Beranda » Jurnal » Literasi Dan Peradaban Manusia
Salam Literasi, Dari Lembata 'Saya Baca', bersama Najwa Shihab, Duta Baca Indonesia. [foto:sandro]

Literasi Dan Peradaban Manusia

WEEKLYLINE.NET – Budaya literasi (baca-tulis) merupakan hal yang sangat penting dimiliki manusia guna memajukan peradaban manusia. Mengakarnya budaya literasi akan membuat manusia terbiasa berpikir kritis dan melakukan telaah ulang atas segala hal yang ada di sekitarnya.

Literasi mungkin sudah tak asing lagi ditelinga kehidupan masyarakat yang mendengarnya.Tetapi tidak sedikit yang hanya mendengarkanya saja namun tidak memahami maknanya.Istilah literasi berasal dari bahasa latin, yaitu literature, dan bahasa Inggris, yaitu letter yang berarti surat.Literasi merupakan kemampuan melek aksara yang erat kaitanya dengan kemampuan membaca dan menulis.

Kemampuan membaca dan menulis merupakan dua hal yang esensial yang tidak dapat dipisahkan dan merupakan cikal bakal lahirnya peradaban.Hal ini tidak serta merta secara ilmiah atas dasar tuntunan zaman dan juga membedakan zaman prasejarah dengan zaman tulisan atau aksara.

Zaman dahulu cara berkomunikasi menggunakan isyarat atau disampaikan secara lisan.Namun, seiring jalannya waktu, manusia mulai beruba pola berpikir bahwa komunikasi lisan hanya bersifat sementara waktu dengan ruang lingkup yang kecil,maka lahirlah pola berpikir dengan cara berkomunikasi yang lebih efisien dan tahan lama yaitu tulisan.

Seiring perkembangan zaman atau bisa dibilang zaman globalisasi yang sudah memiliki peralatan yang serba canggih.Manusia mulai berkomunikasi melalui chatting-chattingan melalui facebook,line, twitter, whatsapp dan lain sebagainya.Menulis kemudian menjadi sebuah tradisi,sebuah keniscayaan seiring hadirnya peralatan teknologi canggih seperti sekarang.Tentunya jika dibandingkan dengan zaman dahulu memiliki perbedaan yang sangat jauh.

Manusia mulai berpikir tentang berbagai tulisan dan bagaimana cara membacanya mengingat perkembangan peradaban manusia yang memiliki peralatan serba canggih. Menulis merupakan suatu kegiatan mengekspresikan diri dengan menuangkan ide-ide kedalam sebuah tulisan.Hal ini dapat memahami perasaan orang lain ketika orang lain membacanya,misalnya melalui puisi,opini di media massa.

Sehingga membaca dan menulis merupakan dua hal yang sangat mempengaruhi dan menjadi sebuah tradisi yang saat ini disebut literasi. Literasi menjadi salah satu hal yang penting dimiliki seseorang dalam mengekspresikan dirinya dalam berinteraksi dengan orang lain.Kemampuan literasi menjadi satu aspek yang fundamental yang harus dikembangkan oleh seseorang seiring perkembangan zaman dan menjadi sebuah tradisi dalam kehidupan. Kemampuan literasi merupakan hal yang menjadi panduan untuk mempelajari ilmu yang lain.Ketika budaya literasi ini terikat dalam diri manusia,dapat mempengaruhi kemajuan suatu bangsa.

Salam Literasi bersama Najwa Shihab, Duta Baca Indonesia. [foto:sandro]

Hal tersebut menjadi kunci sekaligus prinsip yang menentukan kenapa hari ini begitu banyak kata-kata yang menjadi tulisan dan tulisan itu menjadi buku tau media yang sekarang banyak kita pegang atau tersusun rapi di lemari-lemari. Tulisan menjadi bukti dari jejak rekam sejarah peradaban manusia yang berupa peristiwa, pengalaman, pengetahuan, pemikiran, dan ilmu pengetahuan. Tulisan dapat menembus dan menelusuri lorong-lorong ruang dan waktu di masa lampau. Seandainya saja di zaman ini tak ada lagi tulisan atau orang yang mau menulis, niscaya kita akan kembali ke zaman pra-sejarah.

Namun faktanya, justru peradaban kita saat ini bisa dikatakan sebagai peradaban tulisan atau peradaban teks. Terbukti dari banjir informasi yang kita terima setiap hari dari berbagai media baik cetak maupun elektronik, sebagian besar berbentuk teks atau tulisan. Singkat kata, tulisan telah mengisi seluruh ruang kehidupan manusia modern di era globalisasi seperti saat ini.

Menulis adalah sebuah kegiatan mengungkapkan ide atau gagasan secara tertulis. Orang yang melakukan kegiatan menulis disebut dengan penulis. Sedangkan hasil kegiatan menulis tersebut dinamakan tulisan. Sejarah mencatat bahwa yang menjadi benang merah antara zaman pra-sejarah dengan zaman sejarah adalah tulisan. Zaman pra-sejarah merupakan zaman di mana saat itu belum ada tulisan, sehingga segala peristiwa dan fenomena yang terjadi kala itu tidak dapat diketahui oleh generasi selanjutnya. Ditemukannya tulisan sebagai bukti adanya peradaban Literasi di masa lampau merupakan babak baru dimulainya zaman sejarah.

Literasi menjadi sesuatu yang penting yang harus juga dikembangkan oleh setiap insan dalam kehidupanya.Kesadaran akan membaca dan menulis akan berdampak pada diri sendiri dan menjadi jembatan perbaikan kualitas kehidupan manusia dan juga berdampak pada kemajuan suatu bangsa.***

yoseph yoneta motong wuwur

Orang Kalikasa, Lembata, Bekrja Dinas Pertanian dan  Ketahanan Pangan Lembata, NTT

Kontak HP : 081238094426;

Email : mailto:wuwuryoseph@yahoo.com, yosephwuwur0584@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *