Beranda » Politik » Stanis dan Maria Ditugaskan BERHIAS Kota Lewoleba Sampai 2019

Stanis dan Maria Ditugaskan BERHIAS Kota Lewoleba Sampai 2019

WEEKLYLINE.NET – Begu Ibrahim pensiun dari ASN terhitung 1 Oktober 2017 dan jabatan Camat Nubatukan dipercayakan kepada Stanislaus Kebesa Langoday. Eliazer Yentji Sunur, Bupati Lembata yang melantik memberikan target kepada Kebesa Langoday untuk Berhias Kota Lewoleba sampai 2019.

Menteri Dalam Negeri akhirnya memberikan persetujua  kepada Bupati dan Wakil Bupati Lembata, Eliazer Yentji Sunur-Thomas Ola Langoday untuk melakukan mutasi pejabat. Dan sehari setelah Bupati Eliazer Yentji Sunur kembali dari perjalanan dinas luar Kota, mutasi dilakukan termasuk jabatan Camat Nubatukan. Stanis Kebesa Langoday yang sebelumnya menjadi Kabag Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Lembata dipercaya menjadi Camat Nubatukan menggantikan Begu Ibrahim.

Untuk mendukung Kebesa, Bupati Lembata menugaskan Maria B. Barabaje, menjadi Sekcam agar menutupi beberapa kekurangan Stanis Kebesa Langoday.

Bupati Lembata Eliazer Yentji Sunur dalam sambutannya menekankan secara khusus soal tugas Camat Nubatukan.

 “Saya mau wajah kota ini indah, bersih, bunga-bunga segar dimana-mana. Jangan ada lagi sampah-sampah berserakan.  Angka kriminalitas dalam kota harus bisa ditekan. Konsentrasi tata fisik  kota ini tetapi juga  jangan lupa bangun komunikasi sosial yang baik agar kota ini menjadi kota yang nyaman”, ungkap Sunur.

Penekanan Sunur terkait tanggungjawab Camat Nubatukan ini, kembali ditegaskan kepada wartawan dalam bincang bincang bersma wartawan di ruangan kerjanya, 27 September 2017.

“Saya menempatkan Kebesa Langoday menata wajah kota lewoleba menjadi bersih dan nyaman saampai 2019”, ungkap Sunur.

Selain memberikan target agar Kota Lewoleba Berhias sampai 2019, Sunur pun memiliki alasan menempatkan Maria B. Barabaje sebagai Sekretaris Camat mendampingi Kebesa Langoday.

“Ya saya punya alasan khusus menempatkan Ibu Maria sebagai sekcam Nubatukan mendampingi Kebesa. Saya menempatkan Sekcam perempuan untuk mengimbangi Kebesa untuk menghias Kota Lewoleba. Mereka saya tugaskan menata kota ssampai 2019,” tegas Sunur.

Sementara itu, Kebesa Langoday yang dihubungi weeklyline.net melalui telepon seluler di hari pertama mennjabat, 27 September 2017, menjelaskan hal pertama yang dilakukan adalah melakukan anjangsana dan silahturahmi kepada beberapa tokoh kunci di Kota Lewoleba termasuk Begu Ibrahim.

Stanis mengungkapkan, beberepa hari kedepan dirinya berkantor bersama tokoh masyarakat, sambil menunggu Begu Ibrahim pensiun 1 Oktober 2017 mendatang,  sehingga serahterima jabatan pun ditundah sampai tanggal 30 September 2017.

Kepada semua pejabat lainnya yang dilantik Bupati Sunur mengingatkan agar konsentrasi bekerja mengejar target pembangunan daerah.  Yang dibutuhkan adalah orang yang benar-benar mau bekerja membangun Lembata. Dirinya sudah mengenal baik semua pejabat esselonering yang ada sehingga yang harus ditunjukkan adalah kinerja membangun daerah, bukan berpikir yang lain-lain. Kalau semua berkosentrasi sungguh  membangun maka masyarakat akan merasakan betul perubahan yang terjadi, kata Sunur.

Sunur juga mengingatkan bahwa di  bulan November nanti akan ada mutasi yang lebih banyak lagi. Mutasi ini dimaksudkan agar pada tahun 2018  semua OPD sudah  berjalan dalam sistem dan target kinerja yang telah ditetapkan.

“Setelah reorganisasi dan restrukturisasi berjalan di tahun ini  maka kedepan tinggal mengukur kinerja dari jabatan-jabatan yang dipercayakan dalam sistem yang ada,” kata Sunur.

Para Camat yang dilantik

Selain Stanis Kebesa ada tiga orang Camat lain yang dilantik  pada pelantikan  pertama periode pemerintahan Sunur-Langoday ini. Kalu Saba Mustadir dilantik  menggantikan Yohanes D. Arimon sebagai Camat Ileape, Petrus Peka Soge menggantikan Kasimirus Murin sebagai Camat Atadei dan Siprianus Suya menggantikan Nasrun Neboq sebagai Camat Omesuri.

Bupati Sunur dalam sambutannya mengarahkan para camat agar secepatnya membantu pembentukan cluster. Cluster yang dimaksudkan Yance Sunur adalah pengelompokan desa dengan ciri-ciri pertumbuhan yang khusus.  Setiap kecamatan harus memiliki  satu desa yang menjadi target pertumbuhan utama  yang akan membantu desa-desa lain di sekitar untuk tumbuh bersama.  Adanya cluster ini akan memudahkan intervensi pertumbuhan dari Kabupaten, propinsi dan pusat. Jadi tugas camat dalam mengejar pencapaian target pembangunan Kabupaten menurut Sunur adalah  fokus membantu Kepala Daerah agar secepatnya mengkoordinir desa-desa di kecamatan   agar tumbuh secara tematik atau memiliki ciri khusus. Tumbuh tematik inilah yang  dimaksudkan Yance Sunur sebagai cincin ekonomi yang akan membentuk rantai ekonomi antar desa dan antar kecamatan sehingga target peningkatan pendapatan dapat terwujud.

[f.dasilva/sandrowangak]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *