Beranda » Seni Budaya » STKIP Simbiosis Punya Dua Program Studi
Foto :Logo STKIP Simbiosis (foto:f.siga)
Foto :Logo STKIP Simbiosis (foto:f.siga)

STKIP Simbiosis Punya Dua Program Studi

WEEKLYLINE.NET – Perjuangan untuk mendirikan Kampus STKIP Simbiosis akhirnya membuahkan hasil sesuai dengan yang diinginkan oleh warga masyarakat Nusa tenggara Timur dan Ende Kususnya.

Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Simbiosis Juan Cosmas mengungkapkan syukurnya atas berdirinya kampus yang didamba-dambakan di Kota Ende ini.

Dengan dua Program studi Unggulan yaitu PJKR dan Pendidikan Bahasa Inggris.

“Warga Kabupaten Ende menunggu cukup lama untuk lahirnya Kembali kampus Ini yang dulunya sempat bangun dengan nama Stokes Ende,” ujar Juan pada saat perbincangan bersama media ini di depan kantor yayasan Pendidikan Simbiosis Ende beberapa waktu lalu.

Juan menceritakan rintangan yang dihadapi dalam proses berdirinya STKIP Simbiosis.

“Sudah dibentuk sejak tahun 2012 dengan nama Stokes Ende dan sempat berjalan hingga satu tahun dengan respon masyarakat untuk mempercayakan anaknya untuk mengenyam pendidikan di Stokes sangat banyak. Enta dalam perjalanan ada muncul upaya oknum yang ingin kembali menghancurkan yayasan ini dan mengembuskan Kepada publik untuk tidak mempercayai tetapi dengan besar rencana Tuhan maka hingga saat ini STKIP Simbiosis kembali berdirih koko dengan pembuktian nya pada tahun 2014 dirjen dikti mengeluarkan ijin operasional untuk STKIP Simbiosis dengan dua Program studi andalan yang telah dirintis awal dengan nama Stokes Ende”, Ungkap Juan.

Ketika ditanyakan mengenai bagaimana komitmen saat itu yang sedang mengalami masalah besar dengan gentingnya situasi yang berawal dari didirikan stokes yang berada di Jalan Gatot Subroto Lorong BNI ende juan mengatakan tidak mau tahu!

“Gimana caranya, saya hanya ingin agar Stokes kembali berdiri dan punya komitmen besar untuk menunjukan kepada masyarakat ende bahwa sesunggunya yang membuat suasana ini kacau bukan dirinya tetapi ada oknum – oknum yang hanya ingin menghancurkan dunia pendidikan di Ende”, tegas Juan.

Pendirian STKIP simbiosis memakan waktu yang tidak sebentar. Bahkan, ujar Juan , perjuangan untuk membangun komunikasi dan jaringan untuk pembentukan STKIP Simbiosis memakan waktu hamper dua tahun.

“Nyaris hampir dua tahun habis kita persiapkan hingga di terbitkan ijin operasional`,” kata Ketua Pembina yayasan Pendidikan Simbiosis ini.

Hingga Pada tahun 2016 ini STKIP Simbiosis yang mengelola dua program studi unggulan sudah memiliki mahasiswa lebih dari 200 orang artinya upaya pemulihan kembali kepercayaan kepad publik sudah kembali mulai terjalin, harapan nya agar kedepannya masyarakat ende dan NTT umumnya dapat terus mempercayakan anaknya untuk kembali mengenyam pendidikan di STIKIP simbiosis dan jangan ada keraguan lagi simbiosis suda mempunyai legalitas dan dasar hukum yang sama seperti dengan universitas lainnya yang ada di Indonesia.

“Semoga bisa berkembang dan tidak terlalu lama waktunya untuk mensejajarkan diri dengan universitas di Ende dan NTT umumnya,” katanya berharap STKIP Simbiosis mampu bersaing dengan universitas dan perguruan tinggi lainnya segera.(f.siga)

Satu tanggapan

  1. Pendidikan bahasa Inggris Oke gan. Mantap

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *