Beranda » Kesehatan » Unitri Bicara Drainase Untuk Kota Malang
Foto : Presenter ATV Fransisca Esa (kiri), Dian Noorvy Khaerudin (tengah) dan Galih Damar Pandulu (kanan) hadir dalam acara dialog interaktif di studio ATV Batu, Jawa Timur. (foto:felix)
Foto : Presenter ATV Fransisca Esa (kiri), Dian Noorvy Khaerudin (tengah) dan Galih Damar Pandulu (kanan) hadir dalam acara dialog interaktif di studio ATV Batu, Jawa Timur. (foto:felix)

Unitri Bicara Drainase Untuk Kota Malang

WEEKLYLINE.NET – “Sistem drainase perlu ditata secara baik. Ada dua system drainase, drainase inkonvesional dan drainase inkonvensional.

Drainase konvensional, itu air hujan yang tidak meresap langsung ke dalam laut tapi masih di tampung ke dalam resapan air tanah.

“Sedangkan drainase inkonvesional, itu air hujan yang langsung ke dalam laut. Juga dapat membahayakan resapan air tanah. Sehingga cenderung bisa membuat banjir dan lain sebagainya,” kata Dian Noorvy Khaerudin dan Galih Damar Panduluyang berprofesi sebagai dosen teknik sipil pada Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang dalam acara dialog interaktif “I Love Malang Raya” di studio ATV Batu- Jawa Timur, Selasa, akhir Januari.

Dialog interaktif dengan mengambil tema, “Drainase Perkotaan Dengan Eco Drainase” itu, sungguh menampilkan narasumber yang ahli dan berkompeten di bidangnya. Sehingga masyarakat yang mengikutinya, sungguh mengerti akan manfaat dari resapan air hujan tersebut.

Lebih menarik lagi tatkala dipandu presenter ATV Batu, Fransisca Esa, itu berjalan dengan menarik, rileks tapi akurat. Serta memancing adrenalin narasumber untuk terus menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga penataan lingkungan, baik dalam perkotaan maupun desa. Sehingga lingkungan yang asri dan sejuk yang terbebas dari banjir, boleh dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Ini sangat penting. Karena dengan system penataan kota yang baik, maka akan melahirkan kandungan oksigen yang baik pula untuk kelangsungan hidup manusia. Manusia tentunya membutuhkan oksigen yang baik. Perlu kerjasama yang baik antara pemerintah kota Malang dengan elemen masyarakat,” kata Galih, dosen pengampuh mata kuliah pada fakultas teknik sipil yang selalu mendorong mahasiswa-mahasiswi Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang untuk berbuat lebih kepada masyarakat dengan bekal ilmu yang diperolehnya.

“Masing-masing rumah tangga punya tanggung jawab moril untuk tangani sendiri resapan air hujan. Itu merupakan bentuk dari menghambat banjir,” tegas lelaki berpostur semampai dengan kulit berwarna putih ini, seraya menyadarkan masyarakat.

Dian, demikian dipanggil, lebih jauh mengatakan, untuk mereduksi air resapan hujan yang terbuang, tentunya membutuhkan 40 persen dalam menampung lagi air hujan yang belum terpakai. Sehingga dengan 40 persen untuk mereduksi kembali air hujan itu, dibutuhkan kerjasama yang baik antara masyarakat dengan pemerintah dalam hal ini dinas bersangkutan yang menangani penataan perkotaan.

“Adalah sangat penting menjaga resapan air hujan. Karena dengan Eco Drainase yang baik, akan menghasilkan sesuatu yang baik pula. Toh, semuanya itu demi kebaikan bersama. Alam pun akan terjaga dengan baik,” kata Dian yang berprofesi sebagai dosen pada fakultas teknik sipil Unitri tersebut.

Sementara menurut produser program ATV, Asti Evita, program acara interaktif yang telah berjalan cukup lama ini berkat bekerjasama dengan pihak pendidikan dalam hal ini dengan Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang, tentunya membawa manfaat yang sangat besar bagi masyarakat dan pemerintah setempat dalam mengelola secara baik system drainase tersebut.

Hal lain yang diutarakan Asti, demikian dipanggil, adalah ketika narasumber membatalkan dialog interaktif yang telah disiapkan ATV melalui tim kerjanya, akan sangat merugikan pihaknya. Sehingga untuk mencegah hal itu (narasumber tidak hadir), pihaknya terus mengantisipasi hal terburuk dengan segera mengisinya dengan cara lain.

“Kami sering mengalami kendala besar ketika narasumber tidak siap dan membatalkan secara diam-diam tanpa sepengetahuan kami, itu sangat memberatkan kami. Ya, pastinya kami mencari solusinya. Tiap hari itu, program acara mesti terisi. Karena telah diprogramkan. Acaranya dimulai sejak pukul 07.00 hingga 11.30 WIB,” kata Asti menjelaskan.

Program acara dialog interaktif di ATV Batu yang diampuhnya, kini sungguh telah membuahkan hasil. Berkat kerjasama dengan pihak Universitas Tribhuwana Tunggadewi, masyarakat akhirnya paham akan manfaatnya.

Selain melakukan kerjasama dengan pihak Universitas Tribhuwana Tunggadewi, pihaknya juga menjalin kerjasama dengan Universitas lainnya, seperti Brawijaya, UMM, ITN, Stikes Kendedes, dan UM.

“Khusus untuk pihak Universitas Negeri Malang (UM), itu merupakan program khusus atau regular yang telah berjalan lama. Dan itu rutin dilakukan selama seminggu sebanyak 4 kali. Juga kami membuka ruang bagi UKM-UKM dari tiap kampus untuk mengisi acara dialog ini. Intinya, sama sama membantu dalam melayani masyarakat,” kata ibu beranak satu ini secara lugas.

Titin, salah satu warga kota Batu yang dimintai tanggapannya terkait program acara dialog tersebut menyatakan, berkat program-program acara yang ditayangkan ATV Batu dengan berbagai narasumber dari pihak kampus, tentunya sungguh bermanfaat dan sangat membantu warga masyarakat yang belum paham akan pentingnya system drainase.

“Tadi waktu nonton ATV dengan narasumber ibu Dian dan pak Galih dari kampus Unitri Malang, saya akhirnya jadi tahu dan paham. Ya, perlu kerjasama yang baik dari semua pihak. Itu semua demi kebaikan bersama,” kata Titin berharap. (felix)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *