Beranda » Pariwisata » Terjun Dari 7000 Feet, TNI AL Menduniakan Lembata
Foto : Foto udara pelabuhan Lewoleba.(foto: salim)
Foto : Foto udara pelabuhan Lewoleba.(foto: salim)

Terjun Dari 7000 Feet, TNI AL Menduniakan Lembata

WEEKLYLINE.NET – Langit Lembata tepatnya di atas Kawasan Wulen Luo, Pelabuhan Lewoleba Kabupaten Lembata, NTT, 11 Desember 2016 dihebohkan dengan para penerjun payung dari Angkatan Laut.

Mereka merupakan peserta penerjun dari Batalyon Amphibi I Angkatan Laut Surabaya, yang datang untuk mendukung Hari Nusantara2016 di Lembata.

Diawali dengan beberapa penerjun fan jam, pasukan Penerjun Payung TNI angkatan Laut, melakukan aksinya dari ketinggian 6500 – 7000 feet.

Hal ini disampaikan Komandan Batalyon Intai Amphibi I TNI AL yang bermarkas di Surabaya, Mayor Marinir Alim Firdaus, kepada wartawan usai menyaksikan gladi atraksi terjun payung menjelaskan ada puluhan penerjuan yang dilibatkan. Beberapa penerjun sebagai fan jam atau penjaga jarak waktu.

“Ada empat penerjun CNW. Dan dan beberapa penerjun membawa bendera Merah Putih, Harnus, Bendera Harnus2016, Bendera TNI AL dan beberapa bendera lainnya,” ungkap Alim.

Lebih jauh Alim menjelaskan penerjuan TNI AL selain mendukung suksesnya Harnus2016, penerjun juga memperkenalkan pariwisata dan pemandangan Lembata dari udara kepada dunia.

“Kita menduniakan Lembata. Kita menduniakan Indonesia dari Lembata,” ungkap Alim.

Sejauh ini, demikian Alim, belum ada kendala berarti yang menghambat para penerjun. Didukung kecepatan angin para penerjun mampu melaksanakan tugasnya dengan baik.

Selain mengandalkan teknik, terjun payung memacu adrenalin dan membutuhkan nyali besar. Pasalnya, ini cukup menantang maut dan dilakukan oleh para prajurit TNI AL yang terlatih.

Terjun Payung di Hari Nusantara ini menjadi tontonan yang menarik ribuan warga Lembata yang tepi pantai Wulen Luo, di Teluk Lewoleba.

“Bukan hanya nyali, tapi prosedur keselamatan juga harus diperhatikan. Kalau kita melaksanakan aturan yang ada dengan benar, tentu risiko bahaya pun semakin kecil. Pokoknya safety first,” ungkap Alim

Sekedar diketahui ada tiga jenis karakter terjun payung, yaitu ketepatan mendarat, kerjasama di udara dan kerjasama antarkanopi. Masing-masing jenis ini mempunyai karakter tingkat kesulitan sendiri.

Nampak para penerjun itu Melayang-layang di angkasa luas, rasanya seperti berenang. Bercengkerama dengan awan. Melihat pemandangan yang terbentang luas dari atas awan begitu memanjakan mata. Melayang seperti burung di antara embusan angin laut merupakan sensasi tersendiri. Terimakasih Indonesia, Lembata Memang Keren.(sandrowangak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *