Beranda » Jurnal » Menjadi Penulis Mesti Membaca, Membaca Dan Membaca
Yohanes Sehandi saat membawakan materi (Foto: milalolong)

Menjadi Penulis Mesti Membaca, Membaca Dan Membaca

WEEKYLINE.NET – Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Flores melaksanakan kegiaatan Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa (LKMM).

Kegiatan ini adalah kegiatan rutin mahasiswa yang dilaksanakan setiap tahun dan diberikan kepada mahasiswa semester satu. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan daya kreativitas mahasiswa, melatih diri mahasiswa dalam memanage diri.

Kegiatan dilaksanakan selama tiga  hari berturut-turut, sejak hari Kamis tanggal 23-25 November 2017, kegiatan bertempat di anjungan PIPS. Dan pada hari kedua, hari Jumad tanggal 24-November 2017, pada pukul 08.00 materi pertama dibawakan oleh DRS. Yohanes Sehandi, M.si, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Flores, dengan materi “Teknik Menulis Opini”.

Dalam materinya Sehandi yang juga sebagai penulis tetap di beberapa media cetak ini menjelaskan secara terperinci tentang langkah-langkah pembuatan artikel opini yang baik dan benar, mulai dari tahap menggali ide, bahwa tahapan menggali ide dimulai dengan membaca banyak hal, membaca dan membaca.

“Bahwa minat membaca harus ditanamkan pada masing-masing diri mahasiswa, agar mahasiswa mempunyai wawasan yang luas sehingga menjadi dasar untuk bisa menulis, menuangkan idenya,” tegas Sehandi.

Penulis yang baik harus menjadi pembaca yang baik pula, dengan kata lain pekerjaan penulis adalah menjadi pembaca yang baik.

“Kecerdasan mahasiswa bisa diukur dari berapa banyak bahan/buku bacaan yang dimiliki mahasiawa”, tegas beliau.

Hingga pada tahap mengedit karangan, dan mengirim pada media masa. Beliau juga memberikan peringatan kepada peserta bahwa dalam menulis harus diperhatikan penggunaan ejaan yang baik dan benar dalam menulis.

Ejaan harus benar-benar diperhatikan, apalagi sebagai penulis pemula, karena banyak penulis pemula yang tulisannya tidak dimuat di media masa ataupun media cetak karena gagal menggunakan ejaan dengan cermat. Diahkir materinya beliau mengatakan bahwa menulis adalah pekerjaan keabadian.

Peserta LKMM terlihat begitu aktif mendengarkan dan mengajukan pertanyaan kepada pemateri.(milalolong)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *