Beranda » Pariwisata » Cemas Abrasi, Orang Riangbao Tanam Bakau
Orang Riangbao tanam Bakau dipantai Desa tersebut sebagai upaya penanggulangan resiko bencana Abrasi Pantai. Foto: ona

Cemas Abrasi, Orang Riangbao Tanam Bakau

WEEKLYLINE.NET Tim Siaga Bencana (TSB) Desa Riangbao Kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata, melakukan penanaman anakan bakau sebanyak 770 anakan sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko bencana atas bencana abrasi yang terus terjadi dari waktu ke waktu.

 Kegiatan ini didukung penuh oleh Pemerintah Desa Riangbao, PLAN Internasional Program Area Lembata, Rabu (7/2/2018) Perkumpulan Relawan CIS TIMOR dan Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Lembata  serta Orang Muda Desa Riangbao.

 Ketua TSB Desa Riangbao, Ferdi Kedang mengatakan, berdasarkan sejarah, Desa Riangbao merupakan sumber ikan dan pernah ada pasar ikan. Tetapi karena pembabatan mangrove, ikan semakin berkurang dan abrasi yang semakin besar maka penanaman bakau merupakan solusi penangkal abrasi yang lebih besar lagi. Kegiatan penanaman bakau ini, yang melibatkan juga orang muda desa Riangbao sebagai generasi penerus pembangunan di desa.

 Hubertus, tokoh pemuda desa Riangbao, merasa senang dan bangga atas aksi nyata penanaman bakau, yang merupakan kepedulian atas upaya pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim.

 “Orang Muda Desa Riangbao siap dan selalu mendukung program kegiatan yang direncanakan oleh Pemerintah Desa Riangbao ataupun kelompok/lembaga lain yang melibatkan orang muda.

 Lebih lanjut kata Hubertus, Kedepannya bila ada anakan bakau yang mau ditanam lagi, orang muda siap berpartisipasi.

 Albert Kedang, Kepala Desa Riangbao, mengapresiasi dukungan multipihak yang telah melakukan penanaman bakau di Pantai Riangbao. Karena tidak semua masyarakat penghuni Kabupaten Lembata peduli dengan lingkungan terutama berkaitan dengan Abrasi yang terus mengancam kenyamanan hidup masyarakat.

 “Hal ini pun sejalan dengan hasil Analisis Kerentanan Bencana dan Kapasitas Perubahan Iklim Di Desa Riangbao, Abrasi merupakan salah satu ancaman bencana”, ujar Albert.

 Albert Kedang berharap kegiatan ini terus berlanjut dan Pemerintah Desa Riangbao akan mengalokasikan anggaran yang berpihak pada upaya pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim. (ona/hosea/sandrowangak)

Lihat Juga

Masyarakat Desa Riangbao saat kegiatan penutupan Bulan Bhakti (foto: kerong)

Gotong Royong Dari Jawa Hingga Riangbao

WEEKLYLINE.NET_ Ada satu budaya khas Indonesia, satu kegiatan yang menjadi kunci dalam kondisi sosial dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *