Beranda » Pariwisata » Bebas Pestisida, Nenas Labanobol Masuk Pasaran di Timor
Nenas Labanobol.

Bebas Pestisida, Nenas Labanobol Masuk Pasaran di Timor

WEEKLYLINE.NET – Nanas, nenas, atau ananas (Ananas comosus (L.) Merr.) adalah sejenis tumbuhan tropis yang berasal dari Brasil, Bolivia, dan Paraguay.

Tumbuhan ini termasuk dalam familia nanas-nanasan (Famili Bromeliaceae). Perawakan (habitus) tumbuhannya rendah, herba (menahun) dengan 30 atau lebih daun yang panjang, berujung tajam, tersusun dalam bentuk roset mengelilingi batang yang tebal.

Buahnya dalam bahasa Inggris disebut sebagai pineapple karena bentuknya yang seperti pohon pinus. Nama ‘nanas’ berasal dari sebutan orang Tupi untuk buah ini: anana, yang bermakna “buah yang sangat baik”.

Burung penghisap madu (hummingbird) merupakan penyerbuk alamiah dari buah ini, meskipun berbagai serangga juga memiliki peran yang sama.

Dan di Lembata, Desa Labanobol Kecamatan Nubatukan, merupakan desa tematik penghasil nenas. Nenas Labanobol dikenal sejak dahulu, karena sedikit serat dan berat satu buah nanas ini rata-rata berkisar antara 1,5 kg sampai 2,3 kg. Buahnya berkulit tebal dengan mata tipis, warna kulit hijau kekeuningan bersisik dengan daging buah berwarna kuning keemasan.

Hal ini disampaikan oleh keppala Dinas Pertanian dan Ketahana Pangan, Kanisius Tuaq, SP kepada wartawan di ruangan kerjanya, 14 Desember 2017.

Tuaq menjelaskan, pihaknya melakukan survei dan memotivasi petani nenas di Desa Labanobol dengan cara membeli nenas milik petani dan mencari pasaran di Pulau Timor.

Keunggulan dari Nenas Labanobol adalah bebas pestisida. Karena memiliki keunggulan, Dinas Pertanian melakukan survei harga pasaran, di beberapa pasar tradisonal di Kota Kupang dan Timor Tengah Selatan untuk memasok nenas Labanobol.

Menurut Tuaq, apa yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lembata merupakan upaya untuk membangkitkan semangat petani, meningkatkan pendapatan petani, menemukan sistem pemasaran mencari pasaran agar semangat berproduksi para petani Labanobol tetap dipertahankan.

Untuk tahun ini, Dinas Pertanian dan ketahanan Pangan, mengirim sebanyak seribu buah nenas Labanobol Pasar Oeba, Pasar Inper Naikoten, Pasar Penfui dan beberapa pasar di Kabupaten TTS.

Lebih jauh Tuaq menjelaskan, ada beberapa pengusaha ingin melakukan investasi di Lembata untuk pengembangan pertanian Nenas akan tetapi terkendala dua persoalan yakni produksi terbatas dan produksi tidak kontinyu.

“Untuk mengatasi dua persoalan ini, kami melakukan hormonisasi setiap bulan untuk menjaga produktivitas dan melakuka mencari pemasan untuk menjaga produksi yang kontinyu.

Nenas Labanonol, termasuk tumbuhan familia nanas-nanasan (Famili Bromeliaceae). Perawakan (habitus) tumbuhannya rendah, herba (menahun) dengan 30 atau lebih daun yang panjang, berujung tajam, tersusun dalam bentuk roset mengelilingi batang yang tebal.

Fakta Tentang Nanas Labanonol adalah rasanya yang manis segar, dengan brix min. 18, juga memiliki daging yang renyah, sedikit serat, dan memiliki kadar air yang tinggi. Berat satu buah nanas ini rata – rata berkisar antara 1,5 kg sampai 2,3 kg. Buahnya berkulit tebal dengan mata tipis, warna kulit hijau kekeuningan bersisik dengan daging buah berwarna kuning keemasan.

“Kadar Kalsium Oksalat dalam Nanas Labanobol rendah sehingga tidak memicu gatal dan tidak perlu direndam dengan air garam,” ungkap Tuaq.

Tentang roduksi tanaman buah buahan di Lembata, Tuaq merincikan, tercatat ada 25 jenis tanaman buah buahan di Lembata dan paling banyak berproduksi adalah Alpukat 18.629 pohon dengan jumlah produksi 2.679 kwintal. Mangga dengan jumlah pohon sebanyak 65.135 pohon memproduksi 9.004 kwintal.

Buah nangka berproduksi 3.514 kwintal dari 49.686 pohon. Nenas 326.183 pohon dengan produksi 2.391 kwintal. Pepaya 162.499 pohon dengan produksi 43.350 kwintal. Sementara pisang 263.107 pohon dengan produksi 47.270 kwintal. (sandrowangak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *