Beranda » Pariwisata » Mereka Merawat ‘Air Mata’
Rm. Mikhael Beraona, PR (tengah) sedang menanam pohon di mata air Wai Bele, Desa Lewopulo.

Mereka Merawat ‘Air Mata’

WEEKLYLINE.NETPulau Adonara, terletak di ujung Flores Timur, memiliki ratusan mata air Anugerah Semesta pada pelukan Gunung Boleng, sekira 116 mata air.

Diperkirakan sekitar 75persen desa di Pulau memiliki ata air. Sebab hamper wilayah di Pulau Adonara memiliki mata air. Berdasarkan data yang dihimpun peserta Camping Rohani, OMK Witihama 2017 ditemukan ada ratusan mata air.

Di adonara bagian barat, terdapat 28 mata air tersebar di tujuh desa yakni Desa Wureh, Waiwadan, Pajinian, Duanur, Bukit Seburi, Danibao dan Desa Ile Pati.

Sementara itu wilayah Adonara Tengah memiliki 49 mata air tersebar di delapan desa yakni, Desa Kokotoba, Desa Baya, Horowurah, Kenotan, Lite, Wewit, Lewoleba dan Nubalema.

Wilayah Wotan Ulumado dan Adonara Timur memiliki 30 mata air. Adonara Timur tersebar di desa Bilal, Dawataa, Narasosina, Kiwangona, Tapobali dan Lambunga. Sementara itu di wilayah Wotan Ulumado tersebar di desa Wailebe dan Kewela.

Witihama dan Klubagolit memiliki 3 tiga mata air Tersebar di Desa Tuwagoetobi, Lewopulo dan Hinga.

Menyadari akan potensi alam yang luar biasa ini, OMK St. Dominico Savio, Paroki Witihama melakukan penghijauan dan pembersihan di mata air Wai Bele, Desa Lewopulo, 2 Desember 2017.

Hal ini dilakukan agar menjaga mata air tetap mengalir. Paulus Pati Kwaelaga, salah satu peserta Camping Rohani, mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk tanggungjawab OMK dalam menjaga alam dan mengagungkan anugerah kemuliaan Tuhan.

Ditanya apakah ada rasa khawatir, suatu saat mata air itu hilang ? Pati Kwaelaga menjawab, bila tidak dijaga dengan melakukan penanaman pohon maka suatu saat mata air yang berlimpah di Adonara ini bisa hilang.  Pati mengaku OMK Witihama sudah berpikir ke arah sana. Dan rencananya tahun 2018 mereka kembali melakukan penanaman pohon lagi di mata air Wai Lawe, Desa Puhu.

Sementara itu Pastor Paroki St. Maria Bunda Pembantu Abadi, Witihama menjelaskan, Rm. Amatus Witak, PR, merawat mata air berarti juga merawat keindahan hidup bumi dan masyarakat. Jika mata air terus memberikan kita harapan hidup, maka air mata tidak lagi mengalir pada wajah-wajah kita. Ini bagian dari kerinduan akan masa depan yang cerah untuk anak cucu Pulau Adonara.

“Mungkin tidak berlebihan kalau air dipandang sebagai kasih sayang alam semesta (the blessing of the nature) untuk segala makhluk hidup. Cinta alam semesta untuk segala yang hidup untuk tetap hidup dan terus berada. Kasih sayang alam tak ternilai harganya dan juga tak bisa digantikan. Air menjadi rahmat,” ungkap Romo Amatus yang kerap di sapa Romo Ama.

Dalam Taoisme, air dipandang sebagai sesuatu yang lembut, tapi bisa menghancurkan karang. Air mengalir dalam persada kehidupan, tanpa protes. Air menunjang keberlangsungan hidup.

 

Loddovikuslamatokan

Fransiskaoladuli

Anggota OMK St. Dominico Savio

Paroki Witihama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *