara kemarin.Berbagai dampak positif telah diperoleh masyarakat Lembata saat sebelum puncak hari Nusantara 2016 ini seperti, pembangunan jalan, banyak dibangun penginapan baru, air bersih dan adanya percepatan ekonomi  berhubung wisatawan yang datang sangat banyak, transaksi jual beli yang terjadi secara tidak langsung memperbesar arus perputaran uang di Lembata.

Berbagai produk makanan lokal dan tarian khas daerah di pentaskan saat menjelang puncak Hari Nusantara.

Secara tidak langsung kebudayaan Lembata dalam  keunikannya sendiri dikenal seluruh dunia yang menyaksikan.

Ketika kelompok paduan suara SMA Frater Don Bosco tampil di H-1  perayaan Hari Nusantara XVI dalam mengisi acara hiburan,Gubernur NTT Drs.Frans Lebu Raya terpaksa harus melepaskan topi yang dikenakan-nya dan menyerahkan kepada Ulfrikus Jefrius Naya,siswa kelas X SMA Frater Don Bosco Lewoleba yang telah membuatnya terpukau lewat lakon dirigennya.

SMA Frater Don Bosco  Lewoleba  juga tampil dengan membawakan  Marching Dance yang sangat menarik dan memikat para peserta perayaan Hari Nusantara ,berbagai apresiasi datang dari masyarakat maupun wisatawan yang hadir dan menyaksikann penampilan mereka.

Setelah berbagai dampak positif yang sekarang masyarakat Lembata nikmati,bagaimana dengan realisasi jangka panjang dalam segala pembangunan di Lembata?

Apakah pembangunan yang dinikmati sekarang hanya bersifat sementara ataupun hanya untuk mengisi pelaksanaan perayaan Hari Nusantara saja?

Ini adalah sebuah bentuk pertanyaan mendasar yang menjadi kajian oleh masyarakat Lembata dalam hal ini,adakah keuntungan yang akan diperoleh oleh masyarakat Lembata setelah pelaksanaan puncak perayaan  Hari Nusantara di masa yang akan datang?

Apabila tidak ada output  yang besar  dalam jangka waktu panjang, maka itu hanyalah menjadi kebanggaan masyarakat Lembata sesaat tanpa diimbangi dengan kemajuan dalam pembangunan fisik maupun non fisik di Lembata.

Harus diakui SDM di NTT belum seutuhnya dikelolah,ditata dan dimaksimalkan sebaik mungkin.Masyarakat sangat membutuhkan pembangunan dari segi manusianya yakni,kebutuhan mendasar di bidang Pendidikan yang menjadi batu loncatan utama dalam berdaya saing di era globalisasi ini khususnya di Lembata.Pembangunan manusia yang menjadi landasan utama dalam mengaplikasikan potensi dalam diri  setiap orang.

Berbagai persoalan utama yang terjadi di dalam sektor Pendidikan saat ini terutama subyeknya.

Banyak masyarakat yang belum mengenyam dunia pendidikan akibat ketidakmampuan biaya, banyak sekolah yang tidak terurus dengan baik,banyak yang putus sekolah, perpustakaan sekolah yang jarang ditemukan bahkan tidak terurus dan masih banyak lagi persoalan pendidikan yang terjadi di Lembata yang seharusnya menjadi pusat perhatian dari seluruh lembaga pendidikan di Lembata dan instansi terkait terutama pemerintah daerah.

Beranjak dari perayaan Puncak Hari Nusantara,masyarakat Lembata butuh pembangunan terutama pembangunan non fisik yang dapat meningkatkan kemampuan SDM agar dapat memiliki daya saing di era globalisasi dan MEA ini.

Pendidikan adalah cara terbaik dalam membangun sebuah daerah,sebab manusia yang akan mengelolah dengan segala ilmu yang diserap dari berbagai pengelaman di berbagai bidang.

Perayaan Hari Nusantara harus menjadi pelita baru bagi masyarakat lembata, yang masih banyak tertidur dengan realita yang terjadi sekarang.

Ruang tata kelolah pemerintah daerah juga perlu menjadi sorotan, bagaimana menanggulangi ketertinggalan dari dunia pendidikan.

Dengan hadirnya Hari Nusantara ini,Lembata telah menjadi sorotan dunia terutama dari kaca mata pemerintah pusat.

Hal ini dapat dijadikan senjata oleh pemerintah daerah untuk membangun komunikasi yang intens dengan pemerintahan pusat   dalam upaya pencapaian pembangunan di Lembata.

Kekayaan alam yang dimilliki Lembata akan menjadi amunisi alam untuk mendapatkan empati dari berbagai kalangan,baik itu pemerintah,investor asing/negeri,pengusaha,lembatalover’s dan lainnya untuk pembangunan di Lembata.

“Kita terlahir sebagai Anak cucu yang perlu menjaga Kekayaan Alam yang diwariskan Oleh Sang Khalik,tetapi kita juga dapat mengelolah segala-nya menjadi lebih bernilai untuk kemajuan daerah tercinta”

 

Ignatius Pati Ola

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *