Beranda » Pariwisata » Ketika Orang Lembata Berwisata Di Atas Kapal Perang
Foto : Orang Lembata saat berwisata di atas KRI Dewa Ruci (foto: sandro)
Foto : Orang Lembata saat berwisata di atas KRI Dewa Ruci (foto: sandro)

Ketika Orang Lembata Berwisata Di Atas Kapal Perang

WEEKLYLINE.NET – KAPAL perang tidak melulu dipakai untuk berperang atau menjaga keamanan perairan dalam negeri. Akan tetapi bisa dijadikan sebagai tempat berwisata.

Beberapa hari terakhir ini, Puluhan Kapal Perang KRI dan KAL, serta kapal Tanker mengepung pulau Lembata. Mereka datang untuk menyukseskan Hari Nusantara.

Kedatangan puluhan kapal perang ini menarik perhatian masyarakat Lembata dan tamu undangan Hari Nusantara. Mereka menjadikan Kapal Perang untuk berwisata. Selain berwisata kapal perang ini juga dijadikan sebagai media belajar, anak sekolah di Lembata.

Apalagi Kapal Legendaris KRI Dewa Ruci menjadi magnet bagi ribuan anak sekolah. Bukan saja anak sekolah tetapi orang tua dan seluruh warga Lembata dari pedesaan dan pedalaman.

“Senang sekali, hari ini kita bisa mengunjungi Kapal Perang. Kapan lagi kita bisa naik ke atas kapal perang milik Negara kita. Apalgi KRI Dewa Ruci, yang melegenda itu,” ujar Elisabeth Eto, salah satu pengunjung KRI Dewa Ruci yang datang bersama semua keluarga dan anak anaknya.

Karena menjadi kebanggan Indonesia dan simbol kenusantaraan, Dewa Ruci menjadi sangat istimewa.

“Ini kesempatan langkah dan menjadi istimewa, Sang Legenda bisa datang ke Lembata. Untuk itu menurut rencana Dewa Ruci menggelar openship selama hari nusantara berlangsung”, ungkap Fransisco BJ, Komandan Pos Angkatan Laut Areal Lembata.

Openship menurut Fransisco, Dewa Ruci memberikan kesempatan kepada warga Lewoleba Lembata termasuk tamu dan undangan Harnus bisa masuk dan berkunjung ke dalam kapal Dewa Ruci.

Tercatat sebanyak 1000 pasukan TNI AL diterjunkan menyukseskan Harnus dan 21 KRI. Dari 21 KRI sebanyak 12 KRI yang berlabuh Dewa Ruci, KRI Terapang, KRI Surabaya, KRI Makasar, Untung Surapati, KRI Hasan Basri, KRI Kakap, KRI Sura, KRI Singa, KRI Arung Samudra berjenis kapal tangker untuk menyuplai bahan bakar. Selain itu dua kapal ada dua Kapal Angkatan Laut yakni KAL Kembang dan KAL Balibo.

Menurut Fransisco, kedatangan KRI dan KAL ini Tak sekedar memeriahkan Hari Nusantara ke-16 tahun 2016. Lebih dari itu, ada hal baru yang anak-anak harus tahu, agar jangan ketinggalan tentang hal yang sebenarnya baru bagi anak-anak.

Ungkapan ini dikatakan oleh Kepala SD Inpres Lewokukung, Honoratus Bao, ketika dijumpai media ini di kawasan Dermaga Lewoleba, Minggu, 11 Desember 2016. Bao sebelumnya menemani anak-anak sekolah SD Inpres Lewokukung mengunjungi kapal-kapal perang yang berlabuh di Dermaga Lewoleba diantara KRI Dewa Ruci dan KRI Makasar.

“Ya, ini anak SD dari Lewokukung. Mereka saya ajak untuk pesiar ke kapal perang agar mereka tahu. Ini yang namanya kapal perang. Ini juga bagian dari pembelajaran kontekstual yang anak-anak harus tahu. Jadi moment Harnus ini kita harus manfaatkan dengan baik. Anak-anak ini punya rasa ingin tahu yang tinggi, daripada mereka penasaran, ya kita ajak langsung masuk dan lihat. Mereka juga bertanya kepada TNI AL yang ada di dalam kapal perang tersebut, ini apa itu apa. Kita jangan lihat ramainya tapi adakah yang bermanfaat dari keramaian. Itu yang penting,” tegas Honoratus Bao.

Pantauan weeklyline.net anak-anak terlihat gembira. Tertawa kecil, kagum, terharu semua reaksi itu terlihat dari wajah mereka yang polos. Ada pun kapal perang yang dikunjungi yakni KRI Surabaya-591, KRI Makasar-590 adalah jenis Kapal Perang Landing Platform Dock (LPD). Sedangkan, KRI Dewa Ruci merupakan kapal layar tiang tinggi (Tall Ships) yang merupakan kapal latih Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL).

Mariana Ema, siswa kelas 5 SDI Lewokukung mengaku sangat bahagia karena bisa datang pesiar di atas kapal perang dan bisa tahu apa saja yang ada dalam kapal perang ini.(sandrowangak)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *