Beranda » Seni Budaya » Ema Tenun Baju Jokowi untuk Biaya Sekolah Anak
Ibu Reineldis Ema dengan kain tenun motif Atadei (foto: sandro)
Ibu Reineldis Ema dengan kain tenun motif Atadei (foto: sandro)

Ema Tenun Baju Jokowi untuk Biaya Sekolah Anak

WEEKLYLINE.NET – Ketika diminta oleh Ibu Gubernur, Lusia Adinda Leburaya, bahagia rasanya. Sebab ada tambahan penghasilan untuk membiayai sekolah anaknya.

Reineldis Ema (56), wanita paru baya ini merasa bahagia ketika diminta Lusia Adinda Leburaya untuk menenun kain tenun khas Lembata untuk dijahit menjadi baju yang rencananya akan dipakai oleh Presiden RI Joko Widodo.

“Waktu saya diminta oleh ibu Gubernur, saya senang. Bahagia juga, tetapi saya juga ragu ragu,” ungkap Ina Ema.

Ibu asal Atadei ini mengungkapkan walau dirinya merasa ragu karena waktu hanya dua minggu, tetapi dia meyakinkan dirinya untuk tidak membuang kesempatan emas ini.

“Ini kesempatan langkah. Maka saya walau ragu, berusaha untuk meyakinkan diri agar tawaran ini dapat saya selesaikan dengan baik dan tepat waktu,” ungkap Ema sumringah, ketika ditemui weeklyline.net, di lokasi Expo Budaya, Minggu, 10 Desember 2016.

Lebih jauh Ema Reineldis menceritakan, bukan hanya soal waktu yang mepet tetapi ibu Gubernur, Adinda Leburaya menginginkan agar kain tenun itu dibuat dengan pewarna asli. Merah tua. Motif pun diikat dengan tali gewang asli tidak dengan menggunakan tali raffia.

Kain Tenun Khas Atadei untuk Jokowi yang sedang ditenun oleh Kelompok Pupu Santa, Pimpinan Reineldis Ema (foto:sandro)
Kain Tenun Khas Atadei untuk Jokowi yang sedang ditenun oleh Kelompok Pupu Santa, Pimpinan Reineldis Ema (foto:sandro)

Walau sulit, Ema Reineldis berusaha melakukan terbaik demi Jokowi. Dia tidak ingin membuat kecewa ibu Adinda Leburaya apalagi Jokowi. Untuk itu dia berusaha sebisa mungkin.

Pewarna asli dari akar kayu disiapkan. Tali gewang juga disiapkan. Empat kain tenun dihasilkan dalam waktu dua minggu. Luar biasa memang. Keempat kain tenun itu sudah dikirik ke Jokowi melalui ibu Gubernur NTT, Lusia Adinda Leburaya.

Ibu yang membentuk kelompok Tenun Pupu Santa ini kembali menceritakan, dari delapan lembar kain tenun khas Lembata yang diminta, empat kain tenun sudah dikirim ke Jakarta, dua lembar dalam proses tenun dan dua lainnya sedang diproses pewarnaan.

Disinggung soal tingkat kesulitan dalam mengikat motif daerah Lembata khusus Atadei, ibu tujuh anak ini menuturkan, dalam proses membuat kain tenun khas Lembata, yang paling sulit dan membutuhkan ketelitian adalah pada saat proses mengikat motif. Karena tidak semua bisa mengikat motif.

“Untuk itu, dalam proses mengikat motif saya sendiri yang melakukan,” ujar ibu lima cucu ini.

Benang yang digunakan juga benang pilihan dan asli pintalan ibu ibu di Kelompok Tenun Pupu Santa.

Agar bisa menyelesaikan pekerjaan penting ini, istri dari Yoseph Bulet Huar ini, harus rela bangun jam 03.00 dini hari dan tidur pada pkl. 00.00 malam. Dan mulai menenun kain adat khas Atadei Lembata itu masing masing 3 meter panjangnya. Dengan harga Rp. 7.5 juta sampai Rp.10 juta per lembar.

Dan hasilnya memuaskan sesuai dengan permintaan Ibu Gubernur. Dari penghasilan menenun termasuk pekerjaan menenun kain adat untuk baju Jokowi, ibu Reineldis Ema, bisa membiayai sekolah anak anaknya. Salah satu anak perempuannya saat ini sedang menempuh pendidikan di Semarang, semester 3, jurusan radiologi. Yudita Batem Huart. (sandrowangak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *