Beranda » Kesehatan » RSUD Lewoleba Dapat Bintang Satu
Foto : Goerillya A. Huar Noning (foto: sandrowangak)
Foto : Goerillya A. Huar Noning (foto: sandrowangak)

RSUD Lewoleba Dapat Bintang Satu

WEEKLYLINE.NET – Kesehatan menjadi kebutuhan mendasar. Kesehetan sudah menjadi kebutuhan pokok sebab semua orang butuh sehat. Sehat adalah kebutuhan.

Karena kesehatan adalah kebutuhan, masyarakat menjadi semakin sadar aka pentingnya menjaga kesehatan. Dan karena itu rumah sakit pun mesti prima dalam melakukan pelayanan kepada masayarakat.

Dan agar pelayanan itu prima, dan masyarakat menjadi nyaman ketika berada di rumah sakit, pemerintah melalui kementrian kesehatan menyediakan program akreditasi rumah sakit.

Program akreditasi ini sebagai bentuk penilaian dari pihak lain standar dan mutu pelayanan sebuah rumah sakit secara menyeluruh, baik terkait SDM, Sarana Prasrana, Managemen.

Semua standar pelayanan itu terbagi dalam dua bagian yakni standar pelayanan yang berfokus pada pasien dan standar pelayanan yang berfokus pada managemen rumah sakit.

Hal ini disampaikan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Lembata, dr. Goerillya A. Huar Noning, kepada weeklyline.net, di ruangan kerjanya, 18 Januari 2017.

Dokter Geryl menjelaskan, Saat ini masyarakat Lembata semakin sadar untuk memilih layanan kesehatan yang baik.

Beberapa contohnya adalah masyarakat saat ini tidak sungkan lagi untuk mempertanyakan alternatif perawatan yang akan mereka terima sesuai dengan kondisi keuangan mereka saat ini. Mereka juga tidak sungkan lagi untuk berdiskusi dengan dokter mengenai kegunaan dan efek samping obat yang diresepkan dokter kepada mereka.

Masyarakat juga mulai kritis soal apakah alat kedokteran yang digunakan untuk memeriksa mereka sudah steril atau belum. Bahkan tidak sedikit orang yang ingin melihat proses sterilisasi tersebut.

“Untuk menghadapi dinamika masyarakat sedemikian rupa, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan tidak tinggal diam. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mewajibkan dilaksanakannya akreditasi rumah sakit dengan tujuan untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit di Indonesia. Dan RSUD Lembata sudah dinilai oleh tim independen dari kepentrian pada pertengahan Desember 2016 lalu,” tegas Dokter Geryl.

Sebab Akreditasi ini wajib diikuti dan atur dalam UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, UU No. 44 tahun 2009 tentang rumah sakit dan Permenkes 1144/ Menkes/ Per/ VIII/ 2010 tentang organisasi dan tata kerja kementerian kesehatan.

Menurut Geryl, Akreditasi mengandung arti suatu pengakuan yang diberikan pemerintah kepada rumah sakit karena telah memenuhi standar yang ditetapkan. Rumah sakit yang telah terakreditasi, mendapat pengakuan dari pemerintah bahwa semua hal yang ada di dalamnya sudah sesuai dengan standar. Sarana dan prasarana yang dimiliki rumah sakit, sudah sesuai standar. Prosedur yang dilakukan kepada pasien juga sudah sesuai dengan standar.

Sementara itu, Kasie Pelayanan RSUD Lewoleba, Maria Hatianti, menjelaskan berdasarkan standar akreditasi terdapat tiga tahapan dalam pelaksanaan akreditasi yaitu akreditasi tingkat dasar, akreditasi tingkat lanjut serta akreditasi tingkat lengkap.

Dalam pelaksanaan akreditasi dibagi menjadi empat pokja dengan 17 standar pelayanan.

Didampingi Maria Fransiska Uba Lamak, Humas RSUD Lewoleba, Harianti kembali menegskan Manfaat langsung dari implementasi standar akreditasi adalah rumah sakit akan lebih mendengarkan keluhan pasien dan keluarganya.

Dan Untuk mendapatkan tingkat kelulusan akreditasi yang baik, diperlukan adanya kerja sama antar semua pihak di rumah sakit. Semua staf rumah sakit, mulai dari pimpinan puncak sampai staf lapis terbawah harus memiliki semangat yang sama dalam mewujudkannya. Pimpinan puncak hingga ke staf lapisan bawah harus memiliki pemahaman yang sama mengenai alasan dilaksanakannya akreditasi. Jangan sampai ada pihak yang menganggap bahwa akreditasi ini akan menjadi beban yang menambah-nambah kerjaan mereka karena harus bekerja sesuai standar-standar akreditasi.

Dan keempoat pokja yang dibentuk RSUD Lewoleba dalam penilaian akreditasi tersebut adalah pokja Hak Pasien dan Keluarga (HPK), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Kualifikasi Pendidikan Staf (KPS), Sasaran Keselamatan Pasien (SKP).

“Dalam penilaian tersebut RSUD Lewoleba mendapat nilai pelayanan Bintang Satu, dengan berbagai rekomendasi perubahan dan peningkatan di berbagai bidang,” ungkap Harianti diamini Uba Lamak.

Sekedar diketahui, untuk Kabupaten Lembata, ada empat Lembaga Kesehatan yang diakreditasi yakni RSUD Lewoleba, Puskemas Nubatukan, Puskesma Hadakewa dan Puskesmas Lamau. (sandrowangak)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *