Beranda » Seni Budaya » Terbitkan Buku di Daerah Terisolir
Buku yang berjudul "PGRI Solor Barat dan Kemanusiaan yang terhempas" ditulis oleh 23 “guru kampung” .

Terbitkan Buku di Daerah Terisolir

WEEKLYLINE.NET – Yang menarik dan unik dari perayaan HUT PGRI ke 72 hari ini, Sabtu, (25/11/17) terjadi di Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Solor Barat.

Mengapa unik? Karena acara yang dilaksanakan pada hari itu tidak biasanya terjadi, baik ditingkat PGRI Kabupaten maupun di tingkat PGRI Provinsi.

Apa yang dilakukan oleh guru- guru di PGRI Cabang Solor Barat? Dimomen itu, selain upacara peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan Hari Ulang Tahun (HUT) PGRI, dilakukan pelaunchingan buku.

Buku yang berjudul “PGRI Solor Barat dan Kemanusiaan yang terhempas” ditulis oleh 23 “guru kampung” yang tergabung dalam PGRI cabang Solor Barat, Pengurus Agupena Flotim, Diaspora Solor, dan tiga Imam asal Pulau Solor yang saat ini sedang bertugas di Amerika.

Kekuatan gerakan literasi di Flores Timur, selalu datang dari pelosok – polosok. Oleh guru – guru kampung. Karya dalam bentuk buku, tentu tidak gampang. Ada pengorbanan. Ada proses yang terus menerus. Tabah dan sabar, hingga buku kenangan hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke-71 di Desa Lewotanaole ini bisa terealisir.

Dihadapan tigaratusan anggota PGRI dan Warga Desa Karawatung, buku sulung karya guru PGRI Solor Barat ini, dilaunching oleh Bernadus Beda Keda, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olaraga (PKO) Flotim .

Hadir pada kesempatan itu, Simon Sabon Taka, Camat Solor Barat, Romo Thomas Labina, Ketua Yapersuktim, Ketua Agupena Flotim, Maksimus Masan Kian,  Ketua PGRI Cabang, Solor Barat, Klemens Hayon, Tim editor, Pater Elias Seda dan Anton Seda.

Karya guru – guru yang tergabung dalam PGRI Cabang Solor Barat ini, menjadi pemantik untuk lahirnya karya- karya baru untuk kalangan guru di Flores Timur.

 (Maksi Masan Kian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *